
Setelah melihat rumah yang ada di alamat itu aku pun menghubungi ayah untuk memastikan.
" Halo ayah ini aku, ayah aku mau bertanya aku sudah berada di alamat yang ayah berikan kepada ku. Tapi ini rumah siapa yah?"
" nak itu bukan rumah siapa siapa, itu ayah berikan rumah untuk kamu tinggali. Maaf jika ayah sudah mengecewakan kamu nak ayah gak bermaksud untuk mengusir mu ayah hanya ingin kamu tinggal dan hidup dengan tenang tanpa di ganggu oleh kakak mu. Ayah benar benar minta maaf boleh ayah datang kesana untuk menghampiri kamu nak?" Sesal ayah
" Maaf ayah untuk saat ini aku tidak ingin bertemu siapa pun, dan untuk rumah nya terimakasih ayah sudah mau memikirkan aku. Sekali lagi aku minta maaf yah aku belum bisa bertemu dengan ayah sekarang"
Bukan aku bermaksud untuk tidak sopan pada ayah hanya saja hati ku masih belum bisa menerima semua yang terjadi secara tiba-tiba itu, walaupun begitu aku sama sekali tidak pernah membenci ayah ku hanya butuh waktu untuk itu semua.
Setelah selesai melihat lihat rumah itu aku pun kembali ke kediaman keluarga Marco
"Loh Sofia dari mana aja kamu" tanya pak Max
"Saya abis keluar bentar pak"
" Oh walah ya udah "
" Ok deh pak saya balik ke kamar saya dulu yah"
" Ah, Sofia tunggu sebentar " tahan pak max
" Ada apa pak? "
" Bukan nya saya pernah bilang ya untuk tidak memanggil saya pak, jadi kapan kamu bisa memanggil saya kakak "
" Ahh itu baik lah k..kak Max saya izin pamit ke kamar dulu "
" Nah ini jauh lebih baik, iya baik lah silahkan istirahat ".
Kevin yang melihat hal itu pun merasakan ada yang aneh dengan tingkah laku dari kakak nya itu .
" Apa apaan ini kak kenapa kakak bersikap sangat lembut terhadap nya, bahkan kakak tidak pernah seperti itu kepada ku "
__ADS_1
" Apa kamu merasa cemburu kepada nya kev? "
" Tidak tentu saja tidak, buat apa aku cemburu padanya hanya saja kakak gak pernah selembut itu pada ku. Aku hanya merasa heran saja "
" Entah lah aku juga tidak tau aku merasa sangat merindukan nya walaupun kami baru pertama kali bertemu "
" Hmm aneh " ujar kevin setelah melihat kelakuan aneh kakak nya yang baru pertama kali dia lihat.
\*..............…....\*
" Tidak aku harus segera pindah dari sini karena bagaimanapun juga gak enak tetap menumpang di sini, masih banyak hal yang harus ku lakukan tapi pertama tama aku harus keluar dari rumah ini "
Setelah memutuskan untuk pergi dari rumah ini esok nya aku pun menghadap kak Max untuk meminta izin
" Ka sebelumnya aku sangat berterima kasih atas kebaikan kakak, tapi aku harus segera pergi dari sini gak enak kalau aku terus ada di sini " kata ku
" Kan udah saya bilang kamu bisa tinggal di sini semau mu gak usah sungkan, lagi pula kalau kamu keluar dari sini emang kamu punya tempat tujuan? " Tanya ka max
" Baiklah kalau memang itu sudah tujuan kamu, kamu bisa minta bantuan pak li untuk membawa barang mu serta mengantar mu ke sana"
" Baik terimakasih banyak sekali lagi kak"
" Sof, kamu kalau mau balik lagi ke sini boleh kok" ujar ka max sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela. terlihat kuping nya yang sedikit memerah dan jari jemari nya yang mengetuk pelan meja kerja itu membuat kak max terlihat sedikit imut saat itu
" Hahaha baik ka terimakasih banyak" sebenarnya sangat di sayangkan aku tidak bisa menikmati lama lama pemandangan yang sangat jarang itu, mengingat kak max yang selalu bersikap dingin dan tegas itu kini malu malu dan canggung di hadapan ku sungguh menggemaskan.
Tapi yah bagaimana pun aku sudah harus bergegas membereskan semua barang dan membawa nya ke luar.
\#.............…....\#
Setelah selesai membersihkan semua barang, aku pun menuju mobil nya pak li dan memasukkan semua barang bawaan ke dalam mobil. yah tentu saja di bantu oleh pak li juga.
" Sudah non? Apa masih ada lagi barang di dalam? " Tanya pak li
__ADS_1
" Tidak pak ini sudah semua kok " ujar ku sembari mengelap keringat yang ada di dahi.
Saat aku hendak masuk ke dalam mobil saat itu kevin baru saja pulang dari kegiatan dia di luar sana, Dia melihat ku dan menghampiri diri ku.
" Eh ternyata lo nurut juga yah, jadi lo udah mau hengkang dari kediaman ini secepat ini. Hahaha syukur deh kalau gitu dan satu lagi gak usah lo dateng lagi kesini apabila nempel nempel kaya parasit dengan kakak gue " ujar kevin Sembari berkacak pinggang
" Gak usah lo bilang juga gua paham, tapi satu hal lagi kakak lo yang udah izinin gua buat dateng ke sini lagi, bahkan kata dia rumah ini terbuka lebar untuk gua " sahut ku
" Hahaha ngibul lu liat aja sekarang saat lo pergi kakak gue gak dateng buat mengantar elu, yah lagi pula gak penting penting amat sih buat dia pffft " kata kevin dengan songong nya.
" Anu tuan muda tadi tuan max udah titip salam kok untuk non sofia, soalnya tuan sedang ada pertemuan penting jadi tidak bisa mengantarkan non sofia " sela pak li yang dari tadi ada di belakang ku dan mendengarkan semua percakapan kita berdua
" Hahaha maaf saya ketawa banget loh " ujar ku sembari meledek kevin.
Tentu saja kevin yang memiliki harga diri yang tinggi setinggi pohon toge itu gak bisa di singgung sedikit langsung roboh pffft, maaf maaf maksudnya langsung tersinggung dan masuk ke dalam dengan wajah yang kesal dan jengkel.
" Ayo non mari saya antar " tegur pak li. Akhirnya kami pun masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan
" Wah pak li ini seperti nya orang yang sungguh berani menyinggung tuan muda nya sendiri " ucap ku pada nya
" Hahaha tidak seperti itu non, dari kecil tuan muda memang seperti itu jadi tuan sangat tidak ingin memanjakan nya. Prinsip tuan adalah bila dia salah maka dia salah tidak usah di bela jadi setiap kali tuan muda berbuat onar tidak akan ada pelayan atau pun pengawal yang akan mendukung nya " jelas pak li
" Oh begitu toh, pantas saja dia begitu nurut dengan kak max " kata ku sembari tertawa kecil
Tidak lama kami berbincang kami pun sudah hampir tiba di tempat tujuan.
Pak Li membantu ku menurun kan barang dan memasukkan nya ke dalam rumah, selesai dia melakukan itu dia pun izin undur diri. Dan tinggal lah aku sendiri di dalam rumah
" Hah akhirnya sampai juga sekarang waktu nya kita bersih bersih dulu "
2 jam sudah ku habis kan hanya untuk bersih bersih rumah, aku pun istirahat dan duduk di sofa yang berada di pojok dekat jendela.
Banyak hal yang ingin ku lakukan tapi terkadang aku bingung harus mulai dari mana, permasalahan nenek nya Nathan juga harus segera di selesaikan walau pun saat ini Liu Ming sedang pergi untuk mencari petunjuk tapi bagaimana pun aku merasa tidak enak kalau hanya berdiam diri saja.
__ADS_1