Perjalanan Nona Muda Valencia

Perjalanan Nona Muda Valencia
Episode lima


__ADS_3

Halo semuanya. Terima kasih banyak karena kalian sudah mau menyempatkan waktu untuk mampir ke karya baru aku, Tolong bantu like comment dan juga Vote yah teman-teman, terima kasih.


Setelah mereka menunggu cukup lama akhirnya Valencia keluar dari ruangan khusus dirinya tersebut, Valencia memang lah gadis remaja yang tampak cantik dengan sejuta pesona, memasuki SMA saja kecantikan dan juga auranya sudah terlihat apalagi jika ia semakin dewasa.


"Adik kakak sekarang sudah semakin dewasa, ganti baju saja lama sekali." Goda Michael kepada adik - nya yang cantik jelita.


Valencia tersenyum kecil mendengar godaan kakak pertama, entahlah belakangan ini ia memang kerap kali lebih memperhatikan pakaian - nya.


"Sudah, sebaiknya sekarang kita segera pergi." Tidak ingin terlalu lama dan membuat terlambat akhirnya Daniel menengahi perdebatan antara kakak dan adiknya.


Wajah cantik dari Valencia.



Mereka sudah tidak lagi berpamitan kepada ayah dan bunda karena memang kedua orang tua mereka sudah mengetahui jika hari ini adalah hari dimana ketiganya pergi bersama-sama, meskipun ketiganya sudah tidak minta izin kepada kedua orang tua akan tetapi para bodguard selalu memberikan update-an status mengenai ketiganya, sehingga kedua orangtua mereka tidak akan cemas dan khawatir.


"Kak, hari ini kita akan pergi kemana ?" Tanya Valencia kepada kakak pertama - Nya Michael.

__ADS_1


" Kakak juga tidak tahu karena semua yang mengatur adalah Daniel." Jawab Michael menatap kearah adik - nya.


"Kak Daniel, jadi hari ini kita akan pergi kemana ?" Tanya Valencia yang langsung beralih kepada kakak kedua - nya.


"Rahasia." Jawab Daniel dengan senyum tampan - nya.


Valencia kini hanya diam saja tidak menanggapi lagi dan juga tidak berniat untuk bertanya kembali, lihat tampak - nya saat ini ia begitu kesal karena kedua Kakaknya tidak ada yang menjawab pertanyaannya dengan benar. Maksud - Nya yang satu tidak tahu dan yang satu ingin bermain tebak - tebakan.


Mobil yang dikendarai oleh Daniel melesat menuju salah satu bandara di tempat mereka, mereka akan menggunakan pesawat umum untuk penerbangan satu ini.


" Apakah kita akan pergi ke luar negeri ?" Tanya Valencia dengan tampang melas, jelas sudah bosan akan suasana di luar negeri.


Ini adalah kali pertama ketiganya naik pesawat komersial, karena biasanya mereka selalu pergi menggunakan pesawat pribadi.


Setelah mengetahui kemana mereka akan berpergian tampak jelas jika Valencia begitu excited apalagi mengetahui jika mereka akan berpergian menggunakan pesawat umum, ia juga belum pernah merasakannya, berbeda dengan kedua kakak - nya yang memang sudah pernah berpergian naik pesawat umum.


Valencia memilih diam saja dan mengikuti kedua Kakaknya, ketiganya menjadi pusat perhatian ketika sampai di bandara dan memasuki bandara karena mereka dikawal dengan ketat serta penampilan mereka yang terlihat begitu berkelas.

__ADS_1


Ada beberapa orang yang secara tidak langsung mengenali kedua pria tersebut, akan tetapi sosok gadis yang saat ini berada di tengah - tengah kedua tuan muda Lie, yang menarik perhatian banyak orang karena membuat banyak orang salah fokus dan lagi selama ini kedua putra dari keluarga Lie tidak kedapatan berpergian dengan seorang gadis.


" Ternyata kita mau ke Lombok." Ucap Valencia dengan begitu excited


" Memangnya kamu tahu dimana itu Lombok ?" Tanya Daniel meremehkan.


"Hmm." Valencia hanya menjawab dengan dheman karena sebenarnya ia tidak tahu.


Hampir tidak pernah mengekspor Indonesia, Valencia hanya beberapa kali pergi ke Bali itupun karena kedua kakak - nya memilih merayakan hari ulang tahun di Bali.


Michael memelototkan mata - nya ketika melihat adik perempuan - nya yang tampak sedikit sedih, tampaknya candaan Daniel sedikit menyinggung hati kecil Valencia.


"Ayolah, lagi pula kakak hanya bercanda dan Sekarang kita akan pergi ke Lombok bersama-sama." Hibur Daniel yang baru menyadari jika ia membuat sang adik bersedih.


"Tentu saja aku sedang tidak bersedih, jadi kakak tidak perlu khawatir." Jawab Valencia dengan memaksakan sedikit senyum manis - nya.


Selama perjalanan menuju kota Lombok, Michael, Daniel dan Cia tampak tertidur pulas. mereka duduk di kursi ekonomi dan tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Sementara itu beberapa bayangan tuan besar Lie terus memastikan keamanan dari ketiga - nya, tidak ingin mengambil resiko ketahuan mereka menyamar menjadi beberapa kelompok.


Lombok menjadi pilihan utama Daniel, mengingat mereka hanya pergi bertiga tanpa di dampingi oleh beberapa bodyguard seperti biasa - nya.


__ADS_2