
Tujuh hari sudah berlalu aku dan Rian tak berkomunikasi. Hal itu tak menyulitkanku dalam menahan rindu, hah sungguh rindu. Bahkan weekend kali ini pun dia tak mengunjungiku, dia tak datang ke kotaku. Meski kadang aku merasa ada sedikit perubahan yang tidak seperti biasanya. Namun aku tetap sabar dan berdoa bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tiada hal yang tidak terjadi jikalau memang salahsatunya yang menginginkan. Semoga hal baik selalu melindungi. Aamiin
Saat itu, aku menemukan sebuah akun di Instagram Rian. Akun perempuan baru, aku juga tak mengenalinya. Namun entah kenapa, feelingku selalu berkutat pada nama akun tersebut. Sejauh itu aku masih tetap menahan diri dan diam-diam mencari tahu siapa pemilik akun perempuan itu. Tiba-tiba sore hari si Rian menghubungiku dan menanyakan kabarku, kujawab layaknya hal biasa ketika aku dan dia ngobrol. Dan aku pun tak lupa untuk menanyakan kembali kabarnya, kabar keluarganya. Obrolan manis pun tercipta sehingga semua tidak ada kecurigaan sama sekali. Aku juga tidak mau berpikir yang aneh-aneh sebab pikiran itu hanya melukai hatiku saja dan membuatku semakin overthingking.
Obrolan pun terhenti karena memang saat itu jam pulang kerja. Dan obrolan kita sambung malam hari, banyak hal yang dibicarakan namun tidak untuk satu hal atas nama akun yang aku temui di Instagram nya. Karena itu hanya akan membuat jelek mood dan runyamnya sebuah perasaan.
__ADS_1
Keesokan harinya, entah kenapa aku tiba-tiba ingin bermain ke meja kerjanya Erviana. Dan kulihat disana ternyata Erviana dan perempuan itu berada pada satu grup yang sama dan divisi yang sama. Haha seketika itu overthingkingku bertambah, namun aku sengaja diam dan tak bercerita kepada Erviana. Karena memang aku dan Erviana berbeda divisi jadi sedikit kurang paham atas jobdesc mereka, begitupun juga sebaliknya.
Tak lama itu dikantorku ada perubahan divisi dan jabatan. Haha yang awalnya berbeda alhasil dengan turunnya surat keputusan, akhirnya jabatanku dan Erviana pun di samaratakan. Dijadikan satu divisi dan jabatan yang sama. Dan secara tidak sengaja juga aku dan akun perempuan itu di grup yang sama. Semakin bisa aku mengulik secara diam-diam.
Semakin hari pasca perubahan jabatan itu, aku dan Erviana saling belajar untuk masing-masing jobdesc. Supaya nantinya bisa backup ketika salahsatunya tidak masuk kerja. Dan sejauh ini juga hubunganku dan Rian baik-baik saja, tidak ada desas-desus isu yang mensponsori. Hanya mungkin aku sendiri saja yang merasakan bahwa yang namanya perubahan dalam diri Rian itu ada. Ada yang berbeda tidak sama seperti pertama bertemu dan bercerita.
__ADS_1
Ku iyakan segalanya, kuisikan pulsanya setiap Minggu ketika ia meminta kiriman pulsa. Kemudian tak lama itu, Rian meminta tolong hal lain. yaitu meminta tolong meminjam uangku, dan dengan lugunya aku mengiyakan karena menurutku lagi dan lagi ketika seseorang meminta tolong, dan aku paham betul keadaan seseorang yang sedang tidak memiliki uang.
Akupun memberi dengan seadanya nominal maksudnya seadanya sisa uangku. Tak lama itu dia pun mengembalikan uangku tanpa kuminta duluan, dan sejauh ini aku merasa yasudahlah. Mungkin memang jalan cintaku seperti ini, dipertemukan dengan orang baik namun kadang acap kali menyebalkan. Penting tidak berkata kasar sudah membuatku lega, dan mau sabar ketika meminta tolong.
Lagi dan lagi kukatakan kepada diri sendiri untuk tak serta-merta percaya akan feeling didalam diri. Lagi dan lagi aku teringat akan satu nama akun Instagram yang ada di jumlah followers Rian. Entah kenapa pikiran itu selalu ada di otakku, padahal sebelumnya aku tidak pernah mengenal perempuan itu dan bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya.
__ADS_1
Aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk segala halnya semoga tidak terjadi apa-apa di hubunganku dan Rian. Selalu berharap baik ke depannya dan mampu mencapai tujuan awal dasar hubungan ini ada.
Next part 11 ygy🙌