
"Jadi tuan putri, kita akan pergi kemana terlebih dahulu ?" Tanya Daniel dengan senyum mengembang, ia akan menghabiskan waktu bersama tuan putri kesayangan - nya.
"Kita akan berbelanja kebutuhan panti dulu, setelahnya kita akan pergi dinner, bagaimana ?" Usul Cia dengan semangat.
Setiap akhir bulan keluarga Lie memasok makanan - makanan untuk beberapa panti yang berdiri dibawah naungan yayasan Lie Group.
"Tentu bisa, semua keinginan tuan putri akan saya ikuti oke."
Sepajang perjalanan menuju salah satu pusat supermaket terbesar yang ada di kota mereka, ditemani oleh musik - musik yang mengalun indah.
Cia, gadis itu tampak memegang kendali handphone milik kakak - nya Daniel. Daniel tidak mempermasalahkan jika adik nya menggunakan ponsel milik - nya sesuka hati.
"Kak, ayo foto bersama." Ucap Cia ditengah kemacetan yang ada.
"Cis." Cekrek .. cekrek ..
Cia tersenyum jahil sebelum mengupload foto ia dan kakaknya di media sosial milik kakaknya Daniel. Daniel hanya diam saja membiarkan adiknya asal tidak berbahaya maka tidak akan ada protes dari - nya.
@Daniel_ sehari bersama gadis manis.
Postingan Daniel menarik perhatian banyak orang, terutama para gadis yang begitu tergila - gila akan ketampanan - nya.
@111_ wah bukankah ia anak baru itu.
@111_ Astaga gadisnya terlihat begitu cantik.
@111_ Aku pikir tipe kak Daniel gadis seksi, ternyata tidak. Sungguh kekasihnya manis sekali.
Cia senyam senyum gak jelas membaca setiap komentar yang ada tapi terkadang juga cemberut membuat kak Daniel penasaran.
"Hihihi kak, bagaimana ini mereka berpikir aku kekasihmu." Ujar Cia dengan pura - pura panik.
"Kau gadis nakal yah, sengaja membuat banyak orang salah paham lalu pura - pura panik seperti itu." Tuding Daniel dengan tatapan galak, sengaja mengerjai adik manisnya.
"Hehehehe, aku juga tidak sengaja melakukan itu." Cia menjawab dengan candaan.
"Tidak sengaja." Ulang Daniel dengan ekspresi meledek membuat Cia cemberut, setelahnya Daniel tertawa keras.
Tiga puluh menit berlalu hingga akhir nya mereka tiba di tempat tujuan, Daniel dan Cia mulai mendorong kereta belanja dan ditemani oleh dua orang karyawan.
"Nona, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya mba A.
"Ehmm, tolong bantu saya mengambil beras 20kg/ pak, ambil 50 pak saja yah." Jawab Cia dengan senyum kecil yang mengembang.
"Baik, ada lagi yang harus saya siapkan ?" Tanya Mba A lagi.
__ADS_1
"tujuh puluh dus susu D yah mba, nanti dibagi aja jadi empat puluh dus susu D. Coklat, lima belas dus susu D.putih, dan lima belas susu storberi." Cia mulai menjabarkan satu persatu.
"Mba, lima belas dus susu untuk anak satu sampai dua tahun, dua puluh dus untuk usia tiga sampai lima tahun. dua puluh dus untuk usia lima sampai delapan tahun yah mba." Lagi Cia menyebutkan beberapa susu untuk beberapa kelompok usia.
"Semua - nya rasa cokelat." Lanjut Cia.
"Minyak goreng enam derigen, masing - masing yang isi delapan liter yah bu." Lanjut Cia.
"Baik nona." Jawab Mba A dengan setia mendengar.
"Mungkin itu dulu." Ucap Cia yang merasa cukup dulu, nanti ia bisa meminta yang lain setelah bagian pertama sudah terpenuhi.
"Baik nona, saya akan menghubungi rekan kerja saya mba B jika semua permintaan nona selesai disiapkan." Dengan sopan mba A pamit undur diri terlebih dahulu.
"Mari nona, saya akan mendampingi selama rekan saya mba A mempersiapkan pesanan anda.
"Cia, jangan terlalu lelah oke." Ucap Daniel melihat langkah kaki Cia yang tak berhenti kesana kemari mencari apa yang ia inginkan.
"Siap kak, tenang saja oke." Jawab Cia ditengah - tenga kesibukan - nya.
Bagian yang paling disenangi oleh nona muda Lie adalah berbelanja kebutuhan panti asuhan, meskipun tidak membeli semua keperluan yang dibutuhkan tapi tetap saja sudah menjadi kesenangan tersendiri untuk - nya.
sembilan puluh menit berlalu.
Kasir.
- 50 pak beras × Rp. 245.000 / pak \= 12.250.000
- 70 Dus susu × Rp. 109.800 / Dus \= 7.686.000
- 55 Dus susu anak × Rp. 126.000 / Dus \= Rp. 6.930.000
- 6 Derigen minyak × Rp. 489.000 \= Rp. 2.934.000
- 10 Gelon Aqua × Rp. 50.000 / Galon \= Rp. 500.000
- 24 Pak permen × Rp. 65.000 / pak \= Rp. 1.560.000
- 2000 Cokelat × Rp. 48.500 / Cokelat \= 97.000.000
-1000 pak bisquat × Rp. 18.500 \= Rp. 18.500.000
Total Keseluruhan. Rp. 147.360.000.
Pembayaran . Gesek Kartu.
"Alamat biasa yah bu, terima kasih." Ucap Cia kepada manager supermarket yang ada.
__ADS_1
"Terima kasih kembali nona, semoga selalu bahagia disepanjang waktu." Jawab manager supermarket dengan memanjatkan doa baik.
Cia hanya tersenyum dan meninggalkan supermarket bersama dengan kakak tersayang Daniel, sementara itu kegiatannya tidak sengaja menarik perhatian salah satu pengunjung, mata - nya yang tajam dan pandangan yang begitu dingin terus memperhatikan sampai Valencia Lie berlalu dari tempat.
"Gadis manis, aku pikir itu kekasihmu." Batin pria tersebut dengan sedikit senyum misterius.
"Nona muda Valencia Lie kau ditakdirkan menjadi pasanganku." Sekali lagi pria tampan dengan mata setajam elang kembali membatin.
Balik ke Cia.
"Cia, apa kau tidak lelah ?" Tanya Daniel yang sejak tadi bersama adik - nya.
"Tentu tidak, aku selalu merasa bersemangat di akhir bulan seperti ini." Jawab Cia dengan senyum manis yang terus mengembang dibibir mungilnya.
"Baiklah, karena kau belum lelah ayo sekarang kita berangkat ke taman bermain." Ajak Daniel lagi, ajakan ini tentu membuat seorang nona Valencia semakin dan semakin bersemangat.
Taman bermain menjelang malam hari, bukankah itu adalah sesuatu hal yang menarik.
"Wahh benarkah, kakak sedang tidak mencandai aku bukan ?" Untuk meyakinkan kembali, Cia perlu bertanya pada kakak - nya.
"Tentu saja, sejak kapan kakak mu yang sangat amat tampan ini berdusta." Jawab Daniel dengan pede.
Valencia tertawa mendengar jawaban kakak - nya yang begitu pede, ia tidak menyangkal karena memang benar ada - nya. Kedua kakak - nya memiliki paras yang tampan tiada obat.
Dalam lubuk hati Daniel begitu merasa bersalah pada adik- nya. andai saja ia bisa memberikan kehidupan yang bebas untuk adik perempuan - nya.
Berbelanja kebutuhan panti sebenarnya sudah ada yang mengurus dan bertanggung jawab langsung, tapi ia memohon kepada ayah - nya agar supaya adik - nya Cia bisa mengambil bagian sedikit. Awal - nya memang tidak diberikan ijin tapi akhirnya diberi ijin.
Makan malam.
Cia dan Daniel menghabiskan makan malam disalah satu restorant yang ada dipusat kota, menikmati pemandangan dari atas gedung.
"Makan disini selalu luar biasa enak." Ucap Cia setelah menelan makanan - nya.
"Tentu, keluarga Xavier Alexander memang luar biasa, ini milik nyonya Xavier." Sedikit informasi Daniel menjawab.
"Oh." Cia tidak mengenal mereka jadi tidak terlalu perduli.
"Kau mau tahu sesuatu tidak ?" Tanya Daniel dengan ekspresi seserius mungkin.
"Apa ?" Tanya Cia dengan kepala yang ia codongkan kedepan, sepertinya ini serius dan cukup penting pikirnya.
"Tuan muda Alexander belum memiliki kekasih, yang kudengar ia tampan dan memiliki sumber kekayaannya sendiri, ia adik dari nyonya Xavier pemilik restorant ini, kau tertarik ?" Jawab Daniel dengan alis yang ia naik turunkan.
"Tidak, untuk apa aku tertarik pada pria kaya seperti itu, aku ini sudah kaya kak, kau lupa aku siapa." Dengan wajah malas Cia menjawab, memang - nya kak Daniel lupa ia adalah Valencia Lie.
"Yah ampun, mana tahu kau tertarik dan menjalin cinta dibelakang kakak." Tidak ingin kalah Daniel kembali menjawab asal.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Daniel membahas mengenai tuan muda Alexander, ia baru mendapat kabar mengenai sosok pria yang tidak sengaja bertabrakan mata dengan adik perempuannya.