
akhirnya Bella dan Kevin pun pergi bersenang-senang bersama sedangkan itu Sofia.
" ahh, akhirnya pulang juga ok deh sekarang tinggal tungguin telepon dari ayah, aku penasaran apa yang ingin ayah bicarain ke aku ya? " kata sofia merasa penasaran dengan omongan ayah nya nanti
tapi tiba-tiba ada seseorang datang menghampiri sofia, seseorang yang membuat sofia males berada di sana
" eh sofia sini lo " kata Doni
" yeh siapa anda yang dateng-dateng nyuruh orang kaya gitu, kaya gak ada sopan santun nya tau🙎♀️" kata sofia males melihat Doni
" udah lo gak usah bahas sopan santun sama gue, gara-gara lo nih gue gak jadi kencan sama bella kan" kata doni melampiaskan amarahnya ke sofia
" apa kamu bilang, kamu gak jadi kencan sama ka bella ( dengan ekspresi terkejut ) wah kesian sekali ya kamu😹, heh asal kamu tau aja ya selama ini kamu tuh hanya di manfaatkan oleh ka Bella tau, sadar diri dong " kata sofia dengan nada meledek
" apa… lo… beraninya lo ngeledekin gue, bener-bener ya lo" kata doni hendak melayangkan pukulan kepada sofia. tapi tiba-tiba
" beraninya kamu main kasar sama cewek, apalagi ini di lingkungan sekolah " kata Nathan sembari tangannya menahan tangan doni
" siapa lo?, gak usah ikut campur urusan gue dengan cewek gendut ini deh lo, minggir" kata doni menarik tangan nya kembali
" saya emang gak mau ikut campur tapi kalo anda sampai melayangkan tangan ke arah temen saya maka anda berurusan dengan saya, apa anda paham" kata Nathan dengan tegas
" ahhh, sial awas aja lo ya pada" kata doni lalu beranjak pergi dari hadapan Nathan dan sofia
" emm, nathan makasih ya atas bantuan nya kata ku
" tidak masalah, kamu ini kenapa sih kenapa kamu ngomong kaya gitu ke dia" kata nathan
" gak apa, aku hanya gak mau aja diam saat aku di pojokan" kata ku
__ADS_1
" ya gak apa sih ngelawan tapi jangan sampai menyulut emosi dia, kalau berhadapan dengan orang seperti itu kamu tuh harus bermain pintar paham"
"ok deh nat, sekali lagi makasih ya"
" ya udah aku duluan hati-hati" kata Nathan sambil berjalan pergi
setelah kejadian itu aku mendapat telepon dari ayah
" halo ayah ada apa " kata ku
" nak, kita ketemu di cafe dekat tempat gym kamu ya, ayah tunggu nih di sini" kata ayah
" ya ayah" kata ku mengakhiri percakapan
setelah beberapa menit akhirnya aku sampai di cafe yang ayah maksud
" ayah, tadi di chat ayah bilang ingin bicara sama aku, ayah ingin bicara apa? " kata ku
" ya ayah tentu saja, kenapa emang yah? "
" gak, ayah cuman pengen tanya aja sama kamu dan ini uang nya kamu bisa daftarin diri kamu di sana, sekalian ayah juga pengen liat tempat gym nya kaya gimana" kata ayah
" ya udah yah ayo "
" eh entar dulu mending kamu makan dulu aja"
" oke deh yah "
setelah selesai makan aku dan ayah pergi ke tempat gym untuk mendaftar setelah itu ayah mengajak aku ke suatu tempat yang gak pernah aku tau tempat apa itu.
__ADS_1
" sof apa kamu ingat tempat ini ? " kata ayah
" gak tau yah emang ini tempat apa "
" hem☺️ mungkin kamu gak ingat karna saat itu kamu masih bayi"
" tunggu masih bayi?, berarti maksud ayah ini tempat di mana ayah menemukan aku " kata ku terkejut
" iya benar, tapi mungkin tempat ini sudah berubah karna dulu tempat ini kosong dan akhirnya entah kenapa orang-orang memutuskan memakai tempat ini lagi "
" jadi, disini aku di buang?, di tempat ini oleh orang tua ku? " kata ku
" iya, tapi sofia belum tentu kamu di buang oleh orang tua mu kan" kata ayah
" ayah gak usah berbohong sama aku yah sekarang aku sudah besar bukan anak kecil lagi, kalau gak di buang apa namanya kenapa mereka meletakkan aku di tempat kosong yang mungkin tidak ada orang yang akan menyelamatkan aku "
" sayang ayah mengerti tapi kalau mereka sengaja ngebuang kamu mereka gak mungkin meletakkan kalung ini di sisimu" kata ayah sambil menunjukkan kalung itu
" mungkin kamu gak percaya dengan apa yang ayah katakan tapi di dekat kalung ini terdapat sebuah surat yang menyatakan untuk menjaga mu, ayah juga sudah menyimpan surat nya dengan baik agar kamu bisa membacanya " kata ayah Sambil menyerahkan surat itu
" jadi gimana apa kamu merasa penasaran dengan orang tua mu, ayah rasa orang tua mu gak mungkin sengaja meninggalkan mu jadi kalau kamu ingin mencari orang tua mu ayah akan membantu mu".
"tapi tentu saja kalau kamu mau terus bersama ayah, ayah juga akan merasa sangat bahagia" kata ayah
sedangkan aku merasa bingung dengan apa yang ayah bicarakan dan dengan semua barang yang di berikan oleh ayah, aku tidak tau aku harus apa karna kejadian ini benar-benar berbeda dengan apa yang terjadi di kehidupan ku yang dulu mungkin kalau saja hal ini sudah pernah terjadi aku akan menghadapi ini semua dengan tenang
__ADS_1
" ayah aku gak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya. aku merasa bingung, di dalam hatiku ada rasa ingin mengetahui orang tua kandung ku tapi di lain sisi ada rasa takut dengan kemungkinan yang terjadi, bagaimana kalau mereka memang sengaja membuang aku, bagaimana kalau.... " banyak sekali kemungkinan hal buruk yang keluar dari mulutku tapi itu semua di hentikan oleh pelukan ayah yang menenangkan
" sudah cukup sayang, kan ayah bilang kalau kamu memang gak mau mencari mereka kamu tinggal saja terus sama ayah, ayah pasti akan menjaga mu dengan baik. tapi bagaimana pun kalau ini adalah hak kamu jadi ayah harap kamu menyimpan kalung ini dengan baik ya sayang" kata ayah menenangkan aku dan juga menyerahkan kalung ini kepada ku.