Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 2


__ADS_3

Seketika itu, suatu hari cerita ini bermula. Aku seorang yang benar-benar menutup tentang kisah percintaanku, dan saat itu aku merasakan kembali apa itu cinta. Datanglah seorang laki-laki yang usianya berjarak lebih muda dariku sebut saja Rian. Kala itu aku dan Rian berkenalan via WhatsApp dan saat itu juga Rian sendiri yang menghubungiku. Aku dan Rian sama-sama bekerja di perusahaan yang sama hanya saja kantor kami berbeda. Ya sebut saja hubungan jarak jauh, karena dari kotaku ke kotanya berjarak kurang lebih 3 jam perjalanan.


Sempat tidak percaya bahwa seorang Tria yang dingin bisa berkenalan dengan seorang laki-laki yang jelas-jelas sebelumnya tidak pernah bertemu dan tidak pernah berkenalan. Seiring waktu berjalan, aku juga tidak tau kenapa perasaan itu muncul. Dan disini jelas-jelas tidak berpikir akan seperti itu jadinya.

__ADS_1


Tiga bulan pasca perkenalan, aku dan dia semakin dekat dan memutuskan untuk memiliki status. Dan saat itu tak banyak yang tau aku memiliki hubungan itu, hanya ketiga teman kantorku. Tapi lama-kelamaan semua orang bahkan satu kantor pun tahu akan hubungan tersebut. Memang benar adanya, ketika seseorang sudah menutup hati maka untuk menerima orang baru bukanlah pilihan yang mudah. Berkenalan pun juga butuh proses dengan memeriksa latar belakangnya seperti apa, garis keturunannya seperti apa, serta background keluarga besarnya juga.


Tibalah waktu ketika itu, Rian mengajakku untuk bersilahturahmi ke keluarga besarnya. Dengan segala cara dia mengajakku, karena memang pada kenyataannya aku adalah seorang perempuan dingin yang sulit untuk dekat dan kenal dengan orang asing. Dan pada saat itu, setelah aku mencoba izin kepada kedua orangtuaku akhirnya diizinkan lah aku untuk bersilaturahmi ke keluarga besar Rian.

__ADS_1


The first time, Alhamdulillah dari segala perbincangan dan obrolan bersama keluarga besarnya berlangsung lancar. Sedikit gugup karena memang belum pernah memiliki hubungan sampai berbau dengan orangtua atau dengan kata lain sudah terikat juga dengan orangtuanya. Aku akui, orangtuanya bahkan keluarga besarnya sangatlah baik. Aku bersyukur lagi dan lagi aku tak berhenti bersyukur akan hal itu.


Setelah itu, dikarenakan memang waktu sudah berangsur sore akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Dikarenakan keesokan harinya aku dan Rian sama-sama masuk kerja. Diantarnya lah aku pulang ke kotaku, dikarenakan cukup malam akhirnya Rian memutuskan untuk mencari penginapan di kotaku. Dan keesokan harinya Rian memutuskan untuk pulang ke kotanya dan menjalani aktivitasnya seperti biasa yaitu bekerja. Dalam hatiku masih saja terasa, Masya Allah di pertemukan lagi dengan orang baik, keluarganya yang baik. Tak lupa dan tak berhenti aku mengucapkan syukur untuk hal tersebut. Dan tak lupa juga aku menceritakan hal tersebut kepada kedua orangtuaku, bahkan sepertinya keluargaku memberikan lampu hijau terkait hubungan tersebut. Hehe

__ADS_1


Lanjut part 3 yupps :)


__ADS_2