
Rina sedang berusaha melepaskan diri tapi uapaya nya sia sia saja ikatan itu sangat kuat sehingga susah untuk di buka
aku harus bisa kabur dari sini , tapi bagaimana caranya ikatan terlalu kuat, ah bagaimana nanti kakak Nadin sudah masuk rumah Mas Dika, batin rina
Rina melirik ke bawah dia tersenyum senang, melihat di kantong celana nya
ah untung saja handphone ku tidak di ambil nya,sebaiknya aku telpon mas Dika deh,tapi nanti ada kakak Nadin, sebaiknya aku telpon Aldo aja deh. batin Rina
Rina kesulitan mengambil handphone nya,dia terus berusaha mengambil HP nya tapi satu penjaga di depan masuk ke dalam sehingga Rina menghentikan aktifitasnya
Rina berposisi seperti semula, dia merasa takut jika penjaga itu mengetahui dia berusaha mengambil hp nya
"apa yang kamu lakukan? " tanya Penjaga itu
"ti-tidak aku hanya merasa sesak ikatannya terlalu kuat aku sangat susah bernafas bisakah kau kendor sedikit" tanya Rina
"tidak bisa bos tidak mengizinkan" ucap penjaga
"aku mohon, apakah kau tidak kasihan dengan aku" ucap Rina dengan wajah memelas mencoba meluluhkan hati penjaga tersebut supaya merengangkan ikatan itu
"tidak bisa" ucap penjaga itu
hufh kenapa penjaga ini susah sekali sih di luluhkan, aku harus berusaha lagi. ingat Rina kau harus bebas dari sini atau keluarga mu hancur. batin Rina
Rina memasang wajah cemeberutnya sehingga wajahnya terlihat sangat imut seperti ingin menangis
"hiks.. hiks.. kalian jahat sekali hikss.. hiks aku ini seorang perempuan hiks... hiks" ucap Rina berpura pura menangis
penjaga itu menjadi kasihan melihat Rina, karna adalah laki laki yang mudah tergoda oleh wanita cantik
"baiklah baiklah akan aku kendor kan tapi jangan menangis dan jangan bilang pada bos" ucap penjaga itu pelan
Rina tersenyum senang bisa membodoh bodohi penjaga itu
penjaga itu melonggarkan ikatan itu
"pak penjaga seperti kau di panggil, sebaiknya kau keluar" ucap Rina
Penjaga itu bergegas keluar
Rina merasa lega karna penjaga itu tidak mengetahui bahwa dia sedang berusaha meloloskan diri
Rina segera mengambil HP nya karna ikatannya sudah di kendor kan jadi mudah baginya untuk mengambil HP
aduh HP nya tidak bisa di dekatkan lagi gimana nanti kalo penjaga nya dengar suaraku,batin Rina
Rina mencari cari kontak aldo,dia menelpon Aldo
____
Aldo sedang duduk di depan komputernya mengerjakan perkerjaan Dika
kring.... kring....
handphone Aldo berdering
(panggilan dari istri Tuan playboy)
"Rina kenapa dia menelpon ku" ucap Aldo pada dirinya sendiri
panggilan terhubung
π²"Hallo ada apa Rin? "tanya Aldo
π²" al, tolong aku, aku di sekap oleh kakak Nadin"ucap Rina berbisik
__ADS_1
π²"apa? suaranya tidak jelas bicaralah keras sedikit"ucap Aldo
π²"aku di sekap oleh Nana kakak Nadin, sekarang nana sedang menyamar jadi aku dia merias wajahnya sangat mirip denganku"ucap Rina berusaha berbicara keras
π²"apa!aku akan memberitahu Dika, tenang saja aku akan menyelamatkan mu"ucap Aldo
____________
panggilan terputus begitu saja, karna salah satu penjaga membuka pintu dengan cepat Rina meletakkan hp itu di bawah paha nya, karna untuk meletakkan di kantong butuh waktu sedikit lama
"bos berpesan, jangan coba coba kabur, jika kau kabur suami mu jadi taruhannya" ucap penjaga itu
Rina menatap tajam ke arah penjaga itu
semoga saja aldo cepat memberi tahu Dika. ucap Rina dalam hati
"kau dengar tidak! " bentak salah satu penjaga
"iya aku tidak akan kabur, bagaimana bisa aku kabur sedangkan kalian berjaga ketat sekali, bahkan ikatannya sangat kuat, dan aku ingin berteriak minta tolong percuma saja hanya kalian yang dengar" ucap Rina
penjaga itu berhadapan satu sama lain
"benar juga apa yang dia katakan, ayo kita keluar lagi" ucap salah satu penjaga
_____________
Aldo ingin menghubungi Dika tapi panggilan dari Tania masuk
π²"Hallo sayang nanti saja ya telponnya"ucap Aldo
π²"memangnya kenapa? kau sedang apa seperti nya tidak ada waktu untukku"ucap Tania
π²"Rina di culik"ucap Aldo
π²"nanti saja aku jelaskan ya aku ingin menelpon Dika" ucap Aldo
π²"tapi sekarang aku lagi di supermarket dekat rumah Dika apakah kau perlu bantuanku? aku juga ingin menolong sahabatku"ucap Tania
π²"kita bertemu saja, kau tunggu di sana ya"ucap Aldo memutuskan sambungan telponnya
Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan cepat dia sampai di depan supermarket karna jalanan tidak begitu macet
"sayang ayo cepat naik" ucap Aldo pada Tania
"baiklah" ucap Tania segera memasuki mobil Aldo
di perjalanan mereka berdua mendiskusikan rencana untuk membebaskan Rina
"sayang, nanti kamu ajak nana ngobrol ya, ajak dia pergi kemana saja, dan aku akan memberi tahu Dika dan meloloskan Rina" ucap Aldo
"hah nana sahabat ku Dika maksudnya? " tanya Tania tidak paham karna Aldo belum menjelaskan
"bukan nana sahabat mu, tapi nana kakak Nadin, dia menyamar menjadi Rina dia merias wajah nya mirip dengan Rina, jadi nanti kamu pura pura tidak tau jika dia Rina palsu" ucap Aldo menjelaskan
"oh baiklah aku mengerti" ucap Tania
mereka berdua sampai di depan rumah Dika, satpam dengan mudah mengizinkan mereka masuk karna Dika telah memerintahkan jika orang yang dekat dengannya bisa masuk ke dalam rumah dengan mudah
"Aldo,ngapain kamu kesini? " tanya Dika
"oh ini aku Tania ingin bertemu Rina" ucap Aldo
"siapa Tania? " tanya Dika
"sahabat baik Rina" ucap Aldo
__ADS_1
"tunggu sebentar akan aku panggilkan" ucap Dika
Dika segera memanggil nana,mereka berdua turun dengan bergandengan tangan, karna Dika tidak tau dia sebenarnya bukan Rina
Tania geram melihat tingkah laku nana, tapi Tania mencoba memainkan perannya dengan baik
"hay Rin"ucap Tania memeluk nana dengan terpaksa
jijik sih meluk nih cewek murahan. batin Tania dalam hati
" ehh ya hay"ucap nana gugup karna dia tidak tau menau tentang teman teman Rina
"rin, kamu ga ingat ya kita ada janji ke salon" ucap Tania berbohong
"oh iya aku baru ingat,ayok kita ke salon" ucap nana
hahahah benar benar dia seperti orang bodoh. gumam Tania dalam hati
"eh dik,aku ke salon dulu sama dia ya" ucap nana menunjuk Tania karna dia tidak tau nama Tania
"tapi sayang" ucap Dika
"biarkan aja dik,jarang jarang kan istrimu pergi" ucap Aldo
aku harus bisa membuat mereka semua percaya bahwa aku memang rina, bukan nana
batin nana
"ya udah kalian hati hati" ucap Dika
"iya aku pergi dulu" ucap nana
"sayang kenapa mas rasa suara kamu sedikit berubah ya? " tanya Dika
"oh ini dik, memang agak serek sedikit tenggorokan ku" ucap nana
"kita ke dokter ya" ajak Dika
"tidak perlu dik, ini cuma kurang minum" ucap nana
"udah ya dik, kami berdua pergi cuma sebentar ya kan rin" ucap Tania
"iya" ucap Nana
"hati hati ya sayang" ucap Dika
kenapa aku rasa ada yang beda sifatnya sangat beda, tidak biasanya dia kaku seperti itu, seperti orang asing saja, dan dia juga memanggilku dik tidak biasanya ah sudahlah ini hanya perasaanku saja,batin Dika
*
*
*
*
*
maaf ya ceritanya kurang menarik karna permula buat novel hehe
jangan lupa like komen dan vote ya:)
ga maksa kok seiklasnya aja
lofyuuu buat yang likeπ
__ADS_1