Perjalanan Cinta Ke Masa Depan

Perjalanan Cinta Ke Masa Depan
Episode 11


__ADS_3

"kamu sudah menyalah gunakan nama orang yang sudah meninggal"


Ucapan dokter Chen terus terngiang-ngiang dipikiran Araa.


"kenapa dia bicara begitu?apa aku sudah menyinggungnya?haaiis...bikin kesal saja"


Araa terus menggerutu.kali ini dia gak terima dengan ucapan dokter Chen.


Biar bagaimanapun itu adalah namanya,nama yang sudah diberikan oleh kedua orang tuanya.


Selama ini dokter Chen sudah berbuat banyak kebaikan padanya,tapi ucapannya semalam membuat Araa sangat kesal.


"oh ya,ngomong-ngomong aku harus menandai tanggal ulang tahun dokter Chen,siapa tau tahun depan aku punya uang dan bisa memberinya hadiah"


Araa segera membuka layar handphonenya dan mengklik kalender lalu menandai tanggal lahir dokter Chen dan membuat notifikasi pengingat.


"tunggu...."


Mata Araa terbelalak.


Dia mengscroll layar handphonenya, memperhatikan tahun yang tertera disana.


"2020?? haaiisss....dasar dokter pelit,dia memberi ponsel rusak untukku dan aku masih harus membayarnya"


Araa melempar handphone ke atas tempat tidur lalu pergi mandi.


Hari ini karena dokter Chen gak datang Araa terpaksa menyiapkan sarapannya sendiri, beres-beres rumah sendiri dan berangkat kerja sendiri.


**


Seperti biasa hari ini kedainya dipenuhi oleh kru film.


Araa juga mulai terbiasa bertemu dengan Joon,sikapnya sudah gak segugup sebelum-sebelumnya.


"nona seperti biasa ya"


"baik pak sutradara"


Karena sudah menjadi langganan Araa bahkan sudah hapal dengan pesanan setiap kru.


"Hyeon kenapa kamu gak menulis tanggal disini?"


"tinggal tulis sendiri,apa masih harus aku yang nulis?"


Araa menyajikan pesanan di meja sutradara.


Sekilas Araa memperhatikan sutradara yang sedang sibuk menulis tahun di kertas kontrak.


"2020"


Mata Araa terbelalak kembali.dia langsung merebut kertas kontrak itu dan melihat tahun yang tertera disana dari dekat.


"heeii....apa yang kamu lakukan?"


Sutradara kesal,takut kertas itu rusak.jika robek sedikit saja maka mereka harus membuat kontrak baru dan itu akan merepotkan karena harus meminta tanda tangan ulang dari beberapa orang yang bersangkutan.


"a-pa kalian gak salah menulis tahun?"mata Araa masih melototi kertas


"aku pikir ada apa?"


Sutradara merampas kembali kertasnya dan menyimpannya kedalam map.


"se-sebenarnya ta-hun berapa sekarang?"


Suara Araa terdengar gemetar.


Hyeon yang ada disana menatap Araa heran.


"memangnya ada apa?apa kamu gak punya kalender?apa di ponselmu gak ada tahun?"


Araa segera mengeluarkan handphonenya dan kembali menekan kalender.

__ADS_1


Ya, tahun di handphonenya belum berubah sama seperti tadi pagi.


Araa pergi dari meja itu dengan tatapan kosong.


"apa yang terjadi?apakah yang aku lihat barusan?apa ada yang salah?"


Araa terus bergumam dan tatapannya masih kosong.


Hari ini Araa gak seperti biasanya.


Semangat Araa yang biasanya menggebu-gebu hari ini malah terlihat lemas dan lesu.


Bahkan Bu Song gak melihat sapaan ramah yang bisa Araa lakukan pada pelanggan.


Araa melawati harinya dengan bengong.


"jika sakit,lebih baik besok kamu beristirahat dulu sampai benar-benar pulih"


Karena Bu Cha meletakan Araa di pundaknya maka Bu Song gak mau kalau Araa jatuh sakit lagi dan dia akan disalahkan kembali.


**


"dokter,bisakah kita bertemu"


Hanya dokter Chen yang bisa Araa ajak bicara, terlebih dokter Chen adalah orang pertama yang mencoba memperingatkannya kemarin malam.


Tanpa menunggu lama,dokter Chen tiba di rumah Araa dalam beberapa menit.


"apa kamu demam lagi?"


Araa masih diam seribu bahasa.


Sementara dokter Chen mengeluarkan stetoskop dan infus.


"sebenarnya apa yang terjadi padaku?"


Pandangan Araa gak bergeming masih seperti tadi siang.


"semua terlihat baik-baik saja,sebelah mana yang sakit?"


"dokter....ini tahun berapa?"


Araa memegang tangan dokter Chen yang sedang memeriksak detak jantung Araa dengan stetoskop dengan mata melotot.


"2020,kenapa?"


"bagaimana mungkin"


Araa menutup wajahnya.


"ada apa?apa yang terjadi?"


Tingkah Araa benar-benar membuat dokter Chen bingung.


"aku yang harusnya bertanya,ada apa?apa yang terjadi sebenarnya?kenapa tahunnya berubah?"


Araa menangis sejadinya membuat Dokter Chen semakin bingung.


"tarik nafas perlahan dan ceritakan pelan-pelan"


Tangan Araa digenggam erat.sebagai seorang dokter tentunya dia lebih tau bagaimana menenangkan pasien.


Araa menarik nafas perlahan.


"a-aku juga bingung,aku gak tau harus bilang apa?"


Araa kembali menangis.


Dokter Chen segera memeluk Araa dan membiarkan dia menangis didadanya.


Beberapa lama kemudian Araa baru bisa bicara kembali.

__ADS_1


"apa dokter masih ingat ketika aku tiba-tiba ada dibelakang kamar Joon?"


Araa terlihat lebih tenang.


"ya,kenapa?"


Dokter Chen mendengarkan dengan seksama dengan apa yang akan Araa katakan.


"waktu itu aku benar-benar gak tau kenapa aku ada disana dan hari ini aku baru menyadari satu hal"


"apa itu?"


"bahwa aku berada di tahun 2020"


"haah....kamu membuatku takut,kalau bukan 2020 memangnya mau tahun berapa?sudahlah istirahat yang cukup aku harus pulang"


"dokter"


Araa menahan dokter Chen dengan menarik lengan bajunya.


"ada apa lagi?"


"aku,aku seharusnya berada di tahun 2000,aku masih ingat betul waktu itu aku bertengkar hebat dengan suamiku,aku sengaja didorong oleh Jay lalu terbentur ujung meja lalu setelah itu aku......aku tiba-tiba saja ada di belakang kamar Joon"


"istirahatlah,aku harus segera pulang"


Dokter Chen melepas pegangan tangan Araa lalu pergi begitu saja.


Bagi dokter Chen semua ucapan Araa hanya omong kosong saja.


Siapapun gak akan percaya dengan ucapan Araa.termasuk dokter Chen sendiri.


Sementara itu Araa merasa gelisah, begitu banyak pertanyaan dipikirannya, pertanyaan yang sama dan Araa gak menemukan satu jawabanpun.


Awalnya Araa berpikir bahwa dokter Chen bisa membuatnya menemukan jawaban tapi justru malah membuatnya semakin bingung.


**


Sekitar jam sebelas malam Sebuah mobil terparkir didepan rumah Araa.


Seseorang memperhatikan pintu rumah Araa diam-diam dari dal mobil itu.


Tak lama seorang pria dengan jaket hitam menghampiri mobil tersebut.


"boss"


"katakan"


"menurut pemilik rumah,mereka gak ada hubungan apapun dan dokter Chen sengaja menyewa rumah itu untuk nona.dokter Chen hanya sesekali datang dan gak pernah menginap sekalipun"


"jika dokter Chen gak keluar lebih dari jam sebelas malam laporkan segera padaku atau nyawamu taruhannya"


"baik boss"


Mobil hitam itu pergi dari halaman rumah Araa.


Sementara pria berjaket hitam kembali ke tempat persembunyiannya kembali.


Menyelesaikan tugasnya dengan benar.


Dia tau dengan jelas bahwa ancaman yang dia terima bukan sekedar ancaman kosong belaka tapi benar-benar akan dia terima jika dia gagal menjaga Araa dan membuat kesalahan sedikitpun.


Bossnya bukanlah boss biasa, walaupun masih muda dan lajang tapi selama beberapa tahun ini dia melewati banyak hal dengan berat.hingga akhirnya dia mendapatkan nama dan ditakuti dikalangan mafia dari hasil kerja kerasnya.


Semua mafia tunduk didepannya,dia adalah ketua dari semua mafia.


Selain kejam dan sadis,dia juga bukan termasuk pria yang mudah disinggung.


Dia bisa membunuh siapapun dengan bersih.


Dan dia pandai menyembunyikan statusnya sebagai ketua mafia dan berbaur dengan banyak orang sebagai pria biasa.

__ADS_1


__ADS_2