Perjalanan Nona Muda Valencia

Perjalanan Nona Muda Valencia
Episode 14


__ADS_3

Mich tersenyum hangat saat adik bungsu - nya terus menceritakan pengalaman pertama masuk sekolah.


"Lalu, apa disekolahmu ada yang tampan ?" Tanya Mich dengan jahil, ia ingin mengetahui tanggapan adik - nya.


Valencia tampak bersemu merah, jelas ada satu pemuda yang menarik perhatian - nya tapi bagaimana cara - nya agar ia dapat menjawab dengan benar


"Kak, jelas ada dong, kau tahu bukan Cia satu sekolah denganku, jadi sudah jelas disini bahwa akulah yang tampan." Sela Daniel dengan penuh percaya diri, yah ia yang paling tampan.


"Terlalu percaya diri tidak baik Daniel." Jawab Mich sekena - nya.


"Cia, jadi apa ada yang tampan disekolah mu ?" Tanya Mich lagi sebelum adik kedua kembali menyela.


"Hmmm, aku masih belum tahu kak, aku baru saja masuk sekolah jadi tidak terlalu memperhatikan." Ragu - ragu Cia menjawab dengan salah tingkah.


"Yah ampun bagaimana bisa aku berdusta pada kak Mich, tapi jika aku mengatakan dengan jujur apa ia akan marah ahhh bagaimana ini." Lanjut Valencia membatin.


"Benarkah, kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu - kan ?" Cecar Mich lagi.


"Tidak, tentu saja tidak kak." Dengan gelagapan Cia menjawab.


Daniel tersenyum tipis, ia tahu pasti kakak pertama mengawasi ia dan adik - nya selama di sekolah, dan ia juga tahu dengan benar kalau kakak laki - laki sudah mengetahui pria yang berhasil mencuri perhatian adik perempuan mereka Valencia.


"Kalau ingin bercerita pada kakak, kakak selalu punya waktu untuk kalian, jadi jangan sungkan - sungkan yah. Sekarang kembali ke kamar dan berbersih, kita bertemu lagi nanti sebelum makan malam." Pamit Mich, ia lelah dan ingin berbersih dulu jadi terpaksa meninggalkan Daniel dan Cia di ruang tamu.


"Ehm, ehmm." Dheman Daniel membuat lamunan Cia buyar begitu saja.

__ADS_1


"Cia, kau satu - satunya putri dalam keluarga Lie, berhati - hatilah dalam menaruh rasa suka. Terkadang itu bisa membawa rasa senang sekaligus sedih, kami semua mencintai - mu dengan sepenuh hati, jadi jangan ragu untuk berbagi dengan kami yah." Ucap Daniel dengan sepenuh hati, ia tersenyum tulus saat Cia menganggukan kepala sebagai tanda mengerti.


"Istirahat dulu, kau pasti lelah." Ajak Daniel dengan lembut.


Valencia Pov :


Ternyata dunia sangat indah yah, aku tidak menyangka akan bisa bersekolah ditempat biasa seperti kak Daniel, aku pikir akan menghabiskan masa remaja dengan kegiatan homeschooling, sebenarnya untuk itu tidak begitu buruk hanya saja aku juga ingin merasakan sesuatu yang beda diluar sana. Hari pertama masuk sekolah aku sudah begitu populer kata paman Joni, semua karena aku datang bersama seseorang yang begitu tampan atau sebut aja si tampan kak Daniel. Mungkin mereka salah paham pada ku dan itu bukan masalah besar. hmm pulang sekolah mataku tidak sengaja berpaspasan dengan sepasang mata tajam milik seorang pria tampan dari yang aku lihat ia tidak menggunakan seragam sekolah, tapi menggunakan pakaian formal satu set dari designer kenamaan negara ini, kenapa aku tahu ? ... jawabannya adalah aku pernah melihat satu set pakaian pada majalah yang ada dirumah. Aku berharap ia jodohku, Amin ...


Valencia menutup buku diary - nya. Buku yang akan menemani ia mencari cinta sejati - nya, entah takdir akan membawah seperti apa karena bisa saja ia yang mencari cinta dan sebaliknya.


"Jodohku, aku akan menjemputmu atau kau yang datang sendiri padaku." Tantang Cia dalam batinnya.


Malam Hari.


"Kak Mich, sedang apa ?" Tanya Cia dengan sedikit meragu.


"Apa aku juga bisa berkerja ?" Tanya Cia dengan polosnya.


"Berkerja ? ... tentu saja tidak, lagi pula kenapa kau ingin berkerja hmm." Jawab Mich dengan heran, ia bahkan menatap adiknya dengan intens menunggu jawaban lagi.


"Hanya ingin mencoba kegiatan baru, lagi pula tidak ada aturan yang mengatakan "Valencia Lie dilarang berkerja." " Jawab Valencia apa adanya, ia ingin mencoba mencari pengalaman kerja.


"Maafkan kakak, tapi tidak ada perkerjaan yang cocok untukmu saat ini, dan lagi pula lebih baik kau fokus menikmati masa remaja dan tidak perlu berpikir untuk berkerja." Dengan lembut Mich memberi pengertian pada adik bungsu - nya agar dapat mengerti saat ini adalah waktu ia menikmati masa remaja bukan untuk berkerja.


"Baiklah aku paham, aku menunggu dimeja makan bersama yang lain." Jawab Cia sekaligus berpamitan.

__ADS_1


Meja makan terasa begitu hangat, Cia gadis dengan sejuta cerita, ia tersenyum dan terus tersenyum dengan makanan yang terus masuk kedalam mulut.


Semua begitu bahagia melihat gadis manis yang bernama Cia akhirnya tampak begitu lepas


Seminggu berlalu.


Beberapa harus sudah berlangsung dengan begitu cepat hari ini tepatnya di hari minggu Valencia memiliki agenda berpergian dengan kakak - nya Daniel.


"Selamat pagi semua." Sapa Cia dengan begitu hangatnya.


"Selamat pagi kembali nona manis." Jawab Daniel dengan mengedipkan mata kanannya.


"Kita jadi pergi bukan ?" Tanya Cia dengan mata yang berkedip - kedip.


"Yah, tentu saja. Jam 16 . 00 ingat yah, jangan sampai terlambat." Daniel menjawab dengan senyum manisnya.


"Tentu." Ujar Valencia dengan senyum mengembang sempurna.


Hari ini Daniel sengaja mengajak adik gadisnya untuk berpergian, mereka akan menghabiskan waktu dengan berbelanja, makan bersama, menonton film kekinian dan masih banyak aktifitas lainnya yang sudah mereka tentukan.


Pukul 16.00


Kediaman / Mansion kel. Lie.


"Kak, ayoo lekas nanti kita bisa kena macet." Ujar Cia dengan tampang cemberut, kesal menunggu kakaknya yang sedang buang air besar.

__ADS_1


"Huft,, sudah tahu berangkatnya jam 16.00, jadi telatkan." Gerutu Cia dengan wajah yang terlihat semakin dan semakin kesal.


"Maaf, maaf kan waktu buat menghempas dosa tidak ada yang tahu datangnya kapan. Jadi jangan marah - marah terus yah nanti cantik - nya ilang." Bujuk Daniel.


__ADS_2