
Ra..... Hei kenapa kamu menangis....
Apa yang kak Kai suka dari Rara? Dan apa ini tidak terlalu terburu - buru?
Apakah itu perlu? Tidak! bagiku sesuatu yang baik lebih baik di segerakan. Walau aku belum pasti perasaanku padamu, tapi jujur ada perasaan nyaman ketika aku di dekatmu. Seperti pagi ini, aku merasa sangat bahagia, ada yang melayaniku dan memperhatikan aku ketika pagi. Selama ini aku kesepian, aku berharap seperti yang lain segera menikah dan punya anak, Tapi aku belum menemukan wanita yang bisa mengetarkan hatiku.
Kamu membuat hatiku berdebar.... "bisik Kailash di telinga Zahra.
Seketika Zahra menoleh kaget, dan benar saja wajah mereka bersentuhan dan mereka saling tatap.
Ra....
Kak....
Mereka bersamaan saling memanggil....
Aku tidak akan menyentuhmu sebelum menghalalkanmu....
Seketika wajah Zahra merona memerah.
Kamu percayakan sama Aku Ra?
Hmmm..... "Zahra mengangguk.
Ya sudah yuk kita keluar.... Kita selesaikan hari ini....
Zahra menyiapkan dirinya, memakai hijab yang lebih panjang. karena tadi dia hanya memakai khimar pendek sebatas menutupi dada saja. Memakai sarung tangan, dan mengambil tas yang selaku menemani kemanapun dia pergi.
Khailash tak berkedip ketika Zahra turun dan mengajaknya berangkat....
__ADS_1
CANTIK...... "gumam Khailash yang masih terdengar oleh Zahra
Kak.... Kak.... Kak Kai.....
Ah... iya ma... Maaf.... "jawab Khailash dengan gugup. Sudah selesai.....
Sudah..... "jawab Zahra.
Mereka berangkat bersama, tujuan kailash adalah toko perhiasan.
Kak.... kita mau kemana?
Ke toko perhiasan dulu ya....
I..Iya kak "jawab Zahra gugup
Kakak boleh tau nama lengkap kamu Ra?
Perwira? "Kaget Kailash
Iya kak, Papaku namanya Agung Perwira....
Bener - bener sebuah kebetulan.....
Saya kenal Papa kamu, dan sudah beberapa kali ke rumah kamu. Kamu ga pernah pulang? Kakak ga pernah lihat kamu?
Adalah kak, Rara pulang ga setiap hari. Mungkin belum waktunya kakak ketemu Rara, dan Rara kurang suka di ajak bertemu dengan kolega bisnis Papa lebih suka bertapa di kamar aja....
Tapi kakak sama adik kamu ikut makan kok waktu itu....
__ADS_1
Ya kan mereka bukan Rara.....
Hemm iya juga sih.... Ra kenapa kamu pakai hijab, saudaramu tidak ada yang pakai hijab?
Zahra seketika diam, dan meremas ujung jilbab bergonya. Dan itu tak terlepas dari pandangan Kailash, dengan segera Kailash menelikan mobilnya.
Kenapa ? Maafkan kakak ya jika pertanyaan kakak membuat kamu tidak nyaman...
Zahra mengambil nafas dan membuangnya, untuk me relakskan dirinya agar lebih kiat dan tidak mengingat kejadian masa lalunya.
Aku tidak apa - apa kak, Rara akan ceritakan kenapa Rara seperti ini. Dan setelahnya Rara serahkan ke kakak, mau melanjutkan atau tidak untuk menikah dengan Rara.
Maksud kamu apa Ra? Apa pertanyaan kakak tadi dengan sedikitnya telah membuka luka masa lalumu?
Maafkan Kakak Ra ? Apapun itu kakak akan tetap menikahimu ? Pilihan kakak in sya Allaah tidak salah!
Kak.... Seharusnya sebelum kita memutuskan sesuatu, kita pastikan itu baik buat kita dengan istikharah meminta dan memohon petunjuk dari Allaah. Agar keputusan yang kota ambil benar - benar keputusan yang baik menurut Allaah, karena Keputusan yang menurut Allaah itu baik belum tentu baik menurut kita dan sebaliknya. Apakah kakak sudah memikirkan ini? Jujur dalam hati Rara, Rara sangat bahagia mendengar ketulusan kakak kepada Rara. Kakak belum mengenal Rara sepenuhnya, tapi kakak berani meminang Rara. Kakak tidak berfikir Rara dari keluarga seperti apa, karena Rara selalu menutupi identitas Rara selama ini.
Bahkan ketika berkenalan dengan Jell pun aku masih Ragu, walau Jell bukanlah orang yang selama ini aku takutkan.
Ra.... "panggil Kailash, Jika kamu tidak bisa menceritakan jangan dilanjutkan toh itu hanya masa lalu.
Tapi kakak harus tau dari Rara sendiri, sebelum dari orang lain.
AKU PERNAH DILECEHKAN.... "ucapa lirih Zahra
#
#
__ADS_1
#
#