
Mich dan Daniel masih berdiskusi, mencari solusi dan jalan keluar terbaik agar supaya adik mereka Vallencia bisa merasakan kehidupan normal seperti mereka.
Sampai pada akhir Nya tuan Lie mengambil keputusan yang sangat tidak terduga, memberikan izin dengan syarat hanya satu bulan. Yah satu bulan saja tidak lebih.
"Baik, kita lupakan masalalu. Sekarang ayah memberikan Izin selama satu bulan, cukup satu bulan dan tidak ada tawar menawar lagi." Ujar tuan Lie dengan helaan nafas.
"Baiklah mengerti, dan kami setuju." Jawab Daniel dan Michael bersemangat.
Pada akhir Nya usaha mereka tidaklah berakhir dengan sia - sia, yah meskipun hanya mendapatkan waktu sebanyak 1 bulan untuk bersekolah di sekolah yang sama dengan Daniel. Setidaknya adik mereka akan merasakan indahnya dunia luar.
Adik mereka Valencia memang sudah mengikuti homeschooling sejak ia paud, Valencia tidak memiliki teman selain kakak-kakaknya dan juga saudara sepupunya.
Selesai berdiskusi, Mich dan Daniel segera izin meninggalkan ruangan sang ayah. Mereka sudah sangat tidak sabar menyampaikan kabar baik pada si bungsu Vallencia.
Wajah Mich dan Daniel tampak sudah secerah mentari, terus tersenyum sebelum menyampaikan kabar baik. Kejutan kecil yang tidak pernah terpikirkan.
__ADS_1
Tok .. tokk .. tokkk ..
"Cia, ini kakak." Ucap Daniel dari balik pintu, suara - nya terdengar begitu lembut dan hangat.
"Apa kakak di ijinkan untuk masuk ?" Tanya Daniel lagi, setelah berpandangan dengan kakak Nya Mich. Karena tidak mendapat sautan dari dalam kamar.
"Masuk saja kak, pintu Nya tidak aku kunci. " Terdengar suara Vallencia yang serak, suara khas habis menangis.
Michael dan juga Daniel saling berpandang serta tersenyum kecil, dari suara yang terdengar seperti Nya Vallencia baru habis menangis. Tapi bersikap seperti tidak terjadi apa - apa, bisa dikatakan mulai pandai menyimpan perasaan dan tidak ingin membebani orang lain.
"Uh, seperti Nya ada yang baru habis menangis." Goda Mich dengan senyum kecil.
"Kakak ingin memberi hadiah, eh tidak bukan hadiah, lebih tepatnya kejutan kecil yang mungkin akan sedikit membuat kamu lebih baik dan juga tersenyum." Ujar Michael dengan menaik turunkan alisnya agar sang adik penasaran.
Valencia yang cantik sedang menatap kedua Kakaknya secara bergantian dengan rasa penasaran, berpikir sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh kedua Kakaknya.
__ADS_1
"Jadi apa itu ?" Tanya Valencia dengan wajah penasaran, ia juga cemberut saat kakak pertama tidak langsung menjawab pertanyaan - nya.
"Kasih tahu sekarang atau besok aja ?" Tanya Michael kepada adiknya Daniel.
"Ehmmm." Daniel meletakan jarinya di kepala sambil berpikir.
"Ihh nyebelin." Ucap Valencia ia merasa sangat amat kesal karena berfikir dipermainkan oleh kakaknya.
"Hahaha, udah besar tapi tetap aja masih kayak anak kecil." Jawab Daniel puas setelah berhasil membuat adiknya yang cantik kesal dengan dihiasi tawa - nya.
"Tau ih, menyebalkan saja ." Kesal Valencia.
Kedua kakaknya tertawa melihat tingkah menggemaskan dari Vallencia, Vallencia adalah adik perempuan mereka satu-satunya yang selalu bersikap manja dan juga menggemaskan, sejak kecil selalu saja menarik perhatian siapapun memang seluruh anggota keluarga sangat sangat menyayangi dan selalu menuruti permintaan dari nona mudq tersebut.
Meskipun Michael dan Daniel sangat sering menjahili Valencia, tapi tidak dipungkiri jika kedua tuan muda tampan sangat amat sayang dan juga prosesif terhadap Valencia.
__ADS_1
Valencia kecil ia selalu saja menjadi rebutan dari keluarga besar Lie, kedua Kakaknya harus ikhlas berbagi adiknya dengan saudara sepupu.
Bukan hanya kakak-kakak dan kedua orang tua serta kakek-neneknya saja yang begitu menyayangi Valencia, sepupu tante dan juga Kerabat lainnya begitu menyayangi dan juga perhatian terhadap Valencia sehingga Valencia tidak pernah kekurangan kasih sayang, tapi tetap saja rasa penasaran akan dunia luar pasti ada dan tumbuh dengan sendiri Nya.