
***Halo semuanya, Terima kasih karena kalian sudah mau mampir ke karya baru aku, aku secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada orang-orang yang sudah senantiasa mendukung aku dari awal sampai sekarang, mungkin aku tidak bisa untuk mengingat siapa saja, tapi aku percaya kalian adalah yang terbaik.
Maaf jika mungkin banyak TYPO yang bertebaran dimana-mana, maaf juga kalau misalnya aku jarang buat up dulu dalam waktu satu minggu kedepan, karena aku ada tugas sekolah yang bukan hanya cukup banyak tapi sangat banyak.
Selamat menikmati dan juga jangan lupa untuk like comment dan juga vote, terima kasih semua***.
Saat ini semua sudah kembali ke Jakarta di mana mereka tengah disibukan dengan semua keperluan Valencia, ayah dan ibu dari Valencia, Michael, dan Daniel sampai turun tangan untuk memeriksa semua keperluan dari Valencia.
Valencia saat ini tengah berbaring di kamarnya sambil menonton salah satu video kartun yang menjadi kesukaannya, saat ini Ia memang masih belum menyadari jika di depan sedang ribut dengan segala keperluan sekolahnya.
"Michael, mana adik perempuan mu?" Tanya sang ayah kepada putra pertama.
"Sepertinya saat ini Valencia berada di kamar pribadinya." Jawab Michael.
"Baiklah." Ucap sang ayah sebelum meninggalkan Michael.
Saat ini Alexander berjalan ke arah kamar Putri bungsunya, ketika ia masuk ia mendapati jika Sang Putri tengah menonton film kartun, putrinya memang sudah beranjak menjadi wanita remaja akan tetapi sifat dan karakternya masih menunjukkan jika ia adalah anak kecil.
"Sayang." Ucap sang adik.
"Ayah." Jawab Valencia yang kaget mendapati ayahnya berada di kamar.
" Apakah ayah bisa berbicara sebentar ?" Tanya sang ayah.
"Tentu saja." Jawab Valencia sambil tersenyum.
__ADS_1
" Apakah kamu yakin ingin bersekolah di tempat Kak Daniel, Apakah memang kamu sudah tidak ingin merubah keputusanmu ?" Tanya sang ayah yang tampak enggan untuk membiarkan putrinya hidup di luar sana.
"Tentu saja Valencia sudah yakin, dengan keputusan yang Valencia ambil, lagi pula di sekolah nanti akan ada Kak Daniel yang bisa menjaga Valen." Jawab Valencia sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu kamu harus hati-hati, jangan mudah dekat dengan orang yang baru kamu kenal, jika ada yang berani macam-macam kamu jangan segan untuk laporkan kepada ayah, karena sudah pasti ayah akan mengetahui itu semua." Peringat sang ayah.
Valencia selama hidup tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak baik dari orang-orang terdekatnya, maka dari pada itu ayahnya tidak akan segan-segan untuk memberikan perhitungan kepada orang yang berani bersikap tidak baik terhadap Valencia.
-
Keesokan harinya di meja makan sudah ada Michael Valencia dan juga Daniel, mereka saat ini sedang menunggu kedua orangtua mereka untuk ikut bergabung.
Setiap pagi mereka akan menyempatkan waktu untuk makan bersama, mereka akan memulai sarapan ketika semua orang sudah berkumpul di meja yang sama, itulah yang diterapkan oleh ayah dan bunda mereka.
" Apakah kalian bertiga sudah selesai ?" Tanya sang ayah sambil meletakkan alat makan diatas meja.
"Yah ayah." Jawab mereka bertiga dengan kompak.
" Valencia, hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah umum, Ayah tidak akan membiarkan kamu pergi sendirian meskipun di sana sudah ada kakak kedua." Ucap sang ayah dengan berat hati, sebelumnya ia tidak pernah melepas putrinya untuk berada di dunia luar.
"Baik." Jawab Valencia karena jika ia protes akan hal tersebut bisa jadi ia dibatalkan untuk bersekolah di sekolah umum, lebih baik menurut daripada tidak sama sekali itulah yang dia pikirkan sekarang.
"Daniel, kamu memiliki tanggung jawab yang besar saat ini, karena selama Valencia berada di sekolah ia menjadi tanggung jawab kamu, kamu sudah tahu apa konsekuensinya jika adik kamu kenapa-napa." Saat ini Ayahnya beralih kepada anak kedua yang tidak lain adalah Daniel.
"Aku sudah mempertimbangkan semuanya, dan aku bisa menjaga adikku." Jawab Daniel ketus.
__ADS_1
"Michael, jika kedua adikmu berbuat kesalahan, maka kamu sendiri sudah tahu apa yang bisa saya lakukan bukan, tugasmu adalah menjaga keduanya dan juga menjaga diri kamu sendiri, tugas kamu sebagai seorang kakak bukanlah hal yang mudah jadi jangan pernah menyampaikan hal itu Michael." Terakhir ayahnya berpesan kepada Michael sebagai kakak pertama.
"Kedua adikku akan menjadi tanggung jawabku, tapi ibu akan menjadi tanggung jawab ayah." Jawab Michael dengan suara yang terdengar dingin.
Entah apa yang membuat Michael bersikap dingin terhadap sang ayah, Mereka berdua adalah orang yang sama-sama keras dan juga berpendirian, akan sangat sulit untuk menurunkan ego keduanya.
"Baiknya sekarang kalian segera berangkat, jangan sampai Adik kalian terlambat di hari pertama ia memasuki sekolah." Potong sang bunda.
"Baik bun." Jawab Mereka semua.
Hari ini Valencia akan berangkat sekolah bersama dengan kakaknya Daniel, sepanjang perjalanan Valencia terus tersenyum lebar karena ia begitu excited bersekolah di sekolah umum, menjadi siswi homeschooling bukanlah hal yang menyenangkan maka dari pada itu ia tersenyum bebas, meskipun banyak pengawal yang mengikuti ia.
Sesampainya di A'School mereka langsung saja menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi, mereka sudah mengenali mobil yang di mana milik Daniel Alexander, akan tetapi yang berbeda saat ini adalah dimana banyaknya mobil yang mengawal mobil Daniel.
"Kakak, Kenapa aku sekarang menjadi deg-degan? "Tanya Valencia kepada kakaknya.
" Kamu tidak usah khawatir, karena tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap kamu di sekolah." Jawab Daniel sambil tersenyum kecil karena ia mengerti sang adik merasa nervous.
Bukan pemandangan yang biasa ada seorang wanita yang turun dari mobil Daniel Alexander, Daniel Alexander tidak pernah membiarkan 1 orang wanita untuk masuk ke dalam mobilnya, terkecuali untuk adik dan juga bundanya, tapi selama ini mereka tidak pernah mengetahui siapa adik dari Daniel Alexander. Mereka tentu saja sudah mengetahui siapa Bunda dari Daniel atau nyonya besar Alexander, karenanya besar Alexander selalu terlibat dalam acara bakti sosial yang diadakan oleh kalangan atas.
"Kak, Kenapa mereka terus menatap ke arah kita?" Ucap Valencia ketika tidak sengaja memperhatikan sekitar di mana orang-orang terus menatap dirinya dan juga kakaknya.
"Tidak usah dipikirkan, sekarang sebaiknya sekarang kita segera ke kelas kamu, karena sebentar lagi bel akan segera berbunyi." Jawab Daniel sambil tersenyum kecil dan tidak lupa untuk mengusap puncak kepala Valencia.
Sifat Daniel yang terkesan lembut dan juga romantis membuat para siswi menjadi gemetar, selama ini mereka tidak pernah melihat Daniel bersikap lembut terhadap seorang wanita, karena sikap Daniel yang selalu dingin dan juga tidak tersentuh.
__ADS_1