PERMATA JELITA

PERMATA JELITA
Part 21


__ADS_3

Nik minum dulu.....


Zahra langsung membuka matanya yang terpejam untuk menghilangkan lelahnya.


Ka..kak.....


Ini minum dulu....


Zahra menerima botol air munim itu.... "terima kasih kak .."


Hemmm...... Aku ga nyangka klo kamu seorang Dokter!


Zahra hanya tersenyum sambil melihat ke arah Kailash....


Kamu kerja di rumah sakit mana? "tanya Kailash


Rumah sakit AW kak...,


Sudah lama?


Sudah? hampir 4 tahun


Kailash hanya mengangguk anggukkan kepalanya....


Jell mana kak?


Tadi dia pergi dulu, karena dia baru sampai kemarin dari Paris. Siang ini ada meeting di perusahaan dan cafenya. Aku juga ga mungkin ninggalin kamu, tas kamu kamu tinggal di mobilku bisa bisa kamu pulang jalan kaki.


Astahgfirullaah.... Maaf kak Rara kelupaan.... Ya udah Rara mau ambil tas sekalian mau ke rumah sakit kak.


Mereka berdua berjalan menuju mobilnya. Zahra segera membuka pintu penumpang bagian belakang dan mengambil tasnya.


Ketika Zahra menutup kembali pintu mobil itu, Kailash ada di belakangnya. Sehingga ketika Zahra membalikkan badannya, jarak mereka sangat dekat. Bahkan Zahra bisa mencium aroma parfum yang dipakai Kailash.


K...kak....


Kailash mengunci Zahra dengan menumpukan kedua tangganya pada mobil.


Itu sudan berhasil membuat jantung Zahra berdebar sangat kuat.


Kamu mau kemana? Setelah membiarkan Aku menunggumu? "tanya Kailash.


Sa.... saya mau pulang Kak....


Ga bisa! "Kailash membuka pintu penumpang bagian depan.


Masuk!!"perintah Kailash


Ta...tapi Kak....

__ADS_1


Ga ada penolakan!!


Zahra segera masuk dan duduk di kursi penumpang di sebelah kemudi. Kailash jiga segera masuk dan menjalankan mobilnya.


Alamatnya mana? Atau mau pulang ke apartemenku saja?


Ahh.... Apartemenku di jalan XX kak...


Nama apartemennya apa?


Bougenville Residence Kak.


Hmmmm....


Tidak ada lagi percakapan setelahnya, mereka sama sama larut dalam pikirannya masing masing. Tak berapa lama merekapun sampai di lobi apartemen milik Zahra.


Apartemenku di seberang.... "ucap Kailash


Benarkah? Kebetulan sekali....


Kamu senang, kita bisa lebih deket dan sering bertemu kan?


Ma...maksudnya bukan begitu kak....


Aku juga seneng kok kalau kita lebih deket lagi...


Ya sudah selamat istirahat.... Oh iya ini handphone milikmu, kamu meninggalkannya sebelum turun tadi. Jangan lupa jawab pesan dari ku oke, Assalamu'alaykum....


Wa....Wa'alaykumussalam.....


Kailash segera melajukan mobilnya dan berputar arah ke apartemen miliknya.


Zahra melihat pesan di aplikasi whatsapp yang di dowlodnya.


CALON IMAM


Assalamu'alaykum....


Bolehkah aku mengenalmu lebih jauh?


Zahra masih tertegun melihat pesan tersebut, Dia belum bisa membuka hatinya setelah trauma yang ia alami ketika masa kuliah dulu.


BE MY WIFE


Wa'alaykumussalam....


Hanya itu jawaban Zahra atas pesan Kailash.


Hanya itu jawabannya? "gumam Kailash.

__ADS_1


CALON IMAM


Lagi ngapain? ga istirahat?


BE MY WIFE


Sedang balas chat dari CALON IMAM


CALON IMAM


Sinyalku terjangkau kalau gtu nih?


**BE MY WIFE


🤔🤔🤔


CALON IMAM**


Kenapa?????


BE MY WIFE


GPP


CALON IMAM


Kamu marah?


BE MY WIFE


Ga


CALON IMAM


Besok pagi aku jemput


Tak ada balasan dari pesan yang terakhir di kirimkan oleh Kailash, hanya di read saja oleh Zahra.


Sedangkan Zahra sendiri, dia sedang bimbang. Di dalam hatinya, Diapun terpesona pada Kailash. Dia juga merasakan rasa yang sama seperti Dia ketika jatuh cinta. Tapi Dia masih takut untuk mengambil keputusan.


Haruskah aku mulai membuka hati.... "ucap lirih Zahra


#


#


#


#

__ADS_1


__ADS_2