Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 5


__ADS_3

Ok semua bermula disini. Segala konflik dimulai dan menyerang bagaikan air hujan yang terus-menerus menetes di bumi. Untuk konflik dengan salahsatu Keluarga besarku sudah aku kesampingkan, bahwa disini perlu diingat tujuanku pulang ke tanah kelahiran adalah silaturahmi dan bekerja. Disini aku juga memahami bahwa semuanya memang tidak harus dipikirkan apalagi untuk masalah sepele seperti itu. Terkadang aku berpikir konflik di rumah keluarga besar masih terasa sepele dibandingkan dengan masalah diriku sendiri.


Alih-alih berbicara konflik di rumah salahsatu keluarga besarku, tak terasa 1 tahun berlalu aku menjadi anak rantau di kota kelahiranku sendiri. Banyak kisah yang aku lalui serta banyak kepala yang sama hitam yang aku kenali. Tak henti-hentinya untuk selalu mengucap syukur bisa hebat melalui itu semua meski kadang menangis menjadi salahsatu alasan menjadi kuat. Karena untuk bercerita kepada orangtua saja rasanya malu ketika diri sendiri masih mampu melewati itu semua. Pernah bertanya kepada diri sendiri, kenapa bisa sehebat sekarang. Kenapa bisa mampu untuk melalui itu semua. Selalu bersyukur sebab doa orangtua menyertai langkahku.

__ADS_1


Masa tinggal di tanah kelahiranku sudah terlalui 1 tahun, kemudian di pekerjaanku sudah selesai masa trainingku. Hehe seneng sekali rasanya:) tapi ketika masa training telah selesai, masuklah konflik di kantorku. Konflik ini sebenarnya sepele namun Koordinator Cabang yang terlalu membuatnya menjadi besar. Kejadian ini bermula ketika aku di amanahkan untuk mengerjakan salahsatu jobdesc koordinator. Jujur aku sebenarnya tidak bisa melakukan itu, mungkin niatnya memang meminta tolong. Tapi pada kenyataannya koordinatorku saja tidak bekerja sama sekali ketika dikantor, itukah yang dijadikan alasan bahwa ia sibuk.


Dan disana aku sedikit berbohong untuk menghindari pengerjaan jobdesc tersebut. Aku bercerita kepada leaderku bahwa aku diperlakukan untuk mengerjakan tugas yang bukan tugasku. Dan seketika itu juga, leaderku menyampaikan berita tersebut kepada Koordinator Wilayah yang ada di kotaku. Kemudian, Duarrrrrrrr. Meledak amarahnya. Koordinatorku marah-marah di grup, dan menjelek-jelekkan kinerjaku dengan alasan BLA BLA BLA, dan saat itu juga dikarenakan aku sebagai karyawan junior maka aku meminta maaf karena kesalahanku.

__ADS_1


Hasil dari sidak tersebut akhirnya semua saling bermaafan meski di dalam hati masih terasa marahnya. Hehe akupun tak lupa untuk bercerita kepada Rian tentang permasalahan ini. Dan Rian pun mengikuti serta setuju dengan apa yang sudah aku lakukan sebelumnya. Disinilah bermula lagi aku menemukan kecocokan kedua antara aku dan Rian, yang mana dia juga mau belajar mengertikan dan memahami diriku sebagai perempuannya. Untuk lebih menenangkan pikiran dan otakku, akupun bergegas mencari makan siang bersama Erviana. Di waktu makan siang pun aku tak sedikitpun membahas kisah percekcokan dengan koordinator cabang tadi. Karena apa ya, membuat hilang mood saja. Wkwk, Jadi aku skip cerita tentang koordinatorku itu.


Tungguin part 6 yupp🙌🥰

__ADS_1


__ADS_2