Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster

Perjalanan Itu Seasik Roller Coaster
Part 4


__ADS_3

Rasanya jika sebuah hubungan hanya baik-baik saja tidak akan semenarik itu untuk dijalani. Musti ada hal-hal yang dijadikan sebagai bumbu didalam sebuah hubungan. Cemburu salahsatunya, entah kenapa aku memiliki feeling yang buruk tentang hubungan ini. Padahal di awal hubunganku dengan Rian baik-baik saja bahkan terlihat berjalan bersama beriringan dan saling mengingatkan.


Itulah kenapa diciptakan sebuah kehampaan dalam diri seseorang. Meskipun sudah memiliki tambatan hati, namun masih saja merasa kurang. Acap kali menjadi perbincangan yang membuat semuanya menjadi runyam dikarenakan salahsatu tidak mau mengalah. Bahkan ingin menang sendiri dikarenakan rasa egois didalam diri. Entah itu aku yang kurang dewasa, atau si Rian yang masih terlihat kekanak-kanakan.


Masalah itu bermula ketika Rian meminta tolong kepadaku untuk mengisikan pulsa seluler handphone-nya. Namun ketika itu, aku sedang tidak memiliki uang untuk hal tersebut. Uangku hanya cukup untuk kebutuhanku saja saat itu, sehingga terjadilah percekcokan. Hanya dikarenakan masalah sepele, Rian dengan kasarnya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas didengar oleh seorang perempuan. Entahlah, saat itu hatiku langsung terenyuh mendengarkan kata-kata tersebut. Kaget didalam diri tanpa sadar seseorang yang aku sayang mampu bertutur kata kasar kepadaku.

__ADS_1


Pasca percekcokan antara aku dan Rian, aku bertindak untuk mencoba dan memberi pengertian terhadap Rian. Karena memang keadaannya seperti itu aku pun tidak bisa memaksa diri sendiri untuk mencari pinjaman demi memberikan pulsa. Kukatakan lah yang sebenarnya, namun Rian tetap tidak percaya dan bahkan setelah berucap kasar ia langsung menghilang dan tak memberi kabar.


Akupun juga seperti itu, ketika sudah memberikan pengertian dan penjelasan namun semua itu tidak didengar bahkan sengaja di hilangkan dari pendengarannya. Tiga hari berlalu, tiba-tiba Rian menghubungiku lagi. Aku juga tidak tahu alasan dia seperti itu. Yang jelas pasca percekcokan dia tetap menghubungiku dan meminta maaf atas hal yang tidak seharusnya ia ucapkan kepadaku. Dan responku kala itu, aku mencoba untuk memaafkan kejadian tersebut dan memberikan sedikit wejangan kepada Rian untuk tidak mengulangi kesalahannya. Dan Rian pun mengiyakan dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya.


Acap kali kejadian tersebut terulang terus menerus. Entah mungkin karena kesibukan juga yang menyebabkan Rian tak kunjung menemuiku dikotaku. Sudah jarang sekali bertemu, hanya via daring saja. Dan sebagai penggantinya dia selalu menitipkan Snack apapun itu, bahkan pernah juga dikirimkan Snack asli khas kotanya. Hehe Masya Allah, kenapa sih ini anak baik sekali. Ujarku di dalam hati serambi tersenyum dan tersipu malu.

__ADS_1


Selalu berdoa dan minta ke sang pencipta untuk hubungan ini semoga tidak berhenti di tengah jalan, namun bisa berlanjut hingga ke pelaminan. Dan diberikan sosok pasangan yang baik seperti Rian, serta keluarga besarnya yang baik-baik merupakan suatu kebahagiaan tersendiri didalam hidupku. Dan kala itu aku masih tinggal dirumah salahsatu keluarga besarku.


Tiba saatnya, aku memiliki sedikit problem dengan salahsatu keluarga besarku. Tentang aku yang menginap dirumahnya, konflik itu sebenarnya sepele. Namun selalu diungkit-ungkit dan dipermasalahkan. Toh juga 5% gaji dariku bekerja itu disisihkan untuk membantu keadaan dirumah tersebut. Hampir tiap bulan tak pernah terlambat kubayarkan tapi selalu saja di salahkan. Ada saja yang salah dari diriku. Hehe benar yaaa kata orang, hidup bersama keluarga yang bukan nenek atau bahkan kakek kita itu akan membuat runyam diri sendiri. Efeknya bisa ke mana-mana, pekerjaan sedikit terganggu. Dirumah pun runyam rasanya dan tidak tenang.


Tungguin part 5 yupp:)

__ADS_1


__ADS_2