
Jadi sebelum kalian membaca episode ini, sebelumnya aku ingin memberitahu bahwa episode ini adalah awal mula di mana Sofia melakukan petualangan. Tapi petualangan ini masih belum di mulai. baiklah hanya itu saja yang ingin aku sampaikan.
Selamat membaca 😘😍🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sampai di depan ruangan itu pak Kenji meminta izin dokter untuk membawa masuk aku, setelah di izin kan akhirnya kami pun masuk ke dalam ruangan itu.
" hei apa yang ingin kamu lakukan sih sebenarnya " ujar Liu Ming
" sudah kamu akan tau nanti tunggu saja " kata ku kepada Liu Ming
" hem baiklah " jawab Liu Ming
" sofia ini adalah nenek kami mungkin ini adalah pertemuan pertama mu dengan beliau " kata pak Kenji
" Kenji, Nathan " ujar nenek dengan nafas yang tersenggal-senggal
" nek " jawab Nathan yang dari tadi diam
" siapa itu? " kata nenek
" halo nek perkenalkan nama saya Sofia saya adalah teman dari Nathan " ujar ku
" halo sofia " jawab nenek, dengan suara yang lirih
" pak kalau boleh izin kan saya untuk memeriksa tubuh nenek " kata ku
" baiklah tapi hati-hati " jawab pak Kenji
Tidak lama aku pun meminta izin nenek untuk memeriksa nya, saat aku hendak mendekati nenek Liu Ming merasa terkejut dengan kehadiran seseorang.
" Tetua!, bagaimana Tetua bisa sampai kesini?" tanya Liu Ming
" oh nak Liu, Tetua datang karna Sofia memanggil tetua" jelas Tetua
"memanggil, gimana maksudnya? " tanya Liu Ming bingung
" ahh memang aku belum bilang ya?, saat kamu menceritakan hal ini kepada ku dan kamu bilang membutuhkan tetua untuk memeriksa nya jadi aku memanggil tetua dengan cara membunyikan benda ini " jelas ku sambil menunjukkan benda tersebut.
" ini... inikan anting pemanggil kok kamu bisa memilikinya? " tanya Liu Ming
" tentu saja itu tetua yang berikan " jawab Tetua
saat aku sibuk menjelaskan mengenai hal ini kepada Liu Ming, aku lupa kalau di ruangan ini tidak hanya ada aku seorang.
" Sofia, kamu kenapa " tanya pak Kenji yang melihatku dengan aneh begitu juga Nathan
" ahh maaf tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dengan aroma dari ruangan ini " tutur ku
__ADS_1
" yang aneh, maksudnya? " kata pak Kenji
" saya belum tau, saya akan mulai memeriksa nya " kata ku
" jadi ada apa?, dan ada apa dengan wanita ini?" kata tetua
" ahh tetua, Liu Ming bilang beliau terkena racun yang berbahaya dari suku mu " jelas ku
" racun berbahaya ? " pikir tetua
" iya tetua, racun VENENUM SINE NOMINE " ujar Liu Ming
" hah, bagaimana mungkin manusia bisa terkena racun itu? " kata tetua
" memang nya kenapa? " tanya ku
" aih, racun itu sudah hampir tidak ada lagi di kaum kami, dan tidak mungkin juga ada manusia yang terkena racun itu " jelas tetua
" tetua periksa saja kalau anda tidak percaya " kata Liu Ming
Akhirnya tetua memeriksa keadaan nenek dengan sangat teliti sedangkan aku hanya pura-pura memeriksa saja untuk mengelabuhi pak Kenji dan Nathan.
" gimana Sof apa kamu menemukan sesuatu? " tanya pak Kenji
sebelum menjawab pertanyaan dari pak Kenji aku melirik terlebih dahulu ke arah tetua untuk mengetahui nya, saat aku melihat tetua menggeleng kan kepalanya maka aku pun bilang kepada pak Kenji bahwa pemeriksaan belum selesai.
" pak tolong Jangan percaya kepadanya, kami saja yang seorang dokter sangat susah mendiagnosa keadaan nyonya, apalagi seorang siswi ini " kata salah satu dokter yang mulai geram akan tingkah sok tau aku.
Setelah beberapa menit akhirnya tetua berhasil mendeteksi adanya racun VENENUM SINE NOMINE.
" pak Kenji saya ingin bilang sesuatu tapi saya tidak bisa bilang di sini " kata ku
" memang apa masalah nya kalau di bicarakan disini, kami ingin melihat sebenarnya diagnosa apa yang kamu dapatkan bahkan tanpa menggunakan alat medis apapun "marah para dokter, mungkin aku sudah menyinggung mereka atas hal ini. Karna bagaimana pun mereka sudah bekerja keras untuk ini
" emm mohon maaf dok hal ini masih belum bisa saya beritahu kan kepada dokter, saya harap dokter dapat mengerti " ujar ku
" baiklah Sofia kalau kamu hanya berbicara dengan kita saja lebih baik kita kembali ke ruang ku saja " kata pak Kenji
Akhirnya kami pun berjalan ke ruangan pak Kenji
" Tetua, nanti tolong bantu aku untuk menjelaskan secara lebih teliti ya " kata ku
" iya " jawab Tetua singkat
...****************...
Akhirnya kami pun sampai keruang kerja pak kenji
" baiklah pak tidak usah bertele-tele lagi langsung saja, jadi sebenarnya kenapa para dokter itu tidak bisa mendeteksi penyakit apa yang menyerang nenek bapak, karena yang pertama, itu bukan lah penyakit yang kedua, para dokter itu bahkan para manusia tidak akan pernah bisa mendeteksinya " jelas ku
__ADS_1
" kalau itu bukan penyakit lalu apa? " kata pak Kenji
" itu adalah sebuah racun, yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berwujud " jelas ku
" Racun..... bagaimana mungkin ada racun di dalam diri nenek? " kata Pak Kenji terkejut
" justru hal itu lah yang ingin aku tanya kan kenapa bisa nenek kalian terkena racun itu? " tanya ku
" memang nya racun apa itu?, dan kalau manusia tidak bisa mendeteksi adanya Racun itu kenapa kamu bisa? " tanya pak Kenji
" nama racun itu adalah Venenum Sine Nomine, dan kenapa aku bisa mengetahui nya maaf aku tidak bisa memberitahu kan hal itu " jawab ku
" lalu apakah ada penawarnya? " tanya Nathan
Aku pun melirik tetua untuk menjawabnya, saat tetua sudah memberikan jawaban aku baru memberitahu mereka
" sofia kenapa diam " tanya pak Kenji
" emm itu... racun ini ada penawar nya tapi aku tidak tau di mana penawar itu berada, dan seandainya tau pun mungkin aku akan susah untuk mendapatkan penawar itu " jelas ku
" ...... " Nathan dan pak Kenji hanya bisa diam dan terkejut mendengar hal itu
Seketika Atmosfir di ruangan itu terasa penuh dengan rasa frustasi,kami diam sejenak beberapa menit tanpa ada yang bicara sedikitpun, hingga tetua membuka mulutnya.
" Sofia apa kamu mau membantu mereka " tanya tetua
" iya tetua kalau aku bisa aku ingin membantu mereka " kata ku
" kalau kamu memutuskan untuk membantu mereka baiklah, tetua juga akan membantu kamu untuk mencari penawar nya " kata tetua
" sungguh " kata ku senang
" iya " jawab tetua
" pak, Nathan aku bersedia membantu kalian menemukan penawaran nya, saya janji saya akan berusaha untuk menemukan penawar racun itu " kata ku dengan bersungguh-sungguh
" benarkah itu Sofia " kata pak Kenji
" iya " jawab ku
" terimakasih kamu sudah membantu kami, kalau seandainya kamu butuh bantuan kami, kamu boleh menghubungi kami, kami juga harus membantu kamu menemukan penawaran nya " kata pak Kenji
" baiklah "
" tapi mungkin untuk saat ini anda bisa melanjutkan pengobatan seperti biasanya " kata ku
" baiklah, apa ada lagi yang harus saya lakukan? " tanya pak Kenji
" Sofia bilang rendam kaki di air hangat agar rasa sakit yang di timbulkan racunnya hilang " kata tetua
__ADS_1
"ahh iya bapak bisa merendam kan kaki nenek dengan air hangat, itu memang tidak berefek untuk menghilangkan racun tapi itu dapat membantu meredakan rasa sakit yang di sebabkan racun, ahh dan satu lagi jangan di berikan obat apapun " kata ku
" ok baiklah " kata pak Kenji.