Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 7


__ADS_3

Lagi dan lagi aku mengucapkan syukur atas apa yang telah aku peroleh dan apa yang telah aku lalui. Karir yang baik, percintaan yang baik maka nikmat mana lagi yang didustakan. Cukup asing untuk menjadi seseorang yang di posisi saat ini. Diberikan kepercayaan dari orang-orang baik untuk meneruskan karir ini. Berita baru terdengar olehku, Ternyata Kakak seniorku mutasi ke kantor yang lain. Ya meski jauh namun komunikasi tetap berlanjut meski meluangkan waktu untuk bertemu saja sulit. Aku dibimbing olehnya diperlakukan layaknya seorang adik kandung, cukup membahagiakan bukan? Senangnya itu jikalau merantau kita dipertemukan dengan orang-orang baik, orang-orang yang memberikan pelajaran baik tentang apapun itu. Jangan lupa juga jikalau sudah memperoleh gaji dari hasil pekerjaan, disisihkan juga untuk bersedekah ke sesama. Karena semua itu hanya titipan.


Tak lama itu temanku si Handriyanti memberi kabar buruk, yang mana ia harus mengaku resign dari pekerjaannya sekarang. Dikarenakan ia harus menikah dengan seorang laki-laki yang sebelumnya memang belum kita kenali, ya semoga seseorang tersebut mampu membimbing dan menjadi kepala keluarga yang baik untuk keluarga kecil Handriyanti. Diberikannya lah undangan untuk kita rekan-rekan dikantor. Aku dan Erviana pun memutuskan untuk ikut datang ke acara pernikahan Handriyanti, meskipun malam tapi kita di kawal oleh rekan-rekan yang lain. Dan kala itu, Masya Allah cantiknya pengantinku. Hehe

__ADS_1


Pangling, sumpah membuat pangling. Handriyanti cantik dan suaminya yang tampan. Dan yang lebih lucunya dikala semua sedang menikmati hidangan yang diberikan, aku dengan polosnya menawarkan diri untuk bernyanyi disana. Ya untuk hiburan saja, aku bernyanyi dan semua suka. Apalagi keluarga besar Handriyanti juga ikut tertawa melihat suara sumbangku kala itu. Ya ampun ada-qda saja kelakuan perempuan dingin satu ini. Hahah


Usai itu, pulanglah kita semua dari hadirnya pernikahan Handriyanti dan suaminya. Sesampainya dirumah, aku bercerita by telfon kepada Rian. dan aku bercerita tentang semua yang aku hadir di acara pernikahan Handriyanti. Dan dari sanalah aku dan Rian memutuskan untuk menyusun rencana matang dari berjalannya hubungan ini. Mulai untuk menabung sedikit demi sedikit menyisihkan uang gaji, kemudian susunan acaranya, dan masih banyak lagi. Ya namanya suatu hubungan, enggak mungkin hanya lurus-lurus saja. Dan itu harus ada plan ke depannya seperti apa. Penat sudah mengobrol dan akupun tertidur dikala telfon masih berbicara.

__ADS_1


Pekerjaanku hari ini sedikit rumit dikantor sehingga membuat moodku naik turun, ditambah aku dalam keadaan PMS. Hah, meledak-ledak rasanya jika mendengar kekesalan yang ada di kantor. Suara ramai hiruk-pikuk di kantor membuat aku pusing. Sebenarnya pekerjaan sepele namun karena berbagai macam faktor sehingga menyebabkan aku pusing sendiri. Tapi itu semua tak menyusutkan aku untuk tidak semangat, Rian juga selalu memberiku semangat. Tak henti-hentinya selalu memberi support tentang apa yang aku pilih dan tentang apa yang aku jalani. Selagi bersifat positif ia pun mendukung saja. Dan aku suka itu, seperti sosok yang hah ini memang pilihanku. Yang membuatku berkali-kali jatuh hati di setiap hari, yang membuatku lagi dan lagi untuk tidak mengucap sayang. Sayang sekali laki-laki ini Tuhan, ucapku setiap hari kala aku sedang tidak bersemangat dalam bekerja.


lanjut part 8 yup🤗

__ADS_1


__ADS_2