
Akhirnya kami pun berbincang di atap sampai bel masuk kelas, cukup menyenangkan bisa berbincang dengan mereka yah walaupun mereka memiliki sifat yang bisa di bilang berbeda tapi mereka benar-benar kompak. Aku sangat iri dengan orang yang memiliki hubungan persaudaraan yang kuat seperti mereka itu.
" ternyata pak Kenji itu orangnya asik juga ya nat " kata ku
" yah dia emang orang yang mudah bergaul dan humble, dibandingkan aku dia jauh lebih disukai oleh orang-orang " kata Nathan
" pak Kenji memang asik tapi kamu juga gak kalah asik ko Nat " kata ku, berusaha untuk menghibur Nathan
" hem ( tersenyum tipis ) terimakasih " kata Nathan
setelah ngobrol yang singkat itu akhirnya kami sampai di dalam kelas, aku dan Nathan lupa untuk berpisah di tengah jalan tadi, akhirnya kami pun menjadi perhatian anak-anak yang ada di kelas.
" hei lihat deh Sofia dan Nathan, kok bisa ya mereka jalan bareng gitu " kata Aida salah satu teman sekelas ku
" heh pasti dia menggoda Nathan tuh " kata Calena
" iya pasti tuh, ihh gak tau diri banget ya, dia gak liat apa dia berdiri di samping Nathan begitu saja sama sekali gak cocok, hahaha " kata Aida
" cuekin aja omongan mereka yang gak guna itu" kata Nathan yang berusaha menghibur aku
" gak apa kok Nat aku sudah biasa lah kaya gitu" kata ku
seperti biasa aku mencueki mereka dan berpura-pura gak mendengar, lalu saat aku dan Nathan duduk ke tempat duduk masing-masing, ketua kelas datang dan bilang bahwa guru yang hari ini ngajar tidak bisa mengajar dikarenakan sakit.
" haaah berarti Kita free class dong ya? " kata salah seorang teman ku yang kutu buku
" iya, sudah pasti itu mah " kata ketua kelas
" uhuy asik free class, mantap ini mah " kata temen ku serentak, yah kecuali si kutu buku haha
" ets jangan senang dulu, kita di kasih tugas nih, jadi kita harus mengerjakan tugas dan hari ini juga di kumpulin nya " kata ketua kelas
" alah ketua kelas gak asik ah, masa minta tugas sih " kata para temen ku
" abis gimana lagi wong iki di kasih, aku mah gak minta loh " kata ketua kelas
Dengan komplain para temen-temen yang tidak puas, ketua kelas hanya diam dan tersenyum sedangkan Nathan sedang pergi ke toilet. Dan saat Nathan pergi ke toilet cewek-cewek yang tadi membicarakan ku mulai gemes dan menghampiri ku.
" he Sof lo kalau jadi cewek jangan kecentilan deh, coba lo lihat diri lo sendiri, kalau di sandingkan sama Nathan aja gak ada cocok-cocok nya, ya ampun segala lo ngegoda dia lagi " kata Aida
" hahaha betul tuh, Nathan tuh gak cocok sama lo jangan mentang-mentang Nathan duduk di sebelah lo, lo bisa memonopoli Nathan sendiri. Heh mimpi aja lo " kata Calena
aku tidak mempedulikan apa yang mereka katakan, di sana aku hanya fokus mengisi tugas yang di berikan oleh guru
" kita aja yang cantik gak dilirik sama Nathan apa lagi modelan kaya lo gini " kata Calena
__ADS_1
" heh😏, udah tau gak di lirik masih aja mengharap " kata ku, dengan suara pelan
" heh, kalo lo mimpi lo bisa jadi kekasih nya Nathan mending lo bangun deh sekarang, dari pada lo jatuh kan sakit tuh, hahaha " kata Aida
" ya ampun bukannya kalian ya, yang mimpi🙄" kata ku, dengan suara pelan
" plak ( memukul kepala ) eh ngomong dong lo bisu ya hah " kata Aida
" kamu kaya gak tau aja dia tuh takut sama kita makanya gak ngomong " kata Calena
" ehh udah dong kalian gak boleh gitu ah sama temen kalian sendiri " kata ketua kelas
" alah ketua kelas gak usah sok baik deh, lo juga kesel kan liat dia deket sama Nathan. bukannya lo itu naksir Nathan? " kata Aida
" tapi kan… " kata ketua kelas
" udah deh, lo diam aja deh ketua " kata Calena
" plak ( memukul kepala ) woy ngomong dong, asal lo tau aja ya ketua kelas tuh udah sering ngeliat lo jalan bareng sama Nathan jadi lo tuh gak usah sok-sokan polos " kata Aida
" bener tuh emang lo pikir kita gak tau apa kelakuan busuk lo selama ini " kata Aida
" betul banget seluruh kelas juga tau lo itu Gimana di rumah, maupun di luar jadi lo gak usah ngegoda Nathan kita deh " kata Calena
" emang kalian pikir kalian tau apa tentang ku hah? " kata ku
Aku sudah mulai kesal dengan tingkah mereka karena mereka sudah keterlaluan, mereka main tangan kepada ku bahkan mengatai ku. Tapi aku berusaha untuk tidak membalas nya karena aturan sekolah tidak boleh di langgar.
" dug ( menendang kaki ) woy lo diam aja kaya gini gak asik tau " kata Calena
" woy dasar jalang ngomong dong lo " kata Aida
akhirnya aku sudah gak bisa menahan amarah lagi, aku sangat kesal saat itu
" plak, plak ( menampar mereka satu persatu ) kalau kalian nyari masalah lagi sama gue kalian mungkin gak hanya mendapatkan tamparan dari gue, emang kalian pikir gue gak bisa apa melawan kalian, asal kalian tau aja ya gue bisa melakukan lebih dari apa yang kalian lakukan ke gue tadi " kata ku dengan nada membentak
" beraninya lo nampar muka gue, bahkan orang tua gue aja gak pernah nampar muka gue " kata Aida, sambil memegang pipinya yang aku tampar
" ya udah kita tampar balik aja " kata Calena, sambil melayangkan tangan ke arah ku hendak menampar ku
Belum sempat dia menamparku, aku sudah menahan tangan nya terlebih dahulu. Tapi di sisi lain Aida juga ingin menampar ku hampir saja aku kena tampar olehnya tapi ada tangan yang menghalangi tamparan itu.
" apa-apaan ini kenapa kalian ribut? " kata pak Kenji yang tiba-tiba datang
" pa… pak Kenji, itu loh pak Sofia dia yang mencari gara-gara terlebih dahulu " kata Aida
__ADS_1
" betul pak dia yang mencari gara-gara terlebih dahulu, ya kan teman-teman? " kata Calena memanas-manasi teman-teman sekelas lainnya untuk mendukung nya
pak Kenji yang menunggu Jawaban dari para siswa lain pun menengok ke arah para siswa begitu juga aku
" iya betul sofia duluan yang mulai pak " kata para siswa di kelas serentak.
" haahh " desah ku tanda kecewa
" jadi sofia, apa kamu ada belaan untuk dirimu sendiri? " kata pak Kenji
" hah terserah deh pak, toh saya sangkal juga percuma disini mereka hanya memandang fisik saja, siapa yang paling cantik dia lah yang benar. ya kan kawan? " kata ku dengan sinis untuk memojokkan para teman sekelas ku yang menghianati ku
" baiklah kalian bertiga silahkan ikut bapak ke ruang guru " kata pak kenji
akhirnya kami pun dibawa oleh pak Kenji untuk pergi keruang guru dan menghadap guru BK, yah disana seperti biasa mereka membela diri mereka sendiri
" jadi Sofia karna kamu tidak menyangkal nya, ibu anggap kamu yang bersalah " kata guru bk itu
saat guru bk itu bilang bahwa aku yang bersalah mereka pun senang dan saling senyum
" tunggu dulu ini sangat tidak adil, bagaimana bisa orang yang bahkan gak bicara satu kata pun di anggap bersalah? " kata Nathan yang datang ke ruang guru
" Nathan apa yang kamu lakukan disini " kata pak Kenji yang dari tadi ada untuk menjadi sanksi
" pak saya tidak terima kalau Sofia yang harus di salah kan " kata Nathan
" loh, ada hak apa kamu sampai kamu bisa bilang kaya gitu " kata guru BK
" saya memang gak ada hak, tapi saya temen nya Sofia saya berhak membela dia, lagi pula saya membelanya juga gak asal membela saya punya bukti " kata Nathan
" bukti apa? " kata guru BK
" ini " sambil menyerah kan hp yang berisi rekaman kejadian tadi
Guru BK dan pak Kenji melihat secara seksama, setelah mereka melihat video yang di berikan Nathan akhirnya hukuman yang diberikan kepada ku pun di ringan kan dan justru sebaliknya mereka mendapat hukuman berat atas perbuatan mereka.
" Nathan terimakasih ya atas bantuan nya tadi, aku benar-benar tertolong " kata ku, sambil berjalan menuju arah kelas
" iya sama sama tapi untung tadi kamu gak melawan di awalnya " kata Nathan
" iya, ngomong-ngomong ko kamu bisa ada video tadi bukan nya kamu gak di tempat kejadian nya saat peristiwa itu terjadi " kata ku
" memang, tapi aku diam-diam merekam nya " kata Nathan
" dan satu lagi kamu gak usah bicara terlalu formal sama aku " kata Nathan
__ADS_1
" oh oke deh " kata ku
akhirnya kami pun sampai di kelas dan melanjutkan pelajaran seperti biasa, yah mungkin hubungan aku dan para temen sekelas gak akan menjadi seperti biasa lagi.