Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 11


__ADS_3

Suatu hari ketika aku sedang mengobrol dengan Erviana, aku menanyakan tentang perempuan itu. Karena kebetulan Erviana cukup akrab dengan perempuan itu. Dan Erviana pun menjelaskan dengan sepemahamannya tentang perempuan itu. Dia mengenalinya dikarenakan perempuan itu baru join dikantor yang sama namun berbeda kota. Oke baiklah, sedikit lega aku mendengarnya. Sedikit hilang rasa overthingking yang menghantui pikiranku akhir-akhir ini.


Aku tak tahu sebelumnya, tidak ada kabar berita bahkan tidak ada angin lalu. Rian bersikap dingin kepadaku, lagi dan lagi aku di dinginkan olehnya. Entah karena apa aku juga tak tahu alasannya kenapa. Sempat aku bertanya, namun jawabannyq nihil. Sama sekali tidak terjawab, dan oke baiklah. Aku hanya mengikuti lakonnya. Dia baik, aku pun sebaliknya. Mengikuti alurnya mau kemana dan seperti apa adalah hal baru yang aku lalui saat ini.

__ADS_1


Sampai suatu ketika, overthingkingku tentang perempuan itu kembali lagi. Gusti Allah, ada apa ini. Kenapa nama itu selalu menemani malamku di otakku berputar bak akrab sekali. Aku mencoba menenangkan diri tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Sekalipun Rian aku tak berani untuk menceritakannya. Suatu pagi di kantor, Erviana sedikit curiga dengan perilakuku, Erviana pun dengan santai menanyakan hal itu kepadaku. Dan dengan lugunya aku menjawab bahwa semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah sekalipun aku dan Rian, dan Erviana pun percaya akan hal itu.


Weekend pun tiba. Seperti biasa aku yang didinginkan Rian mencoba untuk mencairkan suasana. Aku mencoba menghubungi Rian dengan segala keberanianku untuk mengajak Rian mengunjungi kotaku. Karena memang sudah lama tidak liburan bersama. Dan jawaban Rian cukup mengagetkanku, dia beralibi tidak bisa ambil libur hari Minggu dikarenakan ada perubahan shift kerja. Oke baiklah, sedikit tertegun aku mendengar jawabannya. Karena dengan rasa tidak percayaku terhadap jawaban Rian, aku mencoba bertanya kepada admin dikantor Rian. Kebetulan adminnya cukup paham betul karakter Rian dan keseharian Rian dikantor. Dan yang membuat aku kaget, lebih lebih kaget ternyata Minggu ini Rian libur dan bukan tidak bisa libur. Astaghfirullah, kaget sejadi-jadinya. Kenapa dia tega sekali membohongiku, apa salahku sehingga ia bertindak seperti itu.

__ADS_1


Ku ikuti permainan Rian hingga sejauh mana ia sanggup. Yang janjinya ingin tetap bersamaku dalam kondisi apapun, yang mau menemani bahagia sedihku, dan yang mau bertahan sejauh apapun jaraknya tetap memilihku. Karena rasa percayaku terhadapnya telah dinodai dengan kebohongan yang ia lakukan satu persatu. Aku tahu tapi aku lebih memilih diam karena aku ingin mempertahankan hubungan ini. Sebab suatu hubungan yang sudah membawa nama orangtua itu adalah suatu hubungan yang bukan main-main. Melainkan suatu hubungan yang memang sudah tau rencana ke depannya seperti apa dan bagaimana alurnya. Bukan untuk sebagai alasan berbohong demi kebaikan sekalipun.


Hari demi hari konflik bathin itu aku lalui. Karena memang aku perempuan yang tidak suka mengumbar cerita ke siapa-siapa sekalipun orangtuaku. Cukup kusimpan dan nanti ketika memang aku sudah tidak sanggup menahan, maka sebuah keputusan muncul dari dalam diriku. Entah itu keputusan baik atau bahkan sebaliknya.

__ADS_1


next part 12 gaes🥰


__ADS_2