
Sudah cukup lama aku menunggu ayah dan ka Bella keluar tapi tidak kunjung keluar juga, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur.
Setelah beberapa jam akhirnya ayah membangun kan aku dan menyuruh ku masuk ke dalam ruang keluarga, saat aku masuk aku pikir di sana hanya ada ayah dan ka Bella tapi ternyata ibu juga ada di sana.
setelah aku duduk di salah satu sofa dekat ayah, ayah pun memulai pembicaraan ini
" anak ku Sofia, ayah benar-benar minta maaf ayah terpaksa untuk mengambil keputusan ini, ayah benar-benar minta maaf ya nak ayah... " belum sempat ayah selesai bicara tapi ka Bella sudah memotong nya
" udah sih yah buruan lah gak usah basa basi kaya gitu " kata ka Bella dengan tidak sabar
" diam kamu Bella kalau kamu tidak sopan kaya gitu ayah akan membatalkan keputusan ini dan ayah gak peduli kamu pengen melakukan apapun " bentak ayah
" tapi kan yah.... " bantah ka bella yang langsung di teriaki oleh ayah
" sudah cukup ayah gak mau mendengar alasan apa pun lagi " teriak ayah kepada kak Bella
" udah sih bel kamu tahan dulu aja bentar gak akan lama kok, dari pada kamu ngebantah ayah kamu kaya gitu " bisik ibu kepada kak Bella
" tapi bu aku sudah gak sabar untuk melihat bocah busuk itu pergi dari sini " kata kak Bella berbisik kepada ibu
" udah kamu diam aja dulu dari pada ayah kamu gak jadi " bisik ibu
Aku yang merasa sangat penasaran sebenarnya ada apa ini dan kenapa ayah sangat marah dengan kak Bella dan kenapa juga kak Bella sangat tidak sabar hari ini. Itu semua membuat perasaan aku jadi tidak enak
__ADS_1
" ayah sebenarnya ada apa sih yah? " tanya ku
" Sofia tolong kamu jangan membenci ayah yah nak, ayah terpaksa harus mengambil keputusan ini dari kamu. Nak ayah... " lagi-lagi ayah berbicara terpotong tapi kali ini bukan karna kak Bella melainkan karna ayah sendiri yang tidak sanggup melanjutkan kata-katanya
" ayah kenapa, jangan seperti ini cepat katakan ada apa yah " kata ku yang sudah merasa sangat penasaran
" jadi gini Sofia ayah terpaksa harus menyuruh kamu pergi dari rumah ini " kata ayah dengan menunduk
" ayah jangan bercanda ahh ini sama sekali gak lucu tau yah " kata ku dengan tertawa kecil, berusaha untuk tidak percaya
" heh lu tuh bego atau apa sih udah jelas ayah tuh ngusir lo dari rumah ini, jadi lo gak usah sok bego deh cepat angkat kaki dari sini " kata kak Bella dengan wajah yang tersenyum licik
" ayah katakan apa benar yang di katakan kak Bella" kata ku sambil mengguncang kan tubuh ayah
" gak ini gak benar, ayah coba ayah bilang itu kepada ku sambil menatap mata ku cepat ayah " kata ku
Di dalam hati ku, aku berharap ini hanyalah prank yang di lakukan ayah, dan ayah tidak akan mengangkat kepalanya. Tapi aku salah
" nak maaf ayah harus menyuruh mu meninggalkan rumah ini " kata ayah sambil menatap mata ku
Aku masih gak percaya dengan apa yang ayah kata kan, aku berusaha untuk menyangkal nya tapi itu semua percuma. karna ini lah kenyataan nya.
Aku keluar dari ruangan itu dengan penuh kecewa dan pergi ke kamar ku, di dalam kamar aku mengambil tas ku dan semua barang yang bisa ku bawa aku masukan Semuanya ke dalam koper yang sangat besar.
__ADS_1
...----------------...
sedangkan itu masih di dalam ruangan ayah membentak kak Bella
" puas kamu puas " bentak ayah
" sekarang ayah harus melihat anak ayah pergi, rasa sakit apa yang ayah rasakan melebihi ini " kata ayah sambil menangis
Saat itu juga aku pun turun sambil membawa koper ku dan menatap ke depan dengan penuh kehampaan, ayah melihat ku dan menghampiri aku dan memeluk ku
" maaf kan ayah Sofia " kata ayah sambil memeluk aku dan memberikan sesuatu ke tangan ku, saat itu aku gak sadar dan gak peduli apa yang ayah berikan dan aku juga tidak mendengar pembicaraan ayah lagi
Aku terus berjalan ke luar dengan pandangan yang masih kosong, aku masih gak percaya dengan apa yang terjadi ayah bilang dia ingin memberikan keadilan kepada ku tapi apa ini keadilan yang pantas untuk ku dapat kan.
Aku tidak sadar bahwa ternyata aku menitikkan air mata sedikit demi sedikit, betapa sakit dan hancur nya hati ku saat ini. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan dan aku gak tau harus kemana.
Aku terus berjalan dalam kehampaan, tanpa sadar ada sebuah mobil yang datang menghampiri aku. mobik itu berhenti tepat di depan aku, aku yang tidak sadar akan hal itu terus berjalan dan menabrak mobil itu.
" hei apa yang kamu lakukan " kata orang itu
Aku hanya bisa terduduk diam di depan mobil itu dan mulai menangis, setelah melihat aku menangis orang itu diam dan khawatir dia berusaha menenangkan aku tapi itu semua nihil.
Aku tetap menangis di depan mobilnya dan dia pun Tidak berhasil menenangkan ku hingga aku merasakan sebuah pelukan hangat yang aku terima, pelukan itu mengingat kan aku akan kasih sayang yang ayah berikan pada ku selama ini. Pelukan itu benar-benar telah menenang kan ku.
__ADS_1