Perjalanan Waktu Sofia

Perjalanan Waktu Sofia
pengenalan lebih jauh 2


__ADS_3

Setelah Liu ming mengobrol dengan ku gak lama pelayan itu datang dengan membawa makanan dan minuman di tangan nya.


" silahkan dinikmati nona " kata pelayan itu


" oh iya terima kasih pak " jawabku


setelah meletakkan makanan di meja pelayan itu pun pergi


" sof aku mau melihat-lihat rumah ini dulu ya " kata Liu Ming


" oh ya sudah, sekalian coba kamu periksa sebenarnya di sana ada apa sih? " suruh ku


" oke " Jawab Liu ming


Akhirnya Liu ming pun pergi untuk menyusuri rumah ini dan mencari informasi tentang apa yang terjadi. Saat aku sedang sendirian tiba-tiba Nathan datang dan menghampiri aku


" sof " panggil Nathan


" eh Nathan, urusan disana sudah selesai? " tanya ku


" belum " jawab Nathan dengan lesu


" ada apa Nat? " tanya ku


" tidak apa kok " jawab Nathan

__ADS_1


" hey, kamu menganggap aku sebagai teman mu kan? " tanya ku


" tentu saja " jawab Nathan


" kamu tau kan teman itu selalu ada untuk teman yang lainnya, kamu udah membantu aku dalam masalah ku dan sekarang aku juga ingin membantu kamu dalam masalah mu, yah walaupun mungkin aku tidak bisa membantu apapun tapi sekiranya kamu bisa membagi cerita kepada ku " kata ku


" ( senyum ) kamu pasti melihat banyak dokter kan saat kamu pertama kali masuk? " tanya Nathan


" iya betul sekali " jawabku


" para dokter itu kami panggil kerumah untuk mengobati sakit nenek ku yang semakin parah, sejak kecil aku dan kakak selalu dirawat oleh nenek karena orang tua kami selalu saja sibuk kerja, Mungkin mereka sudah tidak ingat lagi kalau mereka memiliki seorang putra. Bisa di bilang nenek adalah segalanya bagi kami, kalau seandainya saat itu nenek tidak ada mungkin aku dan kakak sudah gak tau harus bagaimana lagi, kami memang di gelimangi oleh harta tapi menurut kami harta bukan lah segalanya, kami saat itu masih kecil kami tidak tau apa yang harus kami lakukan dengan semua harta itu. dan sekarang kondisi kesehatan nenek semakin memburuk, aku dan kakak ku takut kehilangan sosok nya " kata Nathan, sambil menunduk kan kepala nya untuk menutupi sosok nya yang sedang menangis.


jujur saja baru kali ini aku melihat sosok Nathan yang seperti ini, sosok yang biasa nya dingin seperti es kini sosok itu mencair, Nathan bukanlah seseorang yang berhati dingin dia hanya seseorang yang memiliki kekecewaan di dalam hatinya. dan mungkin hal ini lah yang membuat Nathan merubah sikapnya.


" Nathan " panggil ku dengan lembut


Aku pun tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku tidak suka melihat senyum Nathan saat itu, senyum yang terlihat tegar tapi mengandung kesedihan di dalam nya. Saat itu tubuh ku secara tidak sadar memeluk dirinya dengan lembut


" Nathan kamu bisa menangis kalau kamu mau, toh aku tidak akan menertawakan mu, terkadang kita butuh menangis untuk meredakan rasa sakit di hati. Tidak perlu menahan nya " ujar ku


Kemudian Nathan pun menangis di dalam pelukan ku saat itu, entah sudah berapa lama dia menahan air mata nya selama ini, tapi kurasa itu sudah cukup lama.


Saat itu pak Kenji yang sedang memperhatikan dari jauh pun datang dan menghampiri kami


" ada apa ini " tanya pak Kenji

__ADS_1


Nathan pun melepaskan pelukannya dari ku


" kakak " kata Nathan


" hemm, kamu sudah berjuang keras selama ini aku bangga padamu adik ku " ujar pak Kenji dengan mengelus kepala Nathan


" kakak jangan seperti itu, aku bukan anak kecil lagi, lagi pula kan malu di liat Sofia " kata Nathan dengan tersipu malu, saat itu dia benar-benar terlihat sangat imut☺️


" hahaha, kamu yang tadi menangis di pelukan Sofia aja masih malu sama dia " ledek pak Kenji kepada Nathan


Nathan yang merasa malu hanya bisa tersipu dan salting dibuat nya


" hem ( tersenyum ) kamu yang seperti itu imut juga ya " kata ku kepada Nathan, yang membuat Nathan semakin salting saja


" sofia besok kan sekolah libur bagaimana kalau kamu menginap saja dulu disini, ini sudah sangat larut malam " kata pak Kenji. Benar saja ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam


" tapi pak saya belum izin ke ayah saya " kata ku


" oh iya juga ya, ya sudah kamu telepon ayah mu saja pakai hp saya " kata pak Kenji


" iya pak " akhirnya aku pun menelepon ayah menggunakan hp pak Kenji, tapi ayah tidak kunjung juga mengangkat telepon nya. Akhirnya aku memutuskan untuk mengirimi sms kepada ayah dan menyerahkan hp nya ke pak Kenji kembali.


" ya sudah Nathan kamu kasih tau Sofia ya kamar mana yang akan di tempati " suruh pak Kenji


" iya " Jawab Nathan singkat

__ADS_1


Akhirnya aku dan Nathan menuju ke kamar yang nantinya akan ku tempati untuk sementara.


__ADS_2