Perjalanan Nona Muda Valencia

Perjalanan Nona Muda Valencia
Episode - 13


__ADS_3

Di episode ini dan seterusnya keluarga Alexander akan bergantian menjadi nama menjadi keluarga Lie, karna sesuatu dan lain - nya.


Hari ini adalah hari pertama seorang putri bungsu keluarga Lie masuk ke sekolah menengah atas pertama kalinya setelah melewati bertahun - tahun homeschooling.


Valencia terus tersenyum tak henti, ia masuk sambil bersenandung menandakan hati - nya dalam keadaan yang begitu bahagia. Bahkan ia tidak sadar hampir melewati kedua orangtua - nya jika tidak ditegur.


"Ehmn, ehmm seperti - nya ada yang sangat senang hari ini." Sindir seorang wanita cantik yang sedang duduk dengan anggun di ruang keluarga.


"Astaga bunda, kaget aku." Lirih Cia saat mendapati sang ibu di ruang keluarga.


"Kemarilah." Panggil ny. Lie dengan lembut pada putri nya.


"Jadi bagaimana hari pertama, apa kau menyukai - nya ?" Tanya Ny. Lie pada putri satu - satunya itu.


"Ehmm, semua menyenangkan. Mommy tahu disana aku mempunyai banyak teman baru, tapi tidak banyak yang mau berdekatan denganku." Keluh Cia dengan suara yang lirih.


Ny. Lie menaikan satu alisnya, tentu saja ia tahu kemana arah pembicaraan putrinya yang manis ini. Ia juga paham apa yang menjadi penyebab tidak banyak yang ingin berdekatan dengan putri - nya yang manis.


Daniel dan Joni sudah ikut bergabung, kedua - nya tersenyum samar mengerti kemana arah cerita nona muda Lie. Valencia ini adalah hari pertama memasuki sekolah kau seharusnya menyimpan sedikit keluhan ini untuk disampaikan beberapa berikut - nya, pikir Daniel dan paman Joni bersama.


"Bagaimana, jika paman Joni tidak perlu ikut dengan ku belajar di kelas. Bunda harus tahu jika hanya aku satu - satu - nya siswi yang datang dan belajar ditemani bodyguard." Lanjut Cia dengan menggebu - gebu, yah bunda harus tahu tentang hal tersebut.


"Ehm, begini sayang bunda bukan tidak tahu akan hal tersebut, hanya saja akan sangat sulit untuk permintaan terakhirmu. Bagaimana bisa menyingkirkan Joni, jika ia berkerja dibawah kendali ayahmu." Jawab sang bunda dengan berat, Joni ia adalah salah satu orang dari suami - nya, Joni ia dipilih secara khusus untuk menjaga dan melindungi putri bungsu keluarga Lie.

__ADS_1


"Hmm, tidak menemukan solusi." Jawab Valencia dengan sedih, ia hanya ingin hidup seperti anak remaja pada umum - nya.


"Hmmm, nona tidak apa bukan saya ikut belajar, yang terpenting saat ini tuan sudah mengijinkan anda untuk bersekolah ditempat tuan muda Daniel belajar." Hibur Joni, ia tidak tega melihat wajah nona muda yang selalu ia jaga menjadi bersedih.


"Hmm, tapi ... " Jawab Valencia tertahan saat mendapati sang ayah memasuki ruang keluarga. Joni ia segera berdiri dan menundukan kepala sebagai bentuk hormat terhadap tuan yang begitu ia kagumi.


"Ayah." Panggil Valencia dengan senyum merekah.


"Putri ayah, bagaimana apa kau senang hari ini ?" Tanya tuan Lie dengan pandangan menyipit.


"Tentu, tentu saja aku sangat senang ayah." Jawab Valencia dengan ceria,, yah ia bahagia hari ini.


"Benarkah, lalu kenapa saat ayah masuk wajahmu tampak sangat sedih hmm. Ayo ceritakan pada ayahmu." Timpal tuan Lie dengan pandangan tak percaya, saat ia memasuki ruang keluarga ia mendapati wajah sang putri yang tidak ceria.


"Begini ayah, saat disekolah hanya aku yang datang di antar oleh seorang bodyguard dan hanya aku juga yang ditemani bodyguard didalam kelas bahkan duduk disampingku." Keluh Valencia dengan menggebu - gebu.


"Lalu, apa yang harus ayah lakukan ?" Tanya tuan Lie dengan enteng.


"Ayah." Rajuk Valencia saat sang ayah terlihat masabodoh.


"Bagaimana, bagaimana. Apa kau ingin paman Joni berdiri sampingmu, atau didepan kelas ?" Tanya ayah Lie lagi dengan bodohnya, maksudku pura - pura bodoh.


"Tidak, bukan,, bukan seperti itu yang aku inginkan ayah, aku ingin agar paman Joni tidak ikut kesekolah. Aku bisa berangkat bersama kak Daniel dan bisa pulang bersama - nya juga. Benar - kan ka ?" Dengan pandangan berbinar Cia sangat berharap sang kakak menganggukan kepala sebanyak dua kali sebagai tanda bahwa setuju dengan ide - nya.

__ADS_1


"Ehm, ide - mu cukup baik." Jawab Daniel dengan kikuk saat sang ayah menatap - nya penuh akan tuntutan.


"Cukup baik Daniel ?" Tanya tuan Lie dengan suara yang terdengar dingin, astaga hawa - nya sampai berubah tidak enak begini.


"I - iya.." Jawab Daniel semakin tergagap.


"Begini putri ayah yang paling cantik, ayah menempatkan paman Joni dipihakmu bukan tanpa alasan. Kau tahu sayang terlalu banyak orang yang mengincarmu dengan tujuan membuat keluarga kita tunduk akan mereka yang jahat itu, Ayah tidak akan mempermasalahkan jika kita harus kehilangan semua harta ini asalkan kita semua selalu berkumpul dan tidak ada yang terancam apa lagi sampai terluka." Dengan lembut tuan Lie mencoba memberikan pemaham untuk putri - nya, ia tidak bermaksud menolak keinginan putri - nya tetapi ia tidak bisa juga untuk mengambulkan - nya.


"Kau tahu sayang, dulu kau seharusnya kau memiliki saudari perempuan, tapi ayah dan bunda harus kehilangan saudari - mu begitu cepat." Lanjut tuan Lie meski enggan, tapi rasa - nya sudah waktu - nya untuk putri - nya tahu tentang sebuah masalalu.


Pada saat itu, ayah, mich dan bunda serta elle sedang berjalan - jalan, kami mengunjungi salah satu taman untuk menghabiskan waktu luang tapi siapa sangka disaat itu ayah tidaklah menyadari jika sudah semakin banyak yang mengincar harta, dan kekayaan keluarga kecil kita.


Apa yang terjadi pada saat itu ayah tidak ingin mengingatnya lagi, ayah juga begitu berharap kau tidak merasa keberatan jika paman Joni tetap menemani - mu sampai kita mendapat solusi lain - nya."


"Jadi, seharusnya aku memiliki satu orang kakak perempuan ?" Tanya Valencia dengan tatapan sendu, bagaimana bisa saudari perempuan pergi meninggalkannya.


"Yah, tapi Tuhan berkehendak lain, setelah Elle kembali ke pangkuan bapa, ia mengirimmu dan Daniel untuk menjadi pelengkap yang baru." Jawab bunda dengan senyum manis, wajah yang begitu berkharisma.


"Aku mengerti ayah, bunda." Lirih Valencia dalam hati, ia tersenyum manis sebagai penghibur ayah dan bunda karena tanpa sengaja membuka luka lama yang sudah hilang terpendam waktu.


Sementara itu Mich, putra tertua keluarga Lie menatap keluarga dari ujung pintu, ia tersenyum kecil saat kembali mengingat bagaimana mereka harus kehilangan seorang putri cantik bernama Elle.


"Ayah tidak perlu khawatir, saat ini aku sudah bisa menjadi kakak yang baik aku pasti akan menjaga dan melindungi seluruh keluarga kita dengan baik, bahkan aku akan menjaga dan melindungi setiap orang yang berada dibawah naungan keluarga kecil ini." Batin Mich sebelum bergabung dengan keluarga - nya yang lain - nya.

__ADS_1


__ADS_2