
"aku harus kerja dok"
"gak boleh"
"ini hari kedua aku kerja,aku gak mau kalau...."
"pokoknya hari ini kamu harus bed rest ngerti"
"aku mohon dok"
"gak boleh,titik"
"Araa,dokter Chen benar,kamu harus istirahat total.masalah kerja biar aku yang urus"
"maksud Bu Cha?"
"aku akan pergi ke kedai itu dan meminta ijin,mereka pasti ngerti kok kalau kamu sakit.sekarang kamu istirahat saja ya"
Perkataan lembut Bu Cha akhirnya membuat Araa menurut.
Walaupun demam Araa sudah turun tapi dokter Chen melarang Araa untuk turun dari tempat tidur.
Malah hari ini dokter Chen membereskan semua piring kotor di wastafel,menyapu lantai bahkan mencuci baju kotor milik Araa.
"biar aku saja dok"
Bukan apa-apa,Araa gak mau dua barang pribadinya dilihat oleh dokter Chen.
Dokter Chen pasti risi dan jijik dengan dua dalemannya.
Tapi apa yang Araa pikirkan ternyata salah, dokter Chen justru malah terlihat biasa ketika mencuci dan menjemur dua dalemannya,gak ada risi atau jijik yang ditunjukkan oleh dokter Chen.
Malah sebaliknya Araalah yang merasa malu.
Selesai beres-beres rumah dan jemur baju, dokter Chen menuju dapur.entah apa yang akan dia lakukan.
Beberapa menit kemudian dia kembali dengan semangkuk bubur ditangannya.
"waktunya makan"
"biar aku saja dok"
Araa mengulurkan tangannya tapi sayangnya di abaikan.
Dokter Chen duduk disamping Araa dan bersiap menyuapinya.
"aku bisa sendiri kok dok"
"buka mulut"
"tapi dok aku bisa sendiri"
"jangan banyak bantah,kamu mau cepat sembuh kan?maka cepat buka mulutnya"
Dengan terpaksa Araa membuka mulutnya.
Sebenarnya agak sedikit canggung bagi Araa,tapi mungkin bagi dokter Chen adalah hal biasa karena dia seorang dokter jadi harus merawat pasien dengan baik.
Tapi apa sampai harus disuapi??
__ADS_1
**
Sementara itu Bu Cha sudah sampai di kedai.
"Bu Cha....ya ampun,ayo masuk"
"apa kabar Bu Song?"
"aku baik,gimana betah di rumah baru?"
"lumayan"
Sejak kecil Bu Cha sudah tinggal di wilayah ini dan sudah tentu dia mengenal baik dengan lingkungan serta semua orang yang ada di wilayahnya.termasuk Bu Song pemilik kedai.
"oh ya apa kamu merekrut pegawai baru?"Bu Cha memulai percakapan.
"ya,dia sangat giat bekerja dan ramah pada pelanggan,memangnya kenapa?apa kamu mengenalnya?"
"ya,dia yang menyewa rumahku,kamu ini terlalu tega sama pegawai sendiri.hari ini dia demam karena kehujanan"
"apa?dia demam?"
"lain kali jangan terlalu memforsir karyawan, apalagi dia masih baru"
"aku benar-benar minta maaf, beberapa hari ini kedaiku memang lagi ramai,aku benar-benar egois mencari keuntungan sendiri.sampaikan maafku untuknya"
"sudahlah,dia sekarang lebih baik karena di rawat oleh dokter berpengalaman"
"baguslah"
Percakapan mereka kini beralih.bukan lagi tentang pekerjaan tapi tentang Araa dan dokter Chen.
Bu Cha menceritakan kalau pada awalnya dokter Chen mengaku gak memiliki hubungan apapun dengan Araa,tapi perlakuan yang diberikan dokter Chen seperti layaknya sepasang kekasih, bahkan dokter Chen terlihat sangat cemas ketika melihat Araa pingsan, semua kejadian yang Bu Cha lihat hari ini dia ceritakan termasuk ketika melihat dokter Chen yang gugup sampai bolak-balik membeli obat dengan berjalan kaki padahal jarak antara apotek dengan rumah cukup jauh.
"apa dokter itu menyukai Araa?"
"aku harap begitu Bu Song,ketika melihat mereka aku pikir mereka pasangan pengantin baru, mereka sangat cocok"
"ya, semoga saja.araa juga kelihatannya wanita baik-baik"
**
Araa melepaskan jarum infus di pergelangan tangannya perlahan-lahan lalu turun mengendap-endap dari tempat tidur.berjalan mendekati dokter Chen yang saat itu terlelap di sofa.
"dokter yang aneh"
Cetus Araa lalu balik badan,berjalan jinjit menuju lemari es.
"siapa yang aneh?"
Araa melonjak dan langsung balik badan memasang senyum manis pada dokter Chen.
"siapa yang bilang aneh? dokter salah dengar kali"
"terus kamu mau kemana mengendap-endap begitu?mau kabur?"
Dokter Chen melipat kedua tangannya di dada.
"ah hahaha....aku mau menghirup udara segar,haah segarnya"
__ADS_1
Araa terpaksa belok dari tujuan sebelumnya,awalnya Araa mau mengambil air es tapi karena dokter Chen bangun Araa terpaksa pergi ke balkon.
"ingat,jangan minum air dingin,jangan telat makan,jangan main hujan-hujanan dan jangan lupa minum obat.mengerti?"
"iya tau"
"aku harus ke rumah sakit, melihat kondisi pasienku,kalau ada apa-apa kamu telepon aku"
Dokter Chen mengeluarkan handphone dari tasnya dan menyodorkannya pada Araa.
"i-ini...."
Bukannya Araa bahagia karena diberi handphone tapi Araa justru sangat kesal,dengan ini beban hutangnya akan semakin bertambah.
"aku pergi"
"baik, hati-hati dok.bye..."
Selepas kepergian dokter Chen Araa menatap handphone yang ada di tangannya.
"kalau begini kapan hutangku akan lunas?"
Araa mengotak-atik handphone itu dan melihat daftar kontak.
"ciihh terlalu percaya diri"
Hanya ada satu kontak yang tertera disana
(Dokter penyelamat)
Sebelum masuk kedalam mobil,dokter Chen mengulas senyum dibibirnya.
Mengingat namanya yang sudah dia tulis sendiri di daftar kontak yang ada di handphone Araa.
**
"akhir-akhir ini kamu selalu mengabaikan pasien,kenapa?"
Setibanya di rumah sakit dokter Chen langsung dipanggil kepala rumah sakit ke ruangannya.
"banyak yang harus aku kerjakan"
"apa yang kamu kerjakan di luar rumah sakit?sampai dokter lain harus menggantikan kamu memeriksa pasien?"
"sudahlah ayah,lagian aku juga gak lari.aku masih datang ke rumah sakit"
Dengan dingin dokter Chen keluar dari ruangan kepala rumah sakit yang tak lain adalah ayahnya.
"Chen.... haiiis anak ini?"
Setelah lulus dari sekolah menengah,dokter Chen memutuskan untuk masuk kuliah dan mengambil jurusan manajemen bisnis lalu menjadi pengusaha sukses dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri tapi sang ayah yang berprofesi dokter memaksa dokter Chen untuk masuk ke jurusan kedokteran dan menjadi dokter di rumah sakit yang dia bangun lalu meneruskan posisinya.
Walaupun sudah berusaha untuk memperjuangkan cita-citanya tapi dokter Chen gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan menyetujui keinginan ayahnya itu daripada dia harus berpisah dengan Jung Eun wanita yang dia cintai.
Tapi kenyataannya setelah dia lulus dan menjadi dokter ayahnya mengingkari janji dan tetap mengirim Jung Eun ke luar negeri lalu memblokir jalan kembali untuk Jung Eun.
Bertahun-tahun ayahnya merahasiakan kemana dia mengirim Jung Eun,setiap kali dokter Chen bertanya tapi mulutnya tetap saja bungkam.
Sampai detik ini dokter Chen gak bisa memaafkan ayahnya dan terus membencinya.
__ADS_1
Melawan semua perintah ayahnya dan menolak semua perempuan yang dia jodohkan.
Dokter Chen mencoba untuk terus setia pada Jung Eun,menunggu hingga Jung Eun kembali ke sisinya.