
Nadin terdiam mendengar ucapan Rina,karna semua ucapan Rina benar ada nya
sialan kenapa jadi begini sih,dan dimana radit,kenapa dia belum datang juga dasar sialan.kesal Nadin dalam hati
Rina tersenyum sinis melirik ke arah Nadin
"Kenapa Anda diam nona Nadin yang terhormat,oh anda lupa cerita karangan anda ya"ucap Nadin lantang
"sudah la istri ku dia sudah tidak bisa berkata kata lagi"ucap Dika merangkul pinggang istri nya
Mata Nadin menatap senang melihat kedatangan Radit
kedua pasang suami istri itu menatap ke arah Radit dengan tatapan tajam
"Rina sayang ku,pulang lah tidak usah berpura pura lagi aku sudah punya cukup uang untuk modal kita menikah"ucap Radit memulai sandiwara nya
Dika menatap tajam ke arah Radit dia ingin sekali memukul wajah Radit,Tapi Rina mencegah nya,Rina tersenyum sinis melihat Radit
"hahaha sebaik nya kau menikah dengan wanita murahan itu saja"ucap Rina
Radit memasang wajah menyedihkan nya Dia ingin membuat Dika mempercayai jika dirinya memanglah kekasih Rina
"ya benar kata istri ku sebaik nya kau menikah dengan nya saja biar tidak ada yang menganggu hubungan ku dengan istri ku lagi"ucap Dika
Radit menjadi kesal karna Dika tidak terpengaruh dengan kata katanya
"aku mohon Tuan,aku sangat mencintai Rina,kami sudah merajut kasih selama 2 tahun,tapi kami berpisah hanya karna dia gila hartamu"ucap Radit mencoba meyakinkan Dika
Dika mendengus kesal dengan ucapan Radit
"cih,kalian berdua benar benar tidak tau malu"ucap Dika
Radit dan Nadin hanya berdiam diri saja tidak tau apa yang harus mereka katakan lagi
huh benar benar sial,kenapa sekarang kami berdua yang terjebak aku harus melakukan sesuatu.Batin Nadin
"Rina kau benar benar wanita tidak tau malu ya,kekasih mu bahkan sampai kesini untuk menjemput mu,tapi kau tidak menghargai dia,dimana letak perasaan mu"ucap Nadin
Rina tertawa mendengar ucapan Nadin
__ADS_1
"hentikan omong kosongmu!"bentak Rina pada Nadin
Nadin tetap tidak menyerah Dia akan melakukan segara cara untuk mendapatkan Dika lagi
Nadin mengambil sebuah pistol di dalam tasnya,Dia mengarahkan pistol itu ke arah Rina,Dika yang melihat itu menjadi sangat cemas
"Tolong Nadin jangan lakukan aku akan memberikan apapun yang kamu mau,tapi tolong jangan lakukan itu"ucap Dika memohon
"cukup suamiku,menunduk sekarang!"ucap Rina
"tidak aku tidak akan membiarkan ku kenapa kenapa"ucap Dika
"percaya padaku,tolong Menunduk jika kau ingin aku selamat"ucap Rina dengan penuh penakanan
Akhirnya Dika menuruti apa yang Rina katakan
"kau sepertinya belum melihat sisi jahat ku Nona Nadin,baiklah Game play"ucap Rina
Nadin menembakkan peluru itu ke arah Rina,Tapi Rina berhasil mengelak peluru itu mengenai Dinding kamar,Rina segera berjalan menuju ke arah Nadin sambil mengelak peluru yang Nadin tembakka,Rina menarik tubuh Nadin dan menjatuhkan pistol itu,Radit yang melihat pistol itu jatuh ingin meraih nya tapi Radit di dahului oleh Dika,Dika mengambil pistol itu dan mengarahkan nya ke arah Radit
Rina mmelintirkan tangan Nadin ke belakang dan menendang keras pada kaki Nadin mungkin saja kaki atau tangan Nadin patah
"ya kami tidak akan menganggu kalian berdua lagi tapi tolong lepaskan kami"ucap Radit memohon
Dika melirik ke Arah Rina,dengan cepat Radit mengambil pistol itu dari tangan Dika,Dan saat Radit ingin menendang Dika,Rina terlebih dahulu menendang Radin,sehingga Radit keluar Dari kamar itu,dan pistol itu terjatuh lagi,Diana yang sedang merekam kejadian itu,segera mengambil pistol itu
Rina menghampiri Radit dan menariknya,Rina kembali menendang Radit ke dalam kamar sehingga Radit terjatuh di hadapan Dika
"minta maaf pada suamiku jika kau masih ingin hidup"ucap Rina penuh penekanan
"Dika aku minta maaf,dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,aku mohon tolong bebaskan aku dan aku tidak akan pernah menganggu hubungan kalian lagi"ucap Radit
"iya aku minta maaf juga padamu Rina dan Dika,aku sangat minta maaf sekali aku tidak akan menganggu keluarga kalian lagi,sekarang mungkin aku akan cacat selamanya,jadi aku mohon bebaskan aku"ucap Nadin memohon
Rina menatap keduanya dengan perasaan kasihan,tapi Rina juga menatap mereka berdua dengan penuh kebencian
Dika juga merasa kasihan melihat musuhnya bisa patah kaki patah tulang akibat istrinya,tapi dia senang melihat istrinya seperti pendekar hebat
"baik la aku akan memaafkan kalian tapi jika kejadian ini terjadi lagi aku akan membuat kalian lupa cara bernafas"ucap Rina
__ADS_1
keduanya mengangguk penuh bersyukur
"Yena!"panggil Rina
"iya Nona,ada apa?"tanya Yena
"bawa mereka berdua ke dokter Rudi,dan uang pengobatan mereka biar aku yang tanggung"ucap Rina
Yena hanya mengangguk paham
setelah semua yang di dalam kamar keluar,sekarang hanya tersisa Dika dan Rina,Diana menyimpan vidio itu dan memberikannya kepada Rina
"menantuku kau adalah orang yang sangat hebat,dan kau Dika hanya seperti pecundang membiarkan istri mu bertarung sendirian"ucap Diana membanggakan Rina
Dika menjadi kesal dengan dirinya sendiri,dia merasa apa yang dikatakan ibunya ada benar nya juga,
Rina yang melihat perubahan wajah suaminya,menjadi tidak enak hati,bagaimana pun Rina yang meminta agar suaminya tidak banyak bertindak
"mami jangan memarahi mas Dika ya,tadi Rina yang menyuruh mas Dika untuk tidak ikut campur dalam perkelahian"ucap Rina sambil tersenyum
Diana menatap Rina dengan tatapan Aneh
"Rina,kamu memanggil mama dengan sebutan apa?"tanya Diana
"mam-eh tunggu sebentar aku memanggil mama barusan dengan ucapan mami,tapi aku memanggil mami papi sekarang berubah menjadi mama papa eh kenapa begitu"ucap Rina heran dengan dirinya sendiri
"Mungkin karna kamu keliru sayang"ucap Diana
Rina hanya mengangguk pelan
"istri ku dimana mertuaku aku ingin bertemu mereka dan melihat wajah mereka"ucap Dika
"Hahah kau ini ada ada saja mas"Rina tertawa
"menantu ku suami mu itu memorinya sedang di pinjam semut"ucap Diana
"oh iya aku lupa mertua,suami ku cepat ambil kembali memori mu pada semut,kan kasihan nanti semut nya jatuh Cinta sama aku"ucap Rina
Dika hanya menatap istri dan mama nya dengan tatapan heran dia tidak mengerti apa yang kedua orang itu katakan
__ADS_1