Perjalanan Nona Muda Valencia

Perjalanan Nona Muda Valencia
Episode Tujuh.


__ADS_3

***Halo semuanya, apakah kalian menyukai karya yang baru ini, kalau kalian menyukai karya baru ini kalian bisa tinggalkan like comment dan juga Vote yah.


Kalian juga jangan lupa buat baca novel novel yang sudah ada, author juga sekarang mau ngucapin banyak-banyak terima kasih karena kalian sudah selalu mau mendukung dan juga menunggu karya yang author publish.


Jujur saja untuk novel yang baru ini Author masih rada bingung untuk kelanjutannya seperti apa, kira-kira kalian punya saran atau masukan tidak yah, kalau misalnya kalian punya saran atau masukan kalian bisa langsung dm aku @angelicaclaudiatengker***.


Valencia menjadi pusat perhatian di rumah makan sederhana tersebut, meskipun ia berdarah Asia akan tetapi tampangnya seperti orang Eropa, begitu pula dengan kedua Kakaknya.


"Kak, aku sudah ngantuk." Ucap Valencia dengan muka yang tanpa kekenyangan.


Karena Valencia yang memang sudah cukup mengantuk akhirnya mereka memutuskan untuk segera beranjak dari tempat duduk dan langsung menuju ke penginapan yang sudah di pilih oleh Daniel.


Sepanjang perjalanan dari Rumah Makan Sederhana tersebut sampai ke tempat penginapan Valencia benar-benar tertidur dengan nyenyak, Valencia adalah gadis yang mudah tertidur atau pun bisa dikatakan ia adalah gadis yang mudah cape.


"Kak, Apakah kakak sudah mengurus semua keperluan Valencia ?" Tanya Daniel kepada kakak pertamanya.


"Tentu saja semua sudah urus, kamu tidak perlu khawatir." Jawab Michael dengan menatap sekilas kearah adik keduanya.


"Baguslah kalau begitu, kayaknya besok sore kita sudah harus kembali ke Jakarta karena valencia yang membutuhkan waktu untuk istirahat sebelum ia bersekolah." Saran Daniel mengingat adiknya yang memang cepat lelah.


"Yah." Jawab Michael singkat.


Sampainya mereka di penginapan tersebut langsung saja Michael mengangkat tubuh adiknya untuk dibawa masuk ke dalam, karena tidak mungkin untuk membangunkan putri tidur tersebut.


"Kak, apakah sekarang kakak psedang sibuk ?" Tanya Daniel yang baru saja menghampiri Michael di ruang tamu.


"Tidak, apa ada yang perlu Kakak bantu ?" Tanya Michael sambil melepas handphonenya.

__ADS_1


" Aku ingin meminta pendapat kakak, Apakah kita perlu memasangkan alat pelacak di setiap barang yang digunakan oleh Valencia." Tanya Daniel minta saran dari kakaknya.


" Sepertinya itu bukanlah ide yang buruk, untuk hal itu aku menyetujuinya, mengingat banyaknya musuh dari keluarga kita." Jawab Michael yang seolah setuju dengan apa yang diusulkan oleh adiknya.


"Sepertinya aku akan menempatkan beberapa orang untuk berjaga-jaga di sekitar sekolah, rasanya untuk pertama kali membiarkan adik untuk hidup di dunia bebas sangatlah berat." Ucap Daniel dengan tampang gusarnya.


"Bagaimanapun Valencia adalah manusia, dia adalah makhluk sosial tidak mungkin untuk dia terus berada di dalam rumah, dia adalah penerus keluarga Alexander." Terang Michael kepada adiknya.


Apa yang dikatakan oleh Michael barusan memang benar adanya, Valencia adalah pewaris utama dari keluarga Alexander karena hanya dialah wanita satu-satunya, bagaimanapun Valencia adalah makhluk sosial yang butuh bergaul dengan sekitar, karena Valencia tidak mungkin untuk hidup secara Individual terus menerus.


Akhirnya pada sore hari itu terjadi perbincangan yang cukup serius antara Michael dan juga Daniel, mereka berdua Tengah memperbincangkan mengenai Sang adik yang akan bersekolah di sekolah umum.


Sebenarnya bersekolah di tempat umum bukanlah hal yang menakutkan, akan tetapi banyaknya musuh yang mengincar pewaris utama dari keluarga Alexander yang membuat mereka menjadi khawatir.


"Daniel, kamu harus bisa menjaga adikmu selama berada di lingkungan sekolah, dan jangan lupa untuk menempatkan beberapa orang di dekat Valencia, tidak ingin kita kecolongan." Ucap Michael serius.


Daniel meminta asistennya untuk segera menyiapkan semua keperluan Valencia yang baru, setiap baju topi dan juga semua barang-barang yang akan digunakan oleh Valencia akan dipasang alat pelacak.


Daniel sama sekali tidak akan memberi celah kepada orang-orang yang kemungkinan besar akan mencelakai adiknya, semua ia lakukan untuk mengantisipasi.


Sedangkan saat ini Valencia terbangun dari tidur nyenyaknya dan menatap kearah sekitar di mana ia tidak mengenali kamar tersebut.


Secara perlahan tapi pasti ia segera beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar, ia Mencari kedua Kakaknya, ketika ia keluar dari kamar ia mendapati ada orang, yang tidak lain adalah salah satu ajudan dari kakaknya Daniel.


"Dimana kedua kakakku ?" Tanya Valencia kepada orang tersebut.


"Tuan muda Michael dan Tuan Muda Daniel saat ini sedang berada di ruang tamu, mari saya antarkan nona." Jawab ajudan tersebut dengan sedikit menunduk sebagai tanda hormat.

__ADS_1


"Kakak." Panggil Valencia kepada kedua Kakaknya yang tampak sedang duduk sofa.


"Hai, kenapa kamu sudah bangun ?" Tanya Daniel yang segera beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri sang adik.


"Tidak apa, kak ayo kita bermain di pantai." Jawab Valencia sambil geleng-geleng kepala dan mengajak kakaknya untuk bermain di pantai.


"Baiklah, tunggu sebentar." Jawab Daniel sambil mengambil ahli laptopnya kembali dan mematikan.


" Apakah kamu tidak ingin mengajak kakak ?" Tanya Michael yang saat ini tengah pura-pura cemberut.


"Tentu saja aku mengajak Kakak juga, ayo cepat datang segera ke pantai." Jawab Valencia terkekeh kecil.


Tanpa berbicara lagi Michael langsung saja beranjak dari tempat duduk dan segera menyusul adiknya Valencia yang sudah terlebih dahulu keluar.


Valencia tampak begitu menyukai pantai, Valencia sesekali bermain di air, ia juga tidak lupa untuk mengajak kedua Kakaknya untuk bermain air.


Mungkin saat ini adalah saat terakhir di mana Mereka bisa berkumpul dan bercanda gurau tanpa memikirkan yang lain, karena Valencia akan segera bersekolah dan begitu pula dengan kakaknya Daniel, untuk Michael ia akan pergi ke luar negeri dalam waktu dekat untuk mengurusi perusahaan yang ia bangun sendiri.


Michael memang baru berusia 21 tahun akan tetapi ia sudah lulus S2 dan sekarang ia sedang menempuh pendidikan S3, Mikael memilih untuk membangun perusahaan sendiri di Eropa karena tidak mungkin untuk menyaingi perusahaan atau company dari keluarganya sendiri.


Saat ini perusahaan yang dikembangkan oleh Michael yang berada di luar negeri sudah cukup maju dengan pesat, bahkan bisa dikatakan perusahaan yang didirikan oleh Michael adalah salah satu perusahaan dengan harga saham yang cukup tinggi.


Sedangkan Daniel ia memang memiliki usia yang terpaut 2 tahun dari adiknya, akan tetapi ia sudah memiliki beberapa pekerjaan yang bisa menghasilkan uang.


Kedua Putra Alexander bukanlah tidak mendapatkan uang jajan dari keluarga, akan tetapi bukanlah orang yang bisa diam saja dan hambur-hamburkan uang dengan percuma.


Jiwa apa bisnis memang melekat pada Michael dan Daniel, keduanya sangat dikenal dingin ketika berada di lingkup pekerjaan, jauh berbeda ketika mereka berdua berada dekat dengan Valencia, dimana keduanya akan berubah menjadi harimau mengemaskan.

__ADS_1


__ADS_2