
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Permata langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Apa yang harus aku lakukan besok? Apakah aku masih bisa melihat wajahnya? Aku tidak mau jatuh terlalu dalam hingga aku tersakiti. Permata menyentuh bibirnya, kenapa aku menikmati ciuman itu, kenapa dia menciumku.
Aku akan berperilaku seperti biasa, Aku akan lebih cuek, Bekerja sesuai jam kerja. Aku bisa pasti bisa..... Permata pun mulai tertidur dengan lelap.
Keesokan paginya, rutinitasnya masih sama. Dia tetap menyediakan sarapan untuk Bos nya, dan juga dirinya tentu dengan bantuan bu Jum.
tap... tap... tap....
Permata sudah sampai di kantornya lebih awal, karena Dia tidak mau Bos nya menjemputnya ke rumah. Kalau memang Dia menjemput ke rumah masa bodo....
Permata meletakka sarapan milik Bosnya di meja milik Bosnya, dengan sudah di berikan note dengan tulisan "Sarapan untuk anda Tuan". setelahnya Dia memilih untuk keluar duduk di pantry menikmati sarapannya.
Kenny masuk ruangannya tidak menemukan Permata, tapi Dia melihat ada sarapan yang sudah tersedia di atas mejanya. Dia membaca note yang tertera, lalu kemana perginya Permata. Kenny segera memakan sarapannya, belum selesai Dia memakannya Permata masuk. Tapi masih dengan nada cueknya hanya menyapa sekilas....
Selamat Pagi Tuan..... "sapa Permata
Hemmm.... "balas Kenny
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan sampai jam makan siang. Jam makan siang pun Permata memilih keluar sendiri untuk makan di kantin bersama karyawan yang lainnya. Dia tidak lupa membelikan makan siang untuk Bos nya. Sekembalinya dari kantin, Permata tidak menemukan Bosnya di ruangannya. Dia hanya meletakkan makan siang bosnya dengan menambah note kecil seperti biasa.
Permata menundukkan kepalanya dengan bertumpu di kedua tangannya, Dia berfikir kenapa baru 3 hari sudah seberat ini, padahal sebelumnya kerja juga rileks dan happy. Setiap Permata mengingat ciuman semalam hatinya merasa sakit. Selain itu adalah ciuman pertamanya, tetapi kenapa yang menciumnya bukan orang yang mencintainya.
__ADS_1
Dari mana saja kamu?
Permata kaget dan hampir saja jatuh, karena dadakan berdiri dengan posisi kaki kanan yang dilipatkan ke atas...
Aaaa.... "Kenny segera menangkap tubuh Permata, posisi Kenny yang tepat di sebelahnya Permata.
Ma...maaf..... "jawab Permata mencoba melepaskan pelukannya.
Kenny malah semakin erat memeluknya.
Kamu belum menjawab pertanyaanku!
Saya dari kantin Tuan.... "dengan masih berusaha keras melepaskan, Kenny berusaha akan menciumnya lagi tanpa sadar Permata menamparnya.
Dengan mata berkaca kaca.... Permata meminta maaf dan langsung berlalu pergi.
Hampir 30 menit Permata baru kembali ke ruangannya, dengan mata sedikit sembab walau sudah di sembunyikannya masih saja terlihat. Mereka berdua tidak ada yang berbicara, berbicara hanya untuk masalah pekerjaan saja.
Permata masih berkutat dengan pekerjaannya Dia tidak peduli dengan apa yang di sekelilingnya, arah matanya hanya terfokus pada layar laptop dan dokumen di tanggannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, semua karyawan sudah mulai beranjak pergi dan kembali ke peraduan, begitu juga dengan Permata. Dia tidak peduli dengan Bos yang masih duduk di ruangannya Permata bekerja sesuai waktu yang di berikan perusahaan padanya.
Hampir 3 bulan mereka seperti ini, berbicara hanya jika masalah pekerjaan saja. Permata berusaha untuk profesional tidak mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi.
__ADS_1
Hari ini Tuan Harry datang ke kantor, melihat perubahan pada Permata yang lebih pendiam tidak seceria dulu.
Kamu baik baik saja Permata?
Ahh... Selamat siang Tuan Harry Alhamdulillaah saya baik baik saja Tuan.
Ya sudah, hari ini akan ada presenstasi bulanan yang perlu kamu sampaikan. Kamu sudah siap?
In Sya Allaah siap Tuan....
1 jam lagi adalah waktu Permata presentasi di depan Kenny, ini biasa di lakukan oleh seorang sektretaris per 3 bulan sekali untuk memantau lebih komplex perusahaan.
Selama 3 bulan ini, Permata menghindari Kenny dama sekali tidak pernah melihat wajahnya. Kini dia ada di tuang meeting dan siap siap untuk melakukan presentasi ke depan. Dengan jarak berdirinya Dia dengan Kenny hanya 2 langkah saja. Sekilas pandangan mereka bersitatap, tapi lamgsung di tepis oleh Permata.
Permata melakukan presentasi dengan sangat apik, jelas, dan secara keseluruhan sangat bagus, semua dewan direksi sangat kagum dengan kecekatan kerjanya. meeting selesai di dalam ruangan hanya tinggal Kenny, Permata yang masih sibuk merapikan dokumen dokumen yang di gunakannya tadi dan ada asistent Fredy. Kenny memberi isyarat untuk Fredy keluar dan menutup pintu.
Kenny langsung memeluk Permata dari belakang, seketika membeku dan kaget.
Deg .....
#
#
__ADS_1
#