
Araa dan dokter Chen melihat beberapa furniture seperti sofa dengan warna yang sudah luntur kelihatannya memang sudah usang tapi masih layak pakai,lemari pendingin,rice cooker,lemari baju, jemuran dan sofa dibalkon, televisi dan telepon rumah yang sayangnya sudah diputus karena permintaan pemilik rumah.
Juga masih ada beberapa baju bekas yang masih tertata rapi didalam lemari.
"dokter Chen,apa kamu mau menyewa rumah ini?"
Bisik Araa menarik sedikit lengan baju dokter Chen.
Dokter Chen mendekatkan wajahnya.
"ini untukmu,agar kamu gak berkeliaran dijalan lalu ditangkap petugas gelandangan dan merepotkan aku lagi,kamu tau aku cukup sibuk dan....."
"heemm,aku pikir kalian pasangan baru,karena kalian cukup serasi"
Belum selesai ucapan dokter Chen pada Araa pemilik rumah malah membuat dokter Chen semakin geli.
Dia segera menjauh dari wajah Araa.
"aku dan dia....kami bukan pasangan seperti itu,aku hanya membantu dia agar gak berkeliaran di jalan"
"manis sekali,baiklah aku harus pergi,tolong jaga baik-baik rumah ini ya.ini adalah rumah pemberian mendiang ayahku.sebenarnya sangat berat meninggalkan rumah ini tapi sebagai istri aku harus mengikuti suami.baiklah aku pergi, kapan-kapan aku akan berkunjung, semoga betah"
"terimakasih, hati-hati dijalan"
Ucapan Araa dan dokter Chen bersamaan.
"mandilah,aku lihat ada beberapa baju di lemari.pakai yang ada dulu.aku harus pergi sebentar"
Entah kemana dokter Chen pergi,Araa gak peduli yang ada dipikirannya adalah mandi karena tubuhnya terasa sangat lengket karena keringat.
Ketika dokter Chen kembali Araa sudah selesai mandi.
Dokter Chen melihat keindahan tubuh Araa yang saat itu hanya mengenakan kemeja saja yang membalut tubuh mungilnya.
Kemeja itu mungkin milik suami ibu pemilik rumah.
"dokter.....?"
"aku beli bahan makanan,jadi kamu bisa makan ini tanpa menggangguku beberapa hari nanti"
Dokter Chen segera merapikan beberapa mie instan,minuman kaleng,kimchi,telur dan beberapa makanan ringan lainnya di lemari pendingin.
"ini gak gratis"
Cetus dokter Chen membuat Araa terdiam,matanya membulat.dia mematung gak bergerak,menatap dokter Chen dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"apa-apakah dia meminta imbalan?apa malam ini aku harus memuaskannya?apa dokter Chen selalu memperlakukan wanita seperti itu?"
Gumam Araa dan terus berpikir hal buruk tentang dokter Chen.
Cetrak
Satu sentilan mendarat dikening Araa.
"jangan berpikir kotor,aku bukan dokter seperti itu.setelah kamu mendapat pekerjaan kamu harus membayarnya,faham? sekarang temani aku minum"
Mereka berdua membawa beberapa kaleng bir di balkon rumah dan menikmati suasana malam ditempat baru.
Entah karena mungkin terlalu lelah Araa malah tertidur di sofa balkon setelah menghabiskan dua kaleng bir.
Tubuh Araa yang mungil tentunya bukan apa-apa bagi dokter Chen yang bertubuh atletis.dengan hati-hati dokter Chen menidurkan Araa diatas tempat tidur.
"kamu masih misterius bagiku,siapa kamu sebenarnya?"
Dokter Chen menatap wajah Araa yang terlelap.
Wajah yang polos tanpa makeup sedikitpun,tapi entah kenapa semakin dia menatap Araa wajah Araa malah semakin manis.
"haaiisss,dasar mesum,padahal cuma minum bir tapi otak udah ngaco aja"
Seakan gak mau semakin terbawa perasaan dokter Chen lekas merapihkan kaleng bir dan menutup rapat semua jendela,lalu mengganti sandi kunci pintu dan menuliskan diatas kertas lalu menyelipkan kertas itu dibawah lubang pintu.
Ada perasaan tenang setelah menempatkan Araa di rumah sewa itu.
Dokter Chen gak mau harus terus berurusan dengan Araa.
Apalagi pikirannya akan semakin dikendalikan oleh nafsu pria jantan yang sudah lama terkubur.
Rasanya sudah lama sekali dia gak berurusan dengan wanita,selama ini dia terus mengabdikan diri di rumah sakit dan di kediaman tuan Ha.gak ada waktu sedikitpun untuk mendekati wanita.
Dokter Chen adalah pria normal,tapi Araa....
"ciihh....masih banyak wanita menarik di dunia ini,sadar Chen sadar....,mungkin ini hanya efek bir"
**
"hooaamm...."
Pagi hari di rumah baru.
"tunggu...."
__ADS_1
Araa sontak bangun ketika dia tersadar kalau dirinya sekarang ada di atas tempat tidur,bukannya di sofa.
Dia meraba tubuhnya dan melihat apakah ada satu helai pakaian yang tanggal di tubuhnya.
"hah syukurlah,aku pikir dia akan berbuat mesum"
Selesai mandi dan sarapan Araa segera berganti baju dengan baju yang masih ditinggalkan pemilik rumah, tentunya baju yang rapih karena hari ini Araa berencana mencari pekerjaan disekitar rumah barunya.
Gak mau kejadian kemarin terulang kembali dan merepotkan orang lain lagi maka Araa hanya akan mencari pekerjaan disekitar saja.
Araa benar-benar harus mandiri dan membayar semua kebaikan dokter Chen padanya.jangan sampai kebaikan dokter Chen hanya akan jadi beban buatnya suatu hari nanti.
Setelah cukup lama berjalan,bahkan Araa gak menyadari bahwa dia sudah cukup jauh dari rumahnya akhirnya dia mendapat pekerjaan.
"kamu bisa bekerja disini, kebetulan akhir-akhir ini tamu kami semakin ramai.besok kamu sudah bisa mulai bekerja"
"benarkah??terimakasih banyak"
Walaupun pekerjaan yang Araa dapatkan hanya menjadi pelayan disebuah kedai kecil tapi ini adalah suatu berkah baginya.
Lokasi kedai lumayan jauh tapi masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, itung-itung menghemat.
Araa menghitung waktu saat kembali ke rumah.
"empat puluh tiga menit,buka kedai jam delapan.kalau jalan kaki artinya aku harus berangkat sekitar jam tujuh pagi,masih ada waktu tiga belas menit untuk mengatur nafas"
Karena merasa senggang Araa mencoba membereskan rumah,menata ulang beberapa barang dan menanam beberapa bunga di vas kosong lalu merapikannya di balkon.
Araa juga mengganti tirai dan mengelap jendela hingga gak ada debu sedikitpun.
Araa juga memanfaatkan beberapa kayu panjang yang tergeletak begitu saja menyulapnya menjadi rak yang bisa dia gunakan untuk meletakkan vas bunga dan buku serta pigura foto yang sebelumnya sudah Araa kosongkan dari foto keluarga pemilik rumah.
Menjahit beberapa robekan di sofa balkon dan menggabungkan beberapa lembar kain berwarna-warni di sofa itu, memindahkan meja bulat yang ada di pojok kamar ke balkon.
Dengan sekuat tenaga Araa menggeser tempat tidur kedepan jendela,lalu meletakkan sisa vas bunga di jendela.
Mengepel lantai bawah tempat tidur yang kotor.
Setelah selesai Araa segera menyikat kamar mandi dan kembali menata ulangnya sembari mandi.
"haah.... akhirnya selesai juga"
Araa merasa puas dan bangga dengan hasil pekerjaannya hari ini,rumah yang tadinya terlihat monoton sekarang tampak terlihat lebih baik dan lebih nyaman.
Sore harinya Araa bersantai di balkon sambil menikmati segelas kopi.
__ADS_1
Menikmati indahnya warna merah di langit ketika matahari terbenam.