Perjalanan Cinta Ke Masa Depan

Perjalanan Cinta Ke Masa Depan
Episode 8


__ADS_3

"kenapa dia kesini?apa dia mau mempermalukanku?"


Terlihat jelas di wajah Araa seberapa takutnya dia ketika Joon semakin dekat.


"apa kalian punya galbi?"


Ujar Joon dengan tatapannya yang tajam.


"ten-tu"


"aku mau satu porsi"


"ba-baik"


Suara Araa terdengar sangat gugup.


"kamu kenapa Ra?"


"tolong antarkan ini ke meja itu,aku mau ke kamar kecil.tolong ya"


Menghindar memang bukan jalan satu-satunya apalagi selama catering masih tutup,setiap hari mereka pasti akan makan di kedai ini dan selama itu juga Araa akan bertemu Joon.


Bukan karena Araa memiliki perasaan atau apapun itu,tapi jujur Araa malu dan gak mau Joon yang kejam itu bicara yang gak-gak tentang dirinya pada kru.


Dari awal Joon mengira kalau Araa adalah fansnya dan bermain drama agar bisa tinggal di rumahnya lalu menggodanya.


Padahal yang terjadi adalah Araa pun gak tau kenapa dia tiba-tiba ada disana.


Walaupun wajah Joon sangat mirip dengan karakter yang pernah Araa gambar tapi kelakuan Joon yang kejam tentu bukan tipe pria idamannya.


"sampai jumpa besok,jangan lupa istirahat yang cukup Joon.karena besok kamu harus bermain air jadi jangan sampai kamu masuk angin"


"baik sutradara,kamu tenang saja"


"baiklah,aku pergi"


**


Kedai tutup tepat jam sebelas malam.


"bye,sampai jumpa besok"


Satu persatu karyawan pulang ke rumah masing-masing.


"hah lelahnya"


Araa berjalan sendiri menyusuri jalanan yang sepi.


Sudah menjadi keputusannya kalau Araa akan berjalan kaki saat pulang dan berangkat kerja.


Menabungkan uang transportasi selama sebulan sekaligus gajihnya mungkin masih belum cukup untuk membayar seluruh hutangnya pada dokter Chen.


Tes Tes Tes


Tiba-tiba hujan turun sangat deras.


Araa hanya bisa berteduh di emperan toko yang sudah tutup sambil melindungi kepalanya dengan tas.


"apa perlu kita mengantarnya?"


Hyeon merasa kasihan ketika melihat Araa yang sedang berteduh sendirian ditengah derasnya hujan.

__ADS_1


"gak perlu"


Jawab Joon dingin tanpa menoleh sama sekali.


"kejam kamu Joon"


"apanya yang kejam?jika kita kasih dia hati aku takut dia malah minta jantung"


"dia wanita Joon,jalanan sepi belum lagi hujannya cukup deras.bagaimana kalau terjadi sesuatu"


"jangan lebay,dia jago akting pasti bisa membodohi penjahat"


Hyeon hanya bisa geleng kepala.


Dalam hatinya Hyeon benar-benar gak tega melihat Araa dan takut terjadi sesuatu tapi bagaimanapun Joon adalah tuannya walaupun mereka berteman lama tapi Hyeon gak bisa melawan Joon yang keras kepala.


Dari dulu karakter Joon memang seperti itu,tapi terkadang ada sisi baik yang selalu dia sembunyikan dari siapapun.entah karena malu atau image,tapi selama ini gak ada seorangpun yang bisa mengalahkan Joon dengan sikap dinginnya.


Mobil itu melaju melewati Araa yang masih berteduh.


Karena hujan yang gak kunjung reda apalagi bajunya juga basah kuyup walaupun sudah berteduh akhirnya Araa memutuskan untuk menerobos hujan dan meneruskan perjalanannya yang masih cukup jauh.


Suasana sepi membuat Araa merasa sedikit takut,takut kalau-kalau ada orang jahat yang berniat buruk padanya.


Araa terus berjalan melewati setiap toko yang sudah tutup, menerobos hujan yang semakin deras dengan rasa takut yang semakin menjadi.


"ya tuhan lindungilah aku"


Gumam Araa dengan langkah yang semakin cepat.


Setengah jam kemudian Araa tiba di rumah dengan selamat.


Menanggalkan seluruh pakaiannya yang basah kuyup lalu mandi dan tidur.rasa lelah yang teramat sangat membuat Araa malas untuk makan.padahal Araa melewatkan jam makan malamnya beberapa waktu lalu.


**


Pagi ini Araa di sabut dengan bersin yang terus-menerus,hidung meler,mata berair dan kepalanya terasa berat.


"aku gak boleh sakit,aku harus kerja,haachi....haa....aahh...."


Walaupun badannya menggigil tapi Araa harus tetap mandi dan berangkat kerja,jangan sampai dia terlambat karena hari ini adalah hari keduanya bekerja,dia gak boleh ijin apapun alasannya.


"aahh....kenapa dingin sekali,haa....chi...."


Bukannya segar Araa justru merasa badannya menggigil hebat setelah mandi.wajahnya memerah,suhu ruangan terasa sangat dingin serasa berada didalam freezer, tangannya gemetar, seluruh tulangnya terasa ngilu.kakinya semakin lemas, kepalanya terasa semakin berat, pandangannya berkunang-kunang, buram dan.....


BRUUUGG


Araa gak sadarkan didepan pintu kamar mandi.


Ketika bangun dia sudah berada di tempat tidur dengan selang infus di pergelangan tangannya.


Dokter Chen dan pemilik rumah berdiri disamping tempat tidur memandangi Araa yang baru saja sadar dari pingsan.


"kapan kalian datang?dan kenapa aku ada di....?"


Araa merasa linglung.


"kamu tadi pingsan,kalau bukan karena Bu Cha mungkin kamu sudah ada di dunia lain sekarang"


Pagi itu Bu Cha yang kebetulan berniat mengunjunginya,tapi ketika sampai didepan pintu Bu Cha mendengar bunyi yang cukup keras, seperti sesuatu yang jatuh.dia berkali-kali memencet bel dan mengetuk pintu tapi gak ada jawaban, akhirnya Bu Cha berinisiatif menghubungi dokter Chen dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


Akhirnya dokter Chen yang saat itu berada diperjalanan menuju rumah sakit langsung balik arah dengan kecepatan tinggi menuju rumah Araa dan ternyata Araa ditemukan pingsan didepan pintu kamar mandi yang masih mengenakan handuk.


Saat itu suhu tubuh Araa sangat panas, sementara tangan dan kakinya dingin seperti es.


Dokter Chen segera menggendong Araa ke tempat tidur, memasukan obat penurun panas cair kedalam mulutnya, menekan ujung lidah agar obat tertelan sempurna.lalu memasang infus.


Jika terlambat sedikit saja Araa mungkin akan koma


Araa menatap dokter Chen penuh curiga sambil mendekap dadanya dengan kedua tangan.


"kenapa melihatku seperti itu?"


"siapa yang pakaikan aku baju?"


"tenang saja,aku kok yang pakaikan kamu baju"jawab Bu Cha


"haahh, syukurlah"


"sudah tau demam kenapa mandi air dingin? tanya dokter Chen ketus.


"kenapa dokter tau kalau aku mandi air dingin?"


"dehidrasi berat dan komplikasi demam yang tidak ditangani dengan baik berpengaruh pada sirkulasi darah pada tubuh,organ-organ penting dalam tubuh akan menjadi gagal bekerja dan berfungsi buruk,itu akan memperburuk keadaan dan akan berdampak pada jantung serta otakmu.ketika tubuh dalam keadaan syok dan terlambat ditangani bisa saja kamu sreett..."


Dokter Chen mengayun telunjuknya di leher.


"aku hanya kehujanan kok"


"sudah telat makan,gak minum seharian,kehujanan dan mandi air dingin,apa kamu gak tau bagaimana caranya merawat diri sendiri?harusnya kamu mandi air hangat ketika habis main air hujan"


"aku gak main air hujan dok"


"lalu itu?"


Dokter Chen menunjuk baju Araa yang basah kuyup bahkan masih menetes.


"hujannya sangat lebat dan lama,aku gak mau menunggu sampai hujan reda jadi terpaksa menerobos hujan"


Araa merasa bersalah, seperti anak kecil yang dimarahi ayahnya.


"hujan turun sekitar jam sebelas malam,mau kemana kamu jam sebelas malam?"


"aku,aku kerja.karena ramai kedainya tutup jam sebelas,aku..."


Araa seperti sedang disidang.


"aku apa?"


"aku jalan kaki dari...."


"APA??JALAN KAKI?"


Bu Cha DNA dokter Chen bersamaan.


"dimana kamu kerja?"


Bu Cha seperti sangat antusias melihat kecemasan dokter Chen pada Araa.


"arari drop"


Araa benar-benar gak berani mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"arari yang di persimpangan jalan itu?dan kamu jalan kaki dari sana?Araa....apa kamu punya nyali besar hingga harus jalan kaki sendirian sambil hujan-hujanan?apa kamu gak takut kalau ada yang berniat jahat sama kamu, haaiisss.....kamu...."


Entah kenapa dokter Chen merasa marah ketika mendengar hal itu.


__ADS_2