Perjalanan Waktu Sofia

Perjalanan Waktu Sofia
terungkapnya sebuah kebenaran


__ADS_3

DI DALAM MOBIL


" loh bel dimana sofia kok kamu sendirian aja sih? " kata ayah ketika melihat hanya bella yang memasuki mobil


" oh, sofia katanya sih dia mau main kerumah temennya dan mungkin dia bakalan menginap di sana" kata bella


" kamu yakin bel sofia nginep di rumah temennya, biasanya dia selalu izin sama ayah kalau dia mau kemana pun" kata ayah merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan Bella


" ya ampun yah, apa ayah saking gak percayanya sama aku sampai-sampai ayah mencurigai ku, udah sih yah sofia udah bilang ini ke aku. toh sama aja kan pesan nya juga udah aku sampaikan ke ayah" kata bella beralasan agar ayah mempercayai ucapannya


"bukannya ayah gak percaya sama kamu bel tapi ayah cuman merasa aneh aja biasanya sofia izin sama ayah secara langsung atau gak dia nelpon ayah" kata ayah


"oh, itu sih karna handphone dia ketinggalan di rumah yah" kata bella berbohong


" ok deh kalau begitu"


SEMENTARA ITU SOFIA


"ahhh akhirnya beres juga, oke deh mari pulang" kata sofia yang baru saja selesai membersihkan kelas. dia sengaja melakukan itu agar dia keluar lebih lama dari pada yang lain.


saat sofia hendak pergi dari kelas itu tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya


"oy, jangan di kunci dulu pintunya" kata orang tersebut yang tidak lain adalah Nathan


sofia merasa bingung, tadi gak ada orang kenapa tiba-tiba ada Nathan di sana


" loh, kok kamu bisa ada di situ sih sejak kapan ?" kata sofia yang merasa bingung


" sejak tadi " jawabannya singkat


" hah, sejak tadi perasaan gak ada orang deh, tapi kok bisa ada dia di sini" kata sofia dalam hatinya


" eh, jangan-jangan kamu nih hantu ya? " kata sofia sambil mencolek Nathan untuk memastikan kalau dia benar-benar manusia


" apa sih" kata Nathan yang merasa kesal karena dirinya di colek oleh sofia


akhirnya tanpa berlama-lama Nathan pun pergi meninggalkan sofia sendiri di kelas


" ye, gitu aja marah dasar tukang ngambek" ujar sofia


setelah sofia mengunci pintu kelas dia pun berjalan pergi. di dalam perjalanan, sofia melihat tempat gym yang direkomendasikan lisa, merasa tertarik dengan tempat itu akhirnya sofia pun pergi kesana untuk melihat-lihat.


"permisi boleh saya melihat aktivitas yang ada di dalam sini" kata Sofia kepada salah satu pekerja di sana


" tentu mbak, mari biar saya antar"


salah satu pekerja di sana mengajak sofia berkeliling sambil menjelaskan kegiatan mereka satu persatu


"mbak saya mau tanya kalau menjadi member di sini kira-kira bayar nya berapa ya mbak" kata sofia


" di sini kita bayar perbulan mbak, sekitar Rp.850.000 atau sekitar Rp 9,8 juta setahun" kata pekerja tersebut menjelaskan


" oh gitu ya mbak, ok deh makasih ya, nanti kalau saya dapet izin dari ayah saya nanti saya kesini lagi ya mbak" ujar Sofia

__ADS_1


" baik mbak"


setelah dari sana sofia lanjut jalan, sebenarnya bisa aja dia naik mobil tapi dia memilih untuk jalan sambil mengenang tempat itu sekali lagi yah plus olahraga sih😅.sudah lama sofia jalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghampiri dia " TIN TIN" ternyata itu adalah mobil ayah


" sofia kok kamu ada di sini bukannya kamu ke rumah temen kamu?, ayo masuk dulu ke mobil" kata ayah


" oh jadi ini alasannya" kata ku dalam hati


" gak yah aku gak jadi ke rumah temen ku"


" kalau gak jadi kenapa gak telpon ayah biar ayah jemput kamu, oh iya kan hp kamu ketinggalan di rumah ya "


" hah apa ketinggalan?, ahh😏 aku tau ini juga alasan dari ka bella" kata ku dalam hati


"gak yah tadi aku ke gym dulu soalnya"


" ke gym ngapain kamu"


" yah, boleh gak aku minta sesuatu sama ayah, jadi gini yah aku mau ikut gym bayar nya lumayan mahal kira-kira ayah ngizinin aku ikut gak yah? "


" emang bayarnya berapa ? "


" emm 850 per bulan"


"ayah sih gak masalah asal kamu serius aja ngejalanin nya"


" bener nih yah, asik ayah dari dulu memang ayah yang terbaik"


saat sampai di rumah aku dan ayah masuk bersama-sama dan itu membuat ka Bella terkejut


" keluar dari mana bel ?, bukannya kamu bilang sofia ke rumah temen nya?" kata ayah penasaran


" emm, anu yah maksud aku tuh kok dia bisa pulang cepet dari rumah temennya gitu yah" kata Bella gelagapan


" bener kamu gak lagi bohong sama ayah kan" kata ayah dengan penuh curiga kepada Bella


" enggak lah yah, emang di mata ayah aku ini pembohong apa, coba aja tanya sama Sofia" kata Bella sambil memegang tangan ku dengan keras


saat ayah ingin bertanya kepada Sofia ibu menghentikannya


" sudah-sudah ayo makan dulu, Sofia kamu pasti belum makan kan?,jadi ayo makan dulu. kamu juga sayang bukan nya tadi kamu bilang ingin mandi setelah pulang dari apotek" kata ibu


" betul juga, ya udah Sofia kamu makan aja dulu" kata ayah menyuruh Sofia makan


" sepertinya ka Bella dan ibu lagi-lagi ingin menutupi kejadian ini lagi" kata ku dalam hati


" makan bisa di tunda bukan yah, tadi bukan nya ayah ingin bertanya sesuatu sama aku kan?, dan oh iya tadi di dalam mobil ayah bilang handphone ku ketinggalan di rumah terus ini yang aku pegang apa yah" kata ku sambil menunjukkan hp yang dari tadi ada di tas aku


" hah, kok hp kamu ada di kamu sih, berarti Bella kamu berbohong sama ayah ya? " kata ayah sedikit emosi


" gak yah itu… aku" kata kak Bella tidak bisa berkata-kata lagi


" jadi, kamu kenapa kak" kata ku memancing nya untuk mengatakan kebenaran nya

__ADS_1


" oh iya ka tadi saat aku di kantin aku ketemu sama temen kakak tuh yang namanya Doni dia bilang aku di panggil sama guru di gudang tapi kok aku malah di kunci ya di gudang?" kata ku menambahkan


" apa, jadi kamu di kunci di gudang bukan ke rumah temen kamu Sof ?, dan lagi yang ngunciin itu teman nya Bella?. bel ada apa ini kenapa teman kamu bisa ngunciin adik kamu di gudang, coba jelaskan kepada ayah" kata ayah semakin murka


" aku juga gak tau yah tentang ini, ini gak ada hubungannya sama aku " kata ka Bella


" ka saat aku dikunci in di gudang aku gak bawa hp, aku juga gak pernah menghubungi kakak, terus bagaimana bisa kakak bilang ke ayah kalau aku ada di rumah temen" kata ku


" bel tolong jelasin apa maksud kamu, apa kamu yang sudah nyuruh temen kamu untuk kunci in sofia di dalam gudang" kata ayah sambil berusaha untuk menahan emosi nya


" kalau iya emang Kenapa yah" kata ka bella dengan amarah yang sudah memuncak


"selama ini ayah selalu peduli in Sofia dari pada aku, sebenarnya yang anak kandung ayah tuh siapa aku atau dia" kata ka Bella sambil menunjuk aku dengan emosi


" bel sudah cukup, kalau ayah bilang jangan ungkit hal itu ya jangan ungkit" kata ayah dengan suara membentak


" mas kamu apaan sih kenapa kamu membentak bella kaya gitu" kata ibu membela bella


" udah kamu diam aja ini gara-gara kamu terlalu memanjakan anak kamu ini, dia jadi seperti ini bahkan dia melakukan itu kepada adiknya sendiri" kata ayah dengan membentak ibu


" apa ayah bilang, dia adik ku, yah dari dulu sampai sekarang aku gak pernah punya adik, yah aku ini anak kandung ayah satu-satunya" kata Bella


" tunggu apa ini maksudnya, ayah ibu apa ini maksudnya" kata ku bingung


" gak apa ko sof kakak mu itu emang suka ngelantur yang aneh-aneh" kata ayah berusaha menutupi


" sayang mau sampai kapan kamu nutupin kebenaran nya dari Sofia, sof kamu itu sebenarnya……" belum selesai ibu ngomong ayah sudah menghentikan nya


" STOP cukup sudah, apa kalian gak bisa diam" kata ayah dengan penuh emosi


"yah aku ini apa?, apa ada sesuatu yang ayah sembunyikan dari aku, ayah coba katakan kepada ku" kata ku merasa frustasi


aku hanya merasa takut apa yang aku pikirkan ternyata benar.melihat ayah,ibu, dan kakak diam aku berusaha untuk menanyakan nya


" ayah apa… aku… ini bukan anak ayah" ayah masih saja diam tak menjawab "ayah katakan apa aku ini bukan anak ayah" kata ku sambil mengguncangkan tubuh ayah


" ya… ya kamu bukan anak kandung kami, kamu gak di lahirin oleh ku, hanya Bella anak kandung kami" kata ibu


setelah mendengar itu aku merasa down aku gak tau harus bereaksi seperti apa, aku hanya bisa jatuh terduduk sambil menangis


" nak apa kamu gak apa?, sayang walaupun kamu bukan anak kandung ayah, ayah pasti akan tetap menyayangi kamu kok" kata ayah mencoba menenangkan aku


" sayang jangan begini tolong jawab ayah dong sof"


" jadi selama ini kenapa kakak dan ibu gak pernah menyayangi aku karna kau bukan darah daging kalian, karna aku hanya anak pungut" kata ku dengan terus menangis


" sayang " kata ayah


" dan ayah selama ini aku sangat percaya sama ayah tapi kenapa ayah tidak pernah bilang hal yang penting ini, kenapa yah?" kata ku mengatakan dengan nada sedikit agak tinggi


seperti biasanya ayah hanya diam membisu tidak mengatakan apapun, aku saat ini merasa sangat kacau, merasa sangat sakit. akhirnya aku pun lari masuk ke dalam kamar


DI Dalam Kamar

__ADS_1


" kenapa…… kenapa ini bisa terjadi, apa yang terjadi kurasa ini semua salah. dulu di kehidupan ku tidak ada adegan seperti ini tapi kenapa sekarang menjadi seperti ini, tidak… tidak ini pasti salah atau aku hanya bermimpi saja" kata ku


siapa pun aku mohon bangun kan aku dari mimpi menakutkan ini.


__ADS_2