
Setelah berkeliling sebentar akhirnya mereka bisa menemukan kelas Daniel, Valencia tampak begitu excited menunggu kakaknya untuk keluar jauh berbeda dengan Joni yang hanya memasang wajah datar.
"Kak." Panggil Valencia pada Daniel.
Daniel yang baru keluar memicingkan mata, adiknya sudah lebih dahulu keluar ternyata dan sekarang berada tepat didepan kelasnya.
"Sudah lama menunggu ?" Tanya Daniel dengan suara yang terdengar begitu lembut.
"Tidak, aku dan paman Joni baru saja tiba disini." Jawab Cia dengan senyum manisnya.
"Eh, siapa nih bro." Ucap seorang pemuda dibelakang Daniel, tidak lupa senyum menyebalkan ikut menghiasi ujung bibir pemuda itu.
"Daniel, hari ini kau membuat satu sekolah heboh dengan datang bersama gadis cantik, bukahkah selama ini kau tidak pernah mengizinkan sembarang orang untuk menaiki mobil kesayanganmu." Cecar pemuda itu lagi, pemuda itu sesekali menatap kearah Valencia.
"Diam, dan itu bukan urusanmu jadi tidak perlu tahu." Garang Daniel.
__ADS_1
"Wihh, galak sekali. Hei nona cantik kenapa mau dengan singa ini, dia galak sekali dan begitu kaku mending sama aku saja." Goda pemuda itu pada Valencia, membuat Valencia tertawa kecil.
"Kata orang tidak kenal maka tak sayang maka sebaiknya kita berkenalan lebih dulu bukan." Lagi - lagi pemuda itu kembali menggoda gadis cantik yang ia ketahui adalah anak baru disekolah.
"Berhenti menggodanya, atau lidahmu yang akan lepas." Ancaman dari Daniel sudah cukup membuat pemuda itu diam.
Dari nama seragam, Valencia bisa mengetahui siapa nama pemuda asing itu. Valencia tersenyum kecil sebelum menyapa dengan suara lembutnya.
"Hai kak Fadil, aku Valencia dan senang bertemu denganmu." Sapa Valencia dengan senyum manis yang ikut menyapa.
Joni yang sejak tadi berdiri dibelakang Valencia, mulai menyipitkan mata tidak suka. Pemuda aneh ini tidak boleh berdekatan dengan nona mudanya itulah yang ada dalam pikirannya.
"Cukup, ayo pulang dan tinggalkan orang aneh ini." Lerai Daniel dengan menarik pelan tangan mungil adiknya, mereka meninggalkan Fadil yang masih mematung karena terpesona pada Valencia.
Fadil Arya adalah salah satu teman dekat Daniel, ia adalah tipe pemuda yang aktif dan senang berbasa - basi. Matanya juga begitu selektif terhadap perempuan, ia tidak akan segan untuk menggoda para gadis yang sudah menyita perhatiannya.
__ADS_1
"Ah, kenapa aku ditinggal seperti ini." Rajuk Fadil dengan tatapan kesal sekaligus cemberut, sementara siswa / i lain yang melihat sejak tadi hanya bisa geleng - geleng kepala.
Anak - anak kelas Daniel dikenal begitu famous, mereka adalah kelas yang aktif dan begitu kompak mendukung satu dan yang lain.
Menuju halaman parkir, mata Valencia tidak sengaja menangkap keberadaan seorang pemuda tampan dengan tinggi mungkin sekitar 184 cm.
"Tampan." Batin Valencia saat mata lentiknya tidak sengaja beradu pandang dengan pemuda tersebut.
Daniel tatapan mendingin kalah mendapati adik perempuan satu - satu nya kedapatan memperhatikan seorang pemuda, semacam rasa cemburu karena takut posisi tergeser.
Yah, sepertinya tuan muda Daniel belum siap jika adik - nya Valencia mulai menyukai lawan jenis.
Joni mendatarkan tatapannya begitu mendapati seorang pria tampan sedang menatap dingin nona muda - nya dari kejauhan.
Valencia, ia tersenyum kecil sebelum masuk kedalam mobil mewah milik kakak - nya.
__ADS_1
Next ?