Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 6


__ADS_3

Hari-hari berlalu setelah percekcokan dengan koordinator dikantorku. Suasana kantor yang awalnya berirama terasa kerja samanya, namun secara perlahan berubah menjadi dingin. Meskipun sudah saling memaafkan namun masih saja terasa hawa-hawa pasca percekcokan tersebut. It's OK tidak apa-apa, ujarku di dalam hati. Yang mencoba menenangkan hatiku sendiri, menenangkan jalan pikiranku untuk tetap berdiri pada pilihan dan jalan karirku. Tak lama itu aku mendengar kabar bahwa si Rian tiba-tiba mengunjungi kantorku tanpa sepengetahuanku. Hahah aduh hal apalagi ini, kenapa tiba-tiba datang tanpa memberi kabar. Bahagia sekali rasanya, karena memang sebelumnya jam bertemu pun hanya pada waktu weekend saja.


Dan kutanyakan perihal mengapa ia datang kekantor tanpa sepengetahuanku bahkan tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Ia menanggapi dengan senyam senyum, haduh anak ini membuatku tertegun saja di dalam hati. Akhirnya, akupun mengajaknya untuk makan siang bersama. Di waktu makan siang tersebut, kusambi bercerita perihal percekcokan ku kemarin dan dengan dewasanya dia menanggapi secara langsung untuk mengalah saja. Selagi masih bersamaku, karirmu aman. Hah, sontak dalam hatiku bertanya-tanya. Haha kenapa bisa seperti itu jawabnya, dan dia menjawab bahwa Koordinator Wilayah yang menengahi percekcokanku itu adalah kakak iparnya si Rian.

__ADS_1


Astaghfirullah, wkwk aku harus bagaimana ini. Bagaimana bisa seorang Tria yang dingin mampu mengalahkan hati seorang adik dari Koordinator Wilayah dikantorku. It's ok baiklah, aku mencoba menenangkan diriku sendiri untuk tidak gugup pasca mendengarkan ceritanya. Bahagianya saat itu ketika banyak yang mempercayai bahwa aku memang tidak bersalah pada kasus itu. Banyak juga yang mendukung salahsatunya ya Rian itu sendiri, kemudian kakaknya itu selalu koordinator wilayah dikantorku.


Setelah makan siang selesai akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kantor. Saat itu aku masih bersama Rian, sebelum Rian pulang ke kotanya aku sempat menanyakan kenapa dia tidak masuk kerja untuk hari ini. Dan ia pun menjawab bahwa hari ini Rian mengajukan perubahan shift kerja. Ya Allah, sebegitunya rencana untuk singgah ke kotaku. Apakah menunggu hari Minggu itu lama? Tidak kan, haha ada-ada saja kekasihku ini.

__ADS_1


Rian pun kembali ke meja kantorku, setelah obrolan panjang yang ia mulai dengan koordinatorku. Dan saat itu, Rian memutuskan untuk pulang ke kotanya. Ia pun berpamitan kepadaku, kepada teman-temanku, kepada rekan-rekan kerjaku yang lain serta kepada koordinatorku. Aku pun berpesan untuk hati-hati ketika mengendarai motor ketika pulang ke kotanya, dikarenakan memang cukup jauh jaraknya dan kondisi jalan yang super pegunungan. Tak lupa juga untuk selalu menggunakan safety diri seperti helm, jaket, sepatu juga. Rian pun pulang kala itu, tinggalah aku dikantor bersama Erviana dan rekan-rekqn yang lain. Seketika itu obrolan dikantor berubah menjadi asri kembali, entah apa yang sebelumnya menjadi bahan obrolan Rian bersama koordinatorku. Seolah-olah kembali seperti semula tapi Alhamdulillah tuhan. Aku bersyukur sebab hadirnya Rian dihidupku membuat aku percaya kembali akan cinta, dan hadirnya Rian pun mampu membuatku paham untuk menghargai dan mengertikan perasaan seseorang. Mencoba membaca segala karakteristik orang-orang di sekitar. hHarapku, semoga Rian tetap menjadi laki-laki yang seperti ini. Sayang sekali rasanya, partner terbaik dalam segala kondisi🥰


Next Part 7👋

__ADS_1


__ADS_2