PERJODOHAN BERAKHIR BAHAGIA

PERJODOHAN BERAKHIR BAHAGIA
Episode 34


__ADS_3

Rina sedang berusaha melepaskan diri tapi uapaya nya sia sia saja ikatan itu sangat kuat sehingga susah untuk di buka


aku harus bisa kabur dari sini , tapi bagaimana caranya ikatan terlalu kuat, ah bagaimana nanti kakak Nadin sudah masuk rumah Mas Dika, batin rina


Rina melirik ke bawah dia tersenyum senang, melihat di kantong celana nya


ah untung saja handphone ku tidak di ambil nya,sebaiknya aku telpon mas Dika deh,tapi nanti ada kakak Nadin, sebaiknya aku telpon Aldo aja deh. batin Rina


Rina kesulitan mengambil handphone nya,dia terus berusaha mengambil HP nya tapi satu penjaga di depan masuk ke dalam sehingga Rina menghentikan aktifitasnya


Rina berposisi seperti semula, dia merasa takut jika penjaga itu mengetahui dia berusaha mengambil hp nya


"apa yang kamu lakukan? " tanya Penjaga itu


"ti-tidak aku hanya merasa sesak ikatannya terlalu kuat aku sangat susah bernafas bisakah kau kendor sedikit" tanya Rina


"tidak bisa bos tidak mengizinkan" ucap penjaga


"aku mohon, apakah kau tidak kasihan dengan aku" ucap Rina dengan wajah memelas mencoba meluluhkan hati penjaga tersebut supaya merengangkan ikatan itu


"tidak bisa" ucap penjaga itu


hufh kenapa penjaga ini susah sekali sih di luluhkan, aku harus berusaha lagi. ingat Rina kau harus bebas dari sini atau keluarga mu hancur. batin Rina


Rina memasang wajah cemeberutnya sehingga wajahnya terlihat sangat imut seperti ingin menangis


"hiks.. hiks.. kalian jahat sekali hikss.. hiks aku ini seorang perempuan hiks... hiks" ucap Rina berpura pura menangis


penjaga itu menjadi kasihan melihat Rina, karna adalah laki laki yang mudah tergoda oleh wanita cantik


"baiklah baiklah akan aku kendor kan tapi jangan menangis dan jangan bilang pada bos" ucap penjaga itu pelan


Rina tersenyum senang bisa membodoh bodohi penjaga itu


penjaga itu melonggarkan ikatan itu


"pak penjaga seperti kau di panggil, sebaiknya kau keluar" ucap Rina


Penjaga itu bergegas keluar


Rina merasa lega karna penjaga itu tidak mengetahui bahwa dia sedang berusaha meloloskan diri


Rina segera mengambil HP nya karna ikatannya sudah di kendor kan jadi mudah baginya untuk mengambil HP


aduh HP nya tidak bisa di dekatkan lagi gimana nanti kalo penjaga nya dengar suaraku,batin Rina


Rina mencari cari kontak aldo,dia menelpon Aldo


____


Aldo sedang duduk di depan komputernya mengerjakan perkerjaan Dika


kring.... kring....


handphone Aldo berdering


(panggilan dari istri Tuan playboy)


"Rina kenapa dia menelpon ku" ucap Aldo pada dirinya sendiri


panggilan terhubung


πŸ“²"Hallo ada apa Rin? "tanya Aldo


πŸ“²" al, tolong aku, aku di sekap oleh kakak Nadin"ucap Rina berbisik

__ADS_1


πŸ“²"apa? suaranya tidak jelas bicaralah keras sedikit"ucap Aldo


πŸ“²"aku di sekap oleh Nana kakak Nadin, sekarang nana sedang menyamar jadi aku dia merias wajahnya sangat mirip denganku"ucap Rina berusaha berbicara keras


πŸ“²"apa!aku akan memberitahu Dika, tenang saja aku akan menyelamatkan mu"ucap Aldo


____________


panggilan terputus begitu saja, karna salah satu penjaga membuka pintu dengan cepat Rina meletakkan hp itu di bawah paha nya, karna untuk meletakkan di kantong butuh waktu sedikit lama


"bos berpesan, jangan coba coba kabur, jika kau kabur suami mu jadi taruhannya" ucap penjaga itu


Rina menatap tajam ke arah penjaga itu


semoga saja aldo cepat memberi tahu Dika. ucap Rina dalam hati


"kau dengar tidak! " bentak salah satu penjaga


"iya aku tidak akan kabur, bagaimana bisa aku kabur sedangkan kalian berjaga ketat sekali, bahkan ikatannya sangat kuat, dan aku ingin berteriak minta tolong percuma saja hanya kalian yang dengar" ucap Rina


penjaga itu berhadapan satu sama lain


"benar juga apa yang dia katakan, ayo kita keluar lagi" ucap salah satu penjaga


_____________


Aldo ingin menghubungi Dika tapi panggilan dari Tania masuk


πŸ“²"Hallo sayang nanti saja ya telponnya"ucap Aldo


πŸ“²"memangnya kenapa? kau sedang apa seperti nya tidak ada waktu untukku"ucap Tania


πŸ“²"Rina di culik"ucap Aldo


πŸ“²"nanti saja aku jelaskan ya aku ingin menelpon Dika" ucap Aldo


πŸ“²"tapi sekarang aku lagi di supermarket dekat rumah Dika apakah kau perlu bantuanku? aku juga ingin menolong sahabatku"ucap Tania


πŸ“²"kita bertemu saja, kau tunggu di sana ya"ucap Aldo memutuskan sambungan telponnya


Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan cepat dia sampai di depan supermarket karna jalanan tidak begitu macet


"sayang ayo cepat naik" ucap Aldo pada Tania


"baiklah" ucap Tania segera memasuki mobil Aldo


di perjalanan mereka berdua mendiskusikan rencana untuk membebaskan Rina


"sayang, nanti kamu ajak nana ngobrol ya, ajak dia pergi kemana saja, dan aku akan memberi tahu Dika dan meloloskan Rina" ucap Aldo


"hah nana sahabat ku Dika maksudnya? " tanya Tania tidak paham karna Aldo belum menjelaskan


"bukan nana sahabat mu, tapi nana kakak Nadin, dia menyamar menjadi Rina dia merias wajah nya mirip dengan Rina, jadi nanti kamu pura pura tidak tau jika dia Rina palsu" ucap Aldo menjelaskan


"oh baiklah aku mengerti" ucap Tania


mereka berdua sampai di depan rumah Dika, satpam dengan mudah mengizinkan mereka masuk karna Dika telah memerintahkan jika orang yang dekat dengannya bisa masuk ke dalam rumah dengan mudah


"Aldo,ngapain kamu kesini? " tanya Dika


"oh ini aku Tania ingin bertemu Rina" ucap Aldo


"siapa Tania? " tanya Dika


"sahabat baik Rina" ucap Aldo

__ADS_1


"tunggu sebentar akan aku panggilkan" ucap Dika


Dika segera memanggil nana,mereka berdua turun dengan bergandengan tangan, karna Dika tidak tau dia sebenarnya bukan Rina


Tania geram melihat tingkah laku nana, tapi Tania mencoba memainkan perannya dengan baik


"hay Rin"ucap Tania memeluk nana dengan terpaksa


jijik sih meluk nih cewek murahan. batin Tania dalam hati


" ehh ya hay"ucap nana gugup karna dia tidak tau menau tentang teman teman Rina


"rin, kamu ga ingat ya kita ada janji ke salon" ucap Tania berbohong


"oh iya aku baru ingat,ayok kita ke salon" ucap nana


hahahah benar benar dia seperti orang bodoh. gumam Tania dalam hati


"eh dik,aku ke salon dulu sama dia ya" ucap nana menunjuk Tania karna dia tidak tau nama Tania


"tapi sayang" ucap Dika


"biarkan aja dik,jarang jarang kan istrimu pergi" ucap Aldo


aku harus bisa membuat mereka semua percaya bahwa aku memang rina, bukan nana


batin nana


"ya udah kalian hati hati" ucap Dika


"iya aku pergi dulu" ucap nana


"sayang kenapa mas rasa suara kamu sedikit berubah ya? " tanya Dika


"oh ini dik, memang agak serek sedikit tenggorokan ku" ucap nana


"kita ke dokter ya" ajak Dika


"tidak perlu dik, ini cuma kurang minum" ucap nana


"udah ya dik, kami berdua pergi cuma sebentar ya kan rin" ucap Tania


"iya" ucap Nana


"hati hati ya sayang" ucap Dika


kenapa aku rasa ada yang beda sifatnya sangat beda, tidak biasanya dia kaku seperti itu, seperti orang asing saja, dan dia juga memanggilku dik tidak biasanya ah sudahlah ini hanya perasaanku saja,batin Dika


*


*


*


*


*


maaf ya ceritanya kurang menarik karna permula buat novel hehe


jangan lupa like komen dan vote ya:)


ga maksa kok seiklasnya aja


lofyuuu buat yang likeπŸ’•

__ADS_1


__ADS_2