
Saat di perjalanan menuju kamar suasana yang kami alami benar-benar canggung, mungkin Nathan masih malu atas kejadian tadi.
" Nathan kalau boleh tau sejak kapan nenek kamu sakit? " tanya ku, untuk memecahkan kesunyian ini
" sudah cukup lama " jawabnya singkat, kemudian suasana kami kembali menjadi canggung kembali
*...........*
sudah lama kita berjalan tapi kamar nya belum juga kunjung kelihatan.
" aduh seberapa besar sih rumah ini, kenapa dari tadi belum juga sampai " keluh ku di dalam hati
" emm Sofia... maaf ya tadi aku menangis seperti itu, aku ini cengeng ya " kata Nathan dengan ekspresi malu di wajah nya
" hey kalau kamu menangis bukan berarti kamu cengeng kan, setiap orang pasti pernah menangis, bukan kah itu hal yang wajar " kata ku
" Nathan kalau kamu percaya kepada ku kamu bisa terbuka kepada ku, kamu bisa menjadi dirimu sendiri saat kamu bersama ku " kata ku
" Sofia maaf sebelumnya bukan aku tidak percaya sama kamu tapi saat ini mungkin aku masih belum bisa membuka diriku untuk orang lain, maaf kan aku Sofia " tutur Nathan dengan ekspresi bersalah
" hey, tidak apa ko Nat aku mengerti dengan sangat jelas, toh pelan-pelan saja juga tidak apa, lagian kita juga kan baru kenal beberapa minggu ini " kata ku
" Terimakasih ya Sofia sudah mau mengerti diriku, kedepannya kalau kamu ingin meminta bantuan kepada ku jangan sungkan ya " kata Nathan
" Sip udah pasti itu mah, hahaha " kami pun tertawa bersama walupun Nathan masih pelit dengan tawanya tapi kali ini tawanya tidak di paksakan lagi.
^_________^
Setelah berjalan yang cukup panjang, emm.... tidak sangat panjang sih, akhirnya kami pun sampai di depan kamar yang akan ku tempati.
" nah Sofia kita sudah sampai di depan kamar, ini akan jadi kamar mu untuk saat ini jadi anggap sebagai kamar sendiri ya " kata Nathan
" baik, terimakasih banyak Nat " jawab ku
" oke deh, aku undur diri dulu nanti kalau butuh sesuatu panggil pelayan aja, oke " pesan Nathan
setelah Nathan pergi aku pun masuk kedalam kamar, untuk seukuran kamar tamu kamar ini benar- benar mewah
" bahkan kamar ku aja tidak semewah ini " pikir ku.
Tidak banyak aktivitas yang bisa kulakukan, karena aku sudah sangat lelah akhirnya aku pun tertidur dengan cepat.
#..............#
Keesokan paginya aku di bangun kan dengan suara salah satu pelayan
" selamat pagi nona, bagaimana tidur nona semalam apakah nyenyak? " tanya pelayan itu
" yah tidurku Sangat nyenyak " jawabku
" wah syukurlah, oh iya nona bila anda ingin mandi kami sudah menyiapkan pakaian nona di dalam lemari, nona tinggal pakai saja " kata pelayan itu
Aku pun membuka lemari yang di maksud oleh si pelayan
__ADS_1
" ya ampun banyak sekali pakaian nya " kata ku
" iya nona tuan besar tidak tau berapa ukuran baju mu jadi tuan besar membelikan semua ukuran besar yang kira-kira bakalan muat di tubuh nona " kata pelayan itu
" oh begitu baik lah, terimakasih ya " kata ku mengiyakan, karna ku tau betapa susahnya mencari baju untuk wanita gemuk seperti aku ini.
setelah pelayan itu keluar aku pun bergegas mandi dan memilih pakaian yang akan aku kenakan, untung nya ada pakaian yang muat
setelah aku selesai berganti pakaian aku pun turun ke bawah untuk sarapan bersama yang lain nya
" eh Sofia " panggil Liu Ming
" loh Liu Ming, tadi malam kenapa kamu lama sekali sih? "
" ahh iya maaf sebenarnya aku sudah selesai dengan cepat menyelidiki tentang keluarga ini, dan aku melihat ada seseorang nenek yang berbaring di kasur " kata Liu Ming
" iya itu nenek mereka " jawab ku
" aish kamu sudah tau ternyata " kata Liu Ming
" tentu saja malah aku sudah hampir tau semua" kata ku
" oke deh aku yang telat aku minta maaf, tapi aku yakin kamu pasti belum tau tentang yang satu ini " kata Liu Ming
" apa? " tanya ku penasaran
" jadi gini setelah aku Selidiki nenek itu sakit bukan karena penyakit biasa, para dokter yang mereka sewa sama sekali gak guna karena penyakit itu gak bisa di sembuhkan oleh obat manapun yang dokter itu kasih " kata Liu Ming
" hah penyakit apa itu? " tanya ku
" hah terus apa nama racun itu? " tanya ku
" emm... kalau gak salah namanya VENENUM SINE NOMINE kalau di artikan yaitu 'Racun Tanpa Nama' " jelas Liu Ming
" ihh nama macam apa itu, itu sih bukan nama kalau tanpa nama " kata ku
" hahaha bener juga ya, tapi serius loh itu namanya " kata Liu Ming
" ok, terus apa ada penawar nya? " tanya ku
" tenang saja itu kan aku bilang dulu, peradaban kami jauh lebih maju dari peradaban manusia jadi kami sudah meneliti tentang racun itu dan kami sudah menemukan obat penawarnya " jelas Liu Ming
" terus mana obat penawar itu? " tanya ku
" ye kamu pikir aku pegangin apa obat itu " sangkal Liu Ming
saat kami sedang berbincang tiba-tiba salah satu pelayan yang berbeda dengan yang tadi menghampiri aku dan menyuruh ku untuk cepat turun
" oh iya aku hampir saja lupa, terimakasih sudah mengingatkan " ujar ku
Aku pun bergegas turun ke bawah, sambil berbincang dengan Liu Ming menggunakan telepati
" terus Liu Ming itu gimana " kata ku
" yah gimana yah, obat penawar nya enggak ada di sini loh " tegas Liu Ming
__ADS_1
" hah lalu di mana? " tanya ku Bingung
" aku juga tidak tau, kita harus ketemu tetua mengenai ini, karna bisa jadi obat ini ada di kaum ku di negara lain " jelas Liu Ming
" benar juga, tapi kira-kira aku boleh gak ya ngasih tau mereka soal ini? " tanya ku
" boleh saja asal kamu jangan sampai membongkar rahasia kaum ku " kata Liu Ming
" lah iya juga, kalau aku gak bilang tentang kaum mu bagaimana aku menjelaskan ini ke mereka " kata ku bingung
" ya sudah kalau begitu lebih baik gak usah bilang aja " kata Liu Ming
" tapi bagaimana pun kita butuh bantuan mereka juga kan " kata ku
Tidak terasa ternyata kita sudah sampai saja di meja makan
" Sofia gimana tidur nya? " tanya Pak Kenji
" nyenyak sekali pak " jawab ku dengan riang
" wah syukur deh " kata Pak Kenji
setelah itu kami makan tanpa berbicara sepatah kata pun lagi, saat kami selesai makan aku memutuskan untuk memberitahu hal ini dengan mereka.
" Pak , Nat aku mau bicara hal yang penting tentang kalian " kata ku
" ehh Sofia kamu seriusan ingin bilang " kata Liu Ming
" iya " jawab ku
" apa yang ingin kamu katakan Sof? " tanya Pak Kenji
sebelumnya boleh tidak kita berbicara di tempat yang tertutup " kata ku
" baiklah " kata pak Kenji kemudian membawa ku dan Nathan ke ruang kerjanya
^_________^
setelah sampai di ruang kerja pak Kenji
" jadi Sofia ada masalah penting apa yang ingin kamu sampai kan ? " tanya Pak Kenji
" jadi gini pak saya tahu bahwa nenek anda sedang sakit cukup lama, saya memang tidak mengerti tentang ilmu kedokteran tapi boleh tidak sekiranya saya melihat kondisi nenek anda pak? " kata ku
" melihat kondisi nenek buat apa? " tanya pak Kenji
" iya apa yang ingin kamu lakukan sih Sof " tanya Liu ming
" gini pak, saya tau mungkin saya tidak bisa bantu banyak tapi izin kan saya untuk melihat keadaan nenek anda pak siapa tau saya bisa menolong anda " kata ku
" tapi... " kata pak Kenji ragu
" sudah lah ka tidak apa, toh Sofia hanya ingin melihat keadaan nenek saja " bela Nathan
" emm... baiklah kalau kamu ingin melihat keadaan nenek, bapak akan membawa kamu kesana " kata pak Kenji menyetujui
__ADS_1
Akhirnya aku, pak Kenji, dan Nathan menuju ruangan di mana nenek mereka di rawat.