
Setelah apa yang terjadi aku pun pulang kerumah, tapi saat aku hendak mengendarai sepeda ternyata ada yang sudah merusak sepeda ku, disana aku melihat sepeda ku yang sudah di peretelin satu-persatu hingga aku tidak bisa mengendarai sepeda ku lagi.
aku berusaha untuk memanggil Liu Ming tapi dari tadi Liu Ming sama sekali gak menjawab, akhirnya aku memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki, yah walaupun jarak antara sekolah dan rumah itu jauh sih.
" Liu Ming, Liu Ming, Liu ming " aku terus memanggil Liu Ming untuk meminta tolong kepada nya tapi Liu ming sama sekali tidak menjawab
Akhirnya aku memutuskan untuk menelepon ayah untuk menjemput ku tapi aku baru sadar ternyata hp ku tidak ada di dalam tas, aku yang merasa khawatir akhirnya aku kembali lagi ke sekolah untuk mencari hp ku di dalam kelas.
" huuf untung aku belum berjalan terlalu jauh dari sekolah " ucapku
Akhirnya aku pun sampai di dalam kelas dan aku mencari kesana kemari, kolong ke kolong tapi tidak juga aku temukan. Awalnya aku merasa frustasi karena aku bingung harus bagaimana, tapi pak Kenji yang kebetulan lewat di depan kelas aku pun menyadari aku masih ada di sana.
" loh Sofia kenapa kamu belum pulang? " kata pak Kenji
" anu pak, hp saya hilang gak tau kemana dan lagi sepeda yang saya kendarai di rusak oleh seseorang " kata ku
" bagaimana bisa kaya gitu? " kata pak Kenji
" saya juga gak tau pak " kata ku
" ya udah kamu mau melihat cctv sekolah gak?" kata pak Kenji
" emang boleh ya pak? " kata ku
" tentu saja boleh, nanti saya temenin " kata pak Kenji
" ya udah pak saya mau " kata ku
akhirnya pak Kenji dan aku pun berjalan keruang cctv, dan meminta izin untuk melihat rekaman yang ada di sekitar parkiran sepeda dan ruang kelas ku.
Setelah melihat dengan seksama akhirnya aku tau siapa yang sudah merusak sepeda aku dan siapa juga yang sudah mengambil hp ku.
" nah itu dia, kamu kenal dengan mereka gak sof ? " kata pak Kenji
" ya pak saya kenal, yang merusak sepeda saya itu kakak saya dan beberapa pengikut nya, dan yang mengambil hp saya itu ketua kelas kami pak " kata ku
" bagaimana kakak kamu bisa tega kaya gitu sama kamu? " tanya pak Kenji
" uhh ceritanya panjang sekali pak " kataku
" ya sudah besok bapak akan bantu kamu untuk mengambil kembali hp kamu tapi bagaimana dengan kakak kamu sof ? " tanya pak Kenji
" kalau boleh saya ingin minta rekaman cctv ini pak " kata ku
Akhirnya aku di kasih rekaman cctv itu oleh pak Kenji tapi karena aku gak ada hp aku pun meminjam hp pak Kenji untuk menyimpan nya terlebih dahulu di hp nya.
" terus kamu gimana pulang nya ? " tanya pak Kenji
__ADS_1
" nanti aku coba jalan kaki dulu, kalau ketemu angkot baru ku naik mobil " kata ku
" hem ya udah kamu ikut bapak aja dulu ya " kata pak Kenji
" eh gak usah pak ini saja saya udah ngerepotin bapak, jadi gak usah pak, terimakasih " kata ku
" udah gak apa sih sof " kata pak Kenji
" biar bapak antar kamu ke rumah kamu " kata pak Kenji
" emm … ya sudah deh pak " kataku
Akhirnya aku pun diantar pak Kenji dengan mobilnya, tapi saat kita ada di tengah jalan ke rumah ku tiba-tiba pak Kenji mendapatkan telepon dari seseorang.
" angkat dulu saja pak gak apa " kata ku
Akhirnya pak Kenji pun menepikan mobilnya dan mengangkat telepon, entah siapa yang menelepon nya saat itu, pak Kenji pun langsung memutar balikkan mobil nya dan menjauh dari arah rumah ku, aku sudah mulai khawatir karena pak Kenji melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" pak, pak, pak " berulang kali aku panggil pak Kenji tapi pikiran pak Kenji seperti tidak berada di sini, aku pun terus memanggil nya untuk membuat nya tersadar.
" paaaak " teriak ku dengan kencang
" eh " hentak pak Kenji
" ahh Sofia maaf kan bapak, bapak harus buru-buru pulang kerumah untuk saat ini soalnya ada urusan mendesak, nanti setelah urusan ini selesai bapak pasti akan antar kamu pulang bapak janji " kata pak Kenji dengan nada khawatir
" maaf bapak gak bisa jelasin sekarang bapak harus cepet-cepet sampai " kata pak Kenji
Akhirnya aku pun tidak banyak bicara begitu juga dengan pak Kenji, kami sepanjang perjalanan hanya terdiam saja tanpa berbicara apa pun. Akhirnya kami pun sampai di suatu rumah yang sangat besar jauh lebih besar dari rumah ku dan ayah.
" sof ayo turun " suruh pak Kenji
Aku pun hanya mengikuti instruksi pak Kenji tanpa berbicara dan mengikuti langkah pak Kenji yang terburu-buru
Sesampainya di depan pintu banyak pelayan yang menyambut kedatangan pak Kenji dengan membungkuk hormat
" selamat datang tuan " kata para pelayan itu serentak
saat kami masuk keruangan aku melihat banyak sekali dokter disana, dan juga Nathan
" pelayan tolong kamu antar kan nona ini keruang tamu dan suguh kan makanan untuk nya " suruh pak Kenji
" baik tuan " jawab pelayan itu
" nona silahkan lewat sini " kata pelayan itu menunjukkan jalan nya kepada ku
" pak kalau boleh saya tau itu sedang ada apa ya, ko pak kenji terlihat sangat khawatir " tanya ku kepada pelayan itu
__ADS_1
" oh itu, nyonya besar sakitnya sedang kambuh non " kata pelayan itu
" nyonya besar!, ibu dari pak Kenji? " tanya ku Bingung
" oh bukan itu adalah nenek dari tuan Kenji " kata pelayan itu
" oh iya nona ingin minum apa non? " tanya pelayan itu
" apa saja pak " jawab ku
Akhirnya aku pun di tinggal oleh pelayan itu sendirian, saat aku sedang melihat-lihat ruangan yang aku tempat kan itu tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan ku
" wah ruangan ini bagus sekali " kata Liu Ming
" Liu ming dari mana aja kamu? " tanya ku
" ahh, apakah aku melewatkan sesuatu? " tanya Liu ming
" kamu melewatkan banyak hal tau " ujar ku
" apakah kamu mendapatkan masalah? " tanya Liu ming
" banyak banyak sekali " kata ku
Kemudian Liu ming pun menyentuh kepala ku dengan tangan nya, entah apa yang terjadi dengan kepala ku seperti kejadian yang terjadi sebelumnya di putar ulang.
" wah banyak sekali yang kamu alami, maaf aku gak ada di samping mu " kata Liu Ming dengan sedih
" hey gak apa-apa, tadi jangan-jangan kamu melihat isi pikiran ku ya? " tanya ku
" iya tadi aku melihat nya " jawab Liu ming
" tadi kamu kemana aja sih Liu Ming? " tanya ku
" itu aku tadi sedang menyelidiki sesuatu tentang kalung itu "
" loh bukannya kamu gak bisa jauh-jauh dari aku? " tanya ku
" memang tapi aku masih bisa pergi ke suatu tempat asalkan tempat itu jarak nya gak sangat jauh dari mu " kata liu Ming
" hah? " kata ku bingung
" aish, intinya gini kalau semisal kamu ada di rumah ini terus aku pergi ke rumah mu itu gak bisa karna jaraknya terlalu jauh, jadi kalau tempat nya itu masih berjarak 800M dari kamu aku masih bisa ke tempat itu " jelas Liu ming
" oh gitu, berarti kalau aku jalan nih dari sini keruang lain jarak kamu akan berubah? " tanya ku
" iya itu tergantung kamu semakin jauh maka jarak nya semakin kecil, gitu " jelas Liu ming.
__ADS_1