
Terus berjalan menyusuri koridor sekolah, Valencia terlihat begitu excited meskipun wajahnya terlihat sedikit Ketus, Daniel sama sekali tidak menyangka jika Valencia akan menunjukkan respon Sseperti hal tersebut, sejak dulu adiknya sama sekali tidak pernah sesenang ini maka dari pada itu ia juga ikutan senang dan tersenyum sepanjang berjalan di koridor sekolah.
Valencia tentunya tidak mempersalahkan beberapa Bodyguard yang terus mengikuti mereka dari belakang, Bahkan ia terlihat begitu biasa saja, yah mau bagaimana pun juga ia sudah hidup berdampingan dengan banyak bodyguard sejak ia kecil.
"Ini adalah kelas kamu, jika kamu membutuhkan apa-apa langsung saja hubungi kakak, dan nanti di depan akan ada Joni yang menjaga kamu." Ucap Daniel sambil tersenyum kecil.
"Apakah aku sudah bisa masuk?" Tanya Valencia kepada kakaknya, ia tersenyum menganggukan kepala sebagai tanda mengerti dengan omongan kakak kedua.
"Tentu saja." Jawab Daniel sambil tersenyum kecil, gemas melihat adik - nya yang begitu excited.
Valencia baru saja ingin melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kelas, akan tetapi ia mengurungkan niatnya karena.
"Ada apa ?" Tanya Daniel bingung, melihat adik - nya yang tampak ragu untuk masuk.
"Takut." Satu kata yang membuat Daniel terkekeh geli, dan Joni menahan tawa.
__ADS_1
"Kemarin kamu begitu semangat untuk bersekolah bukan, kenapa sekarang kamu mau takut untuk masuk ke dalam kelas." Ucap Daniel mencoba untuk menggoda sang adik, ia juga mengacak - acak rambut adiknya membuat Cia cemberut.
"Yah, tapikan itu kemarin." Jawab Valencia dengan wajah cemberut, membuat Daniel menahan senyum tengil - nya agar Cia tidak semakin cemberut.
"Yah sudah, ayo sekarang kakak akan membantu untuk memperkenalkan kamu dengan teman-teman kelasmu." Ucap Daniel yang mengerti.
Daniel masuk di ikuti oleh Valencia dan paman Joni. Dengan bantuan Daniel Valencia bisa memperkenalkan dirinya di depan kelas, maklum saja mengingat saat ini adalah pertama kali ia bersekolah ditempat yang sama dengan kakak - nya, dan lagi ia jarang atau bahkan bisa dikatakan tidak pernah menjadi pusat perhatian sehingga membuatnya ia sedikit takut tadi.
Semua orang terpana melihat Daniel yang masuk ke dalam kelas mereka, apalagi ada satu sosok wanita yang menjadi pusat perhatian mereka saat ini.
"Seperti memang yang kalian ketahui, jika hari ini kalian kedatangan anak baru, langsung saja perkenalkan namanya adalah Valencia, berani mengganggu atau menyentuhnya sedikit pun akan langsung berurusan denganku." Ucap Daniel secara singkat memperkenalkan Valencia di hadapan kelas atau calon teman kelas Valencia kedepan, selain memperkenalkan ia juga sedikit mengancam.
Valencia tersenyum kecil lihat orang-orang yang berada di depannya, Iya juga sedikit menatap kakaknya yang terlihat begitu dingin di hadapan orang lain.
Valencia yang tidak ingin membuat calon teman-temannya kaku, akhirnya berbicara denganpelan kepada kakak - nya Daniel akan tetapi ucapan - nya masi bisa didengar oleh beberapa orang yang berada di kelas tersebut.
__ADS_1
"Kakak, Kenapa kamu begitu jelek? " Ucap Valencia kepada Daniel dengan cemberut, Daniel hanya terkekeh sedikit mau bagaimanapun ia harus tetap menjaga wibawanya di sekolah.
Sebenarnya mereka sudah menyelesaikan perkuliahan sampai dengan S2, akan tetapi mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan normal seperti anak-anak pada umumnya.
Mereka memutuskan untuk sekolah agar supaya bisa bersosialisasi serta mengenal karakter karakter orang.
Valencia duduk disalah satu kursi yang ada di sana, lebih tepatnya ia duduk tepat di hadapan Sang Guru, tentu saja di samping - nya ada Joni yang akan ikut mendampingi ia selama pelajaran berlangsung.
Sebenarnya Valencia sudah mati-matian untuk menolak jika harus didampingi oleh Joni langsung, akan tetapi untuk kebaikan bersama ia pada akhir - nya menyetujui untuk didampingi selama pembelajaran akan tetapi juga hal itu akan berlaku hanya untuk satu minggu kedepan tidak lebih dan tidak kurang.
Untuk selanjut - nya mereka akan berjaga-jaga di depan pintu kelas Valencia, Valencia menatap sekitar sambil menunggu guru yang akan mengajar di kelas mereka.
Joni sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan tetapan orang yang berada di kelas tersebut akan tetapi ia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian sehingga wajah datarnya tidak hilang dari depan.
sampai jumpa di episode berikut, jangan lupa untuk meninggalkan jejak, seperti Like, Komen dan juga Vote.
__ADS_1