
Sekarang Rina sedang di tangani oleh dokter Dika sangat cemas wajah Rina begitu pucat
Dika mondar mandir di depan ruang IGD
"dika kenapa kamu mondar mandir seperti strikaan saja" ucap Aldo
"aku sangat panik, Al cepat kamu kerumahku sebelum Rina palsu kabur, dan kamu harus bersikap seolah olah dia adalah Rina,kau ambil handphone nya karna aku yakin anak buahnya pasti akan mengabari nya" ucap Dika
"aku pergi, tapi kamu lebih baik duduk saja di sini, doakan Rina baik baik saja" ucap Aldo
Dika hanya mengangguk pelan
Dokter keluar dari ruangan IGD
"Tuan apakah kau suami nona yang di dalam? " tanya Dokter itu
"iya dok bagaimana keadaan istri saya dok? dia baik baik saja kan? ya kan dok? " tanya Dika
"iya nona Rina dan kandungan nya baik baik saja" ucap Dokter itu
"apa! hamil dok? " ucap Dika tersenyum
"iya, tapi untuk memastikan lebih lanjut sebaiknya kita periksa dulu ke dokter kandungan" ucap Dokter itu
"iya dok"
----------------------------------------
Tania dan Nana sudah sampai di depan rumah Dika
"mereka dimana? " tanya Nana
"tadi Aldo mengabariku mereka ada urusan kantor" ucap Tania berbohong
Tak lama kemudian Aldo juga sampai di rumah Dika
"Tania, Rina" panggil Aldo
__ADS_1
"kenapa al" tanya Tania dan Nana bersamaan
"mana Dika? " tanya Nana(Rina palsu)
"Dika sedang ada rapat penting, dia bilang jangan pergi sebelum dia kembali, dia ingin mengajak mu jalan jalan" ucap Aldo
"oh baiklah aku ke kamar dulu" ucap Rina palsu
"terus aku kamu tinggalin begitu aja? " tanya Tania
"ya udah kalo kamu mau ikut ,ikut aja" ucap Rina palsu
"kamu duluan aja aku mau ngobrol sama Al dulu" ucap Tania
setelah Rina pergi ke kamar
"sayang, bantu aku ambil hp Rina palsu ya, soal Rina sudah di temukan sekarang dia di rumah sakit, aku takut anak buahnya mengabari nya"ucap Aldo
"oke baiklah" ucap Tania
----------------------------------------
"sayang" ucap Dika memeluk erat tubuh istrinya sambil tersenyum bahagia
"mas sesenang itu aku sadar ya? " tanya Rina
"iya mas sangat takut kehilanganmu dan anak kita" ucap Dika
"anak? maksud mas? " tanya Rina bingung
"Iya Anak kita ada di dalam sini" ucap Dika mengelus perut datar istrinya
"A-ak-aku Ha-Hamil mas, mas ga bohong kan" ucap Rina terbata bata karna terlalu senang
"Iya sayang" ucap Dika tersenyum
"aku hamil mas, mas aku hamil, wah aku hamil mas aku senang banget" ucap Rina bersorak gembira
__ADS_1
"sayang jangan berteriak kasihan anak mu kecil kecil udah budeg nanti" ucap Dika
"anakku saja?" tanya Rina cemberut
"anak kita sayang" ucap Dika
Rina masih cemberut,biasalah ibu hamil sensitif
"sayang jangan cemberut terus ntar jelek" ucap Dika
"aku jelek mas! mas jahat banget tadi ga ngakuin anaknya sekarang bilang istrinya sendiri jelek, mas jahat aku ga mau ngomong sama mas pergi sana" usir Rina
"aku hanya bercanda sayang, please jangan marah, mas minta maaf sayang" ucap Dika
"baiklah aku maafkan dengan satu syarat" ucap Rina
"apa syarat nya sayang? " tanya Dika
"mas beliin kimchi asli Korea sekarang ga boleh lama" ucap Rina
Dika membulatkan matanya tidak percaya dengan ucapan Rina, Dia memijak pelepis dahinya
"kenapa mas diam ga mau! " tanya Rina
"iya sayang sekarang mas suruh Rian kesana" ucap Dika
"kenapa ga mas sendiri?! " tanya Rina
"mas nanti mau nangkap Nana dulu sayang, kamu ngertiin ya" ucap Dika
"oke baiklah, urus dia sekarang,dan satu lagi bilang sama Rian nya aku tidak mau lama lama" ucap Rina
"baiklah bos" ucap Dika
"enak saja mas bilang aku bos, aku ga mau gaji kamu" ucap Rina ketus
Dika hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku istrinya yang aneh
__ADS_1