
Belajar mengajar berlangsung seperti biasanya, meskipun pemandangan kali ini berbeda karena ada nya dua muka yang tampak masih baru yaitu Valencia dan juga Joni.
Joni tidak ikut Belajar seperti Valencia dan juga murid-murid lainnya, akan tetapi Joni mengawasi sekitar seperti melihat murid-murid yang tampak memperhatikan nona mudanya.
Sesudah 3 jam berlalu, kegiatan pelajaran pertama berakhir dan diganti dengan jam istirahat, tampaknya kelas Valencia terlambat 5 menit istirahat karena meminjam waktu Sebentar untuk berkenalan dengan Valencia.
Setelah semuanya selesai, Valencia juga Joni segera keluar dari kelas, ketika mereka berdua Wardah di dalam kelas tempatnya sudah ada Daniel.
Daniel tampak bersandar di tembok samping pintu, sambil memainkan handphonenya.
"Ka." Ucap Valencia menyapa kakaknya, sedangkan untuk Joni ia hanya berdiri di belakang Valencia dengan muka datar nya.
Mendengar suara yang sangat familiar, akhirnya Daniel berhenti memainkan ponsel dan segera menoleh kesamping, mendapati sang adik yang ada di sampingnya akhirnya Daniel mengeluarkan senyum manisnya, meskipunya hanya terlihat sedikit.
"Ayo kita makan, pak Jon ayo." Ucap Daniel kepada Valencia, sesaat sesudahnya ia berahli kepada pengawal yang menjaga adiknya.
__ADS_1
Ketiganya saat ini tanpa kerja disoroti satu sekolah, karena Valencia yang menggunakan bodiguard pribadi dan juga berjalan bersama dengan Daniel Alexander, tentu saja mereka menjadi bahan sorotan satu sekolah karena tidak ada yang tahu jika Daniel dan juga Valencia adalah saudara kandung.
Karena mereka tidak mengetahui Valencia dan juga Daniel adalah saudara kandung dan tak lain dan tak bukan adalah adik dan kakak, akhirnya mereka salah paham dan mengangkat ketika kedua kakak beradik tersebut merupakan sepasang kekasih, Tetapi ada juga yang menganggap jika mereka berdua merupakan teman dekat atau saudara.
Daniel melihat para teman dekatnya berada tak jauh dari mereka, akan tetapi tidak ingin adiknya merasa tidak nyaman jika bergabung bersama dengan teman-teman dekatnya.
Daniel memperhatikan seluruh penjuru kantin, rata-rata hampir semua meja sudah terisi, setelah memperhatikan lebih lagi ternyata yang kosong tinggal di bagian tengah saja akhirnya Daniel menuntun sang adik untuk duduk di kursi meja yang kosong tersebut.
"Kalian ingin makan apa ?" Tanya Daniel kepada keduanya.
"Tidak perlu." Tolak Daniel dengan dingin, karena iya yakin jika Joni yang memesan maka akan sangat lama.
Sudah tidak menjadi rahasia umum di sekolah, jika Daniel Alexander memesan makanan maka makanan tersebut tidak akan lebi dari 10 menit akan tiba, ia selalu didahulukan apabila memesan makanan.
Akhirnya Valencia dan juga jenuh menyebutkan apa yang ingin mereka makan, Valencia tampak berbagi cerita kepada Joni sesaat setelah Daniel menuju tempat pesan makanan.
__ADS_1
"Pak Joni, pak Joni." Panggil Valencia dengan ceria.
"Yah non, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Joni kepada nona mudanya.
"Tidak ada, aku hanya ingin bercerita saja, apa pak Joni ingin mendengarkan cerita saya?" Jawab Valencia dengan mata berbinar.
"Yah, tentu saja nona, saya dengan senang hati mendengar cerita dari nona Tania." Jawab Joni sambil sedikit tersenyum, lama mengabdi di keluarga Alexander membuat ia begitu dekat dengan ketiga anak Alexander, apa lagi dengan si bungsu.
"Kemarin ketika aku bermain sosial media aku melihat buku-buku dan aku ingin memilikinya, tapi harga 1 bukunya tidaklah murah." Ucap Valencia sambil tersenyum sedih, meskipun Ia keluarga Nggak sadar tetapi ia selalu memikirkan apa yang dapatkan sesuai dengan harganya atau tidak, jika untuk mendapatkan suatu barang dengan harga yang tidak masuk akal maka ia tidak akan mengambil barang tersebut.
"Bagaimana kalau saya memberi buku itu sebagai hadiah untuk nona, karena sekarang nona sudah bisa bersekolah seperti tuan muda Daniel." Tawar Joni, karena jika ia memberikan hari ini coba-coba pasti Valencia akan menolak.
Bukan hanya keluarga Alexander saja yang memanjakan Valencia, akan tetapi para bodiguard yang sudah lama dekatpun bersedia memenuhi kebutuhan sudah pasti membuat Valencia senang.
Valencia tampak berbinar dan juga berpikir, karena Joni mengatakan itu sebagai bentuk hadiah maka ia akan menerima dengan senang hati.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih." Ucap Valencia dan memeluk Joni sebentar.