
Sejak Permata bertemu kembali dengan Kenny, seolah-olah Kenny tak membiarkan Dia hidup tenang. Kemanapun Permata melangkahkan kakinya pasti ada Kenny disana.
"Hai... Cinta...." sapa Kenny pada Permata yang kini sudah duduk di meja yang sama dengannya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk disitu?"
"Ga ada! Hanya karena kekasihku ada disini tentu Aku ga akan membiarkan kekasihku duduk sendiri!"
"Ga usah ke PD an, siapa kuga yang Kamu bilang kekasihmu. Kalau Aku sudah pasti bukan!"
"Tidak mengapa, Ga di akui sebagai kekasih asala cinta di hatimu hanya untukku."
"Sok Tahu...."
Kenny berusaha meraih tangan Permata, namun segera di tepis oleh Permata.
"Jaga batasanmu!"
__ADS_1
"Hahhh.... Apakah kamu belum memaafkanku? Selama itu Aku tetap menanti dan berharap kembali bersamamu. Permata Aku masih sangat mencintaimu. Maafkan atas kecerobohanku di masa lalu. Beri tahu Aku apa yang harus Aku lakukan untuk menebus semuanya agar Aku bisa meraih hatimu kembali."
"Sudah Aku bilang perjuanganmu kali ini tidak semudah yang dulu. Aku bukan Permata yang dulu dengan mudah Kamu luluhkan dan yang mudah terbujuk rayuan."
"Aku tahu, Aku akan berusaha untuk itu."
"Lalu kenapa lagi, kenapa masih mengeluh? Maka berjuanglah, apa nyalimu hanya sebesar ini?"
"Permata..."
"Iya makanlah, tapi Aku akan tetal disini bersamamu."
"Sebenarnya untuk apa lagi Kamu disini, bahkan Aku tahu jika Aku di kelilingi oleh orang-orang suruhanmu."
"Maafkan Aku, sekali lagi maafkan Aku. Aku ga bermaksud membatasi ruang gerakmu. Hanya Aku merasa tenang jika Kamu dalam perlindunganku. Aku ingin selalu melindungimu Permata!"
"Terserah Kamu... Kamu tahu tak sedetikpun usahaku melupakanmu berhasil, tiap detik itu juga rinduku semakin bertambah bersamaan rasa siksanya yang semakin menyakitiku. Apakah Kamu tahu kamu orang pertama yang mengajariku cinta dan Kamu juga orang pertama yang mematahkan cintaku. Aku selalu berfikir, mungkin Aku memang ga pantas di cintai Aku hanya pantas kalian permainkan. Padahal apakah Kamu juga tahu Dari masa remajaku Aku berusaha tidak mengenal cinta, berusaha berjuang menepis debaran cinta yang menyapa hatiku. Setelah Aku membuka hati padamu, menyerahkan seluruh hatiku padamu, sekejap itu kuga Kamu mematahkan hatiku. Aku belum bisa memaafkanmu saat ini, tapi Aku akan melihat kesungguhanmu untuk mendapatkan ku kembali."
__ADS_1
"Pasti... Pasti Sayang, Aku pastikan Kamu akan segera memberikan maafmu padaku. Aku akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkanmu kembali. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga yang Kami berikan."
"Rubah panggilanmu itu padaku, telingaku belum bisa menerimanya."
"Iya maaf Sa... Permata."
"Kenapa Dia berubah seperti ini, semakin bodoh saja."Ucap Permata dalam hatinya.
Kenny tidak melepaskan pandangan matanya dari Permata barang sedetik pun. Dia berusaha menahan gejolak yang ada dalam dirinya untuk tidak memeluk dan mencium wanita yang ada di depannya. Cukup dengan memandangnya dari jarak dekat sudah cukup baginya mengobati rasa rindu yang sudah sangat menggila. "Kenapa Dia semakin judes saja, ahh waktu telah merubahnya." gumam Kenny dalam hatinya.
Begitulah rutinitas Kenny setiap hari, tidak memikirkan lagi urusan pekerjaan. Dia tidak peduli dengan urusan kantor lagi selain urusan kerja yang sudah di tanda tangani bersama kakak dari Permata. Kini yang di dalam benaknya hanya ingin menaklukan kembali hati wanita yang membuatnya gila.
"I love u so bad Permata, i'm so crazy without u." Ungkap lirih Kenny yang mungkin bisa saja Permata mendengarnya atau bahkan tidak sama sekali
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sorry lama ga update di mari, thank yang masih setia menanti 💐💐
__ADS_1