Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 13. Kebohongan Semakin Nyata


__ADS_3

Setelah kucoba menghubungi admin di kantor Rian, akhirnya aku pun mendapatkan semua jadwal kerja Rian dengan aba-aba supaya admin tersebut tidak memberitahukan ke Rian bahwa aku telah paham semua jadwal kerjanya. Aku yang awal sedingin itu menjadi cair seketika melihat Rian pada awal perjumpaan. Awal perjumpaan itu bermula ketika ia datang berkunjung ke kantorku, dikarenakan aku adalah karyawan baru maka di sisi itu dia mencoba mendekatiku. Dan dengan polosnya aku, aku meresponnya tanpa pelan-pelan tanpa melihat dulu siapa dia.


Hari hari berlalu aku dan Rian semakin dekat sampai akhirnya memutuskan untuk memiliki suatu hubungan. Sampai akhirnya hubungan tersebut diketahui oleh semua keluarga besar. Dengan segala pernak-perniknya yang menjadi alasan untuk tetap bisa bertemu denganku . Sejauh ini Rian tidak pernah sama sekali melampaui batas. Ia masih memegang teguh apa yang ia janjikan, dan apa yang ia yakini untuk tetap bersamaku.


Suatu hari, pikiranku kembali merujuk pada sebuah akun perempuan di Instagram Rian. Entah kenapa akun tersebut selalu mengganjal di pikiranku, bermain di otakku seolah-olah menjadi pertanda bahwa ia memiliki hubungan khusus juga kepada Rian. Namun sejauh itu berjalan, aku tak mau terlalu dalam memikirkan hal tersebut. Karena itu hanya membuatku sakit dan kecewa, ditambah lagi dengan segala kebohongan-kebohongan Rian yang satu persatu bermunculan.

__ADS_1


Masih tetap berusaha berpikir positif atas apa yang terjadi. Memaklumi dan kembali lagi bahwa tidak ada hubungan yang benar-benar serius kecuali memang laki-laki tersebut mengkhitbah kita. Kebohongan demi kebohongan selalu terkuak dengan sendirinya. Tanpa diminta dan tanpa di cari, selalu bersyukur saja. Selalu diberikan hal-hal yang tak terduga.


Sampai suatu hari, Rian sudah lama tak mengunjungiku bahkan tak pernah lagi kita menghabiskan weekend berdua. Dari perubahan itu aku mengira bahwa memang hubungan ini tidak bisa di lanjutkan lagi. entahlah, runyam rasanya. Ditambah nama akun Instagram perempuan itu tak pernah hilang dari pikiranku. Entah memang ini adalah karakter dari diriku, yang jikalau sudah cinta memang terlalu bucin. tapi sebelum jatuh cinta rasanya sulit untuk membuka hati.


Siapa yang tau menuju ke sana, ditambah dengan segala keluarga besar sudah memberikan lampu hijau. Jadi hal apalagi yang diragukan? Aku rasa tidak ada, tinggal prosesnya saja antara aku dan Rian akankah ada jalan menuju ke sana. Akankah rencana tersebut terlaksana dengan lancar dan baik.

__ADS_1


Hanya waktu yang mampu menjawab akan hal itu. Aku percaya tidak ada usaha yang sia-sia. Dan aku selalu yakin bahwa aku dan dia akan selalu bersama dan berusaha menuju tatanan rencana baik di awal perjumpaan. Entah terlalu singkat perkenalan antara aku dan rian, atau memang ini sifat kekanak-kanakan Rian baru terlihat.


Ragu, perasaan ragu itu tiba-tiba menyelimuti hati dan pikiranku. Entah kenapa itu bisa terjadi, aku berusaha untuk meminta kepada sang pemilik hati supaya di bukakan langkah selanjutnya, tapi malah kebohongan demi kebohongan terkuak dengan sendirinya. Berat, tapi rasa hati sungguh ingin bersama sampai akhir nanti.


Next part 14 ygy😍

__ADS_1


__ADS_2