Perjalanan Nona Muda Valencia

Perjalanan Nona Muda Valencia
Episode Enam


__ADS_3

Hallo semua, Jangan lupa Like, Komen dan Vote yah, terima kasih semua, selamat menikmati karya baru Author.


Saat ini pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di Bandara Lombok, Valencia Michael dan Daniel bergegas untuk turun dan mengambil barang mereka, mereka menjadi tamu VIP sehingga dengan muda mengambil barang mereka tanpa menunggu dengan waktu lama.


Valencia sejak tadi tidak berhenti tersenyum cerah ketika turun dari pesawat, Iya saat ini bergelayut manja di lengan milik Michael, Michael hanya menampilkan wajah datar tanpa menolak sama sekali.


Sedangkan untuk Daniel dia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dari adik kecilnya, adiknya memang selalu bersikap manja tanpa tahu tempat tetapi ia sangat senang melihat sifat manja dari sang adik.


" Ayo cepat. " Ucap Valencia kepada kakaknya.


" Iya tunggu sebentar ya. " jawab kakaknya Michael.


"Kenapa kamu selalu saja tidak sabar. " Daniel kepada adiknya.


Valencia hanya cemberut, Iya memang begitu excited sehingga terlihat begitu tidak sabaran, kalau ini adalah pertama kali Valencia datang ke Lombok maka daripada itu ia sangat penasaran dengan keindahan Lombok.


"Kak." Panggil Valencia.


"Ada apa ?" Tanya Michael kepada adiknya.


" Aku sudah lapar. Bisakah kita makan ?" Tanya Valencia dengan polosnya.


"Tentu saja bisa, Kamu mau makan apa ?" Tanya Michael kepada adiknya.


"Makan apa saja, karena perutku sudah sangat lapar dan cacing-cacing minta untuk diberi makan." Jawab Valencia aneh-aneh.


" Emangnya di dalam perut kamu ada cacing-cacing? " Tanya Michael kepada adiknya sambil geleng-geleng kepala.


"Mungkin saja, maka dari pada itu ia selalu saja seperti cacing kepanasan." sambar Daniel dengan wajah tanpa dosa.


"Daniel." Peringatan dari sang kakak pertama.


" Ayolah tadi aku hanya bercanda saja." Jawab Daniel karena ucapan tadi dianggap serius.


Setelah beberapa judan mereka mengambil semua barang-barang mereka langsung saja keluar dan menaiki mobil yang sudah disediakan oleh orang-orang Daniel.

__ADS_1


Daniel adalah putra dari keluarga Alexander dan sudah hampir semua orang mengetahui akan hal, tetapi mereka masih belum mengetahui identitas Michael dan juga Valencia.


"Kak, Kita akan pergi kemana saja? " Valencia kepada kakak Daniel.


"Hari ini kita akan beristirahat hari jadi penginapan pinggir pantai, dan juga tadi kamu bukannya kamu sudah lapar kita akan makan lebih dahulu sebelum kita pergi ke penginapan." Jawab Daniel sambil tersenyum kecil.


Daniel memang selalu senang untuk menggoda adik perempuannya tersebut, akan tetapi Daniel tidak jauh berbeda dari Michael yang terlalu protektif terhadap adik perempuan satu-satunya.


"Kemarilah." Ucap Daniel kepada adiknya.


"Ada apa ?" Tanya Valencia akan tetapi ia tetap mendekat.


"Tidak apa-apa." jawab Daniel sambil merangkul adiknya dengan posesif, tentu saja Valencia tidak menolak dan ia merasa nyaman dengan rangkulan dari kakaknya.


Tiba-tiba saja ia merasa mengantuk dan dia tertidur di dalam pelukan sang kakak kedua, Valencia bahkan terlihat begitu pulas ketika ia tertidur.


"Ternyata sekarang adik kecilku Sudah tumbuh menjadi dewasa." Ucap Daniel sambil membelai puncak kepala Valencia.


"Sekarang bahkan dia sudah memasuki sekolah menengah atas, Sebentar lagi mungkin dia akan memiliki kekasih." Lanjut Daniel yang terus memperhatikan adiknya.


"Dia masih kecil, belum saatnya ia memiliki kekasih." Sinis Michael yang tidak merelakan jika adiknya memiliki kekasih dalam waktu dekat itu.


"Cepat atau lambat dia akan jatuh cinta dan memiliki kekasih." Bantah Daniel.


" Sudahlah, dia tataplah putri kecil keluarga Alexander, untuk berpacaran belum waktunya." Akhir Michael yang tidak ingin berdebat karena adiknya sedang tertidur.


Hanya dalam waktu 15 menit mereka sudah sampai di salah satu restoran yang cukup sederhana, Daniel Sudah beberapa kali berkunjung ke Lombok maka dari pada itu ia yang memilih semua tempat yang akan dikunjungi.


"Tuan Putri bangunlah." Ucap Daniel membangunkan adiknya secara perlahan.


"Bangun dulu." Ucap Daniel sambil tersenyum kecil.


Setelah mereka berusaha hampir 3 menitan untuk membangunkan Valencia, akhirnya Valencia bangun dan menatap sekitar.


" Apakah kita sudah sampai ?" Tanya Valencia kepada kakaknya.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat sekarang kita sudah sampai, tapi sebelumnya kita akan makan dulu." Jawab Daniel dengan senyum menawannya.


"Gendong." Ucap Valencia kepada kakaknya, pasalnya ia sangat enggan untuk berjalan.


"Baiklah." Jawab Daniel langsung mengiyakan permintaan sang adik.


Daniel adalah seorang kakak yang idak akan sampai hati untuk menolak permintaan dari adiknya Valencia, Valencia adalah tuan putri yang memang selalu saja bersikap manja terhadap kedua Kakaknya ia bahkan tidak peduli dimanapun dan kapanpun itu.


Valencia bahkan tidak merasa malu ketika ia masih digendong oleh kakak-kakaknya, kakak-kakaknya adalah superhero menurut dia setelah ayahnya, jika ayahnya selalu bersikap tegas dan galak maka kedua Kakaknya akan selalu memanjakan dirinya.


"Kak, Apakah tidak apa-apa kita makan di tempat seperti ini ?" Tanya Valencia tampak ragu, karena selama ini ia belum pernah makan di tempat sederhana.


" Tentu saja tidak apa-apa, emangnya kenapa? " Jawab Daniel.


" Tapi sebelumnya Ayah sudah pernah berpesan jika tidak boleh makan di tempat sembarangan, nanti aku bisa dihukum oleh Ayah jika sampai aku berani melanggar peraturan yang sudah dibuat." Jawab Valencia dengan cemberut ingat sikap posesif dan juga galak dari ayahnya.


"Tenang saja, ayah tidak akan marah karena kakak sudah beberapa kali berkunjung ke tempat seperti ini." Jawab Daniel yang mengerti terhadap kekawatiran sang adik.


Valencia adalah tipe anak yang penurut dan tidak membangkang sehingga setiap peraturan yang sudah diterapkan oleh kedua orang tuanya akan tetapi ia turuti.


Sejak kecil Valencia selalu diajarkan jika kedua orang tuanya tidak melihat ia melakukan kesalahan, tapi ia harus tahu jika yang di atas melihat semua tindakannya tanpa menutup mata, ia tidak ini ingin jadi anak yang durhaka.


Valencia begitu senang ketika bisa merasakan makanan di tempat yang sederhana, jarang-jarang m makan di rumah makan Sederhana karena biasanya ia selalu makan di restoran dan juga di rumah.


Makanan yang ada di rumah Valencia pun adalah makanan yang terbaik yang dimasak langsung oleh chef ternama, kualitas dengan restoran ternama sama saja, yang membedakan adalah tempat dimana Valencia makan.


"Kak, itu apa ?" Tanya Valencia terhadap salah satu makanan yang tersedia di atas meja.


"Itu namanya tempe goreng, apakah kamu ingin mencicipi ?" Tanya Daniel kepada adiknya.


Valencia tanpa ragu akan tetapi ia melihat jika kakaknya memakan itu dengan lahap, maka akhirnya ia mengangguk dan akhirnya ia mencicipi tempe goreng tersebut.


Menurut Valencia rasanya tidak terlalu enak akan tetapi makanannya masih bisa untuk dimakan, Valencia hanya memiliki satu potong gorengan tersebut.


Valencia menjadi pusat perhatian di rumah makan sederhana tersebut, meskipun ia berdarah Asia akan tetapi tampangnya seperti orang Eropa, begitu pula dengan kedua Kakaknya.

__ADS_1


"Kak, aku sudah ngantuk." Ucap Valencia dengan muka yang tanpa kekenyangan.


__ADS_2