PERMATA JELITA

PERMATA JELITA
Part 38


__ADS_3

Pagi nan cerah, secerah senyuman Kenny yang sumringah. Seakan wajah bengis dingin dan datarnya telah musnah berganti dengan senyuman manis nan ramah. Bahkan asisten nya saja di buat terheran - heran. Cinta memang membuat orang berubah sekedip mata.


Pagi ini Kenny sudah siap untuk datang ke rumah Jelita dengan rombongan keluarganya. Semua sudah di siapkan, mungkin diawal membuat para keluarga shock namun itulah Kenny. Dengan kepandaiannya berkata - kata Dia sudah berhasil meyakinkan keluarganya bahwa keputusannya untuk mempercepat pernikahannya sudah sangat benar.


Terutama mamanya Kenny yang menyaksikan betapa terpuruknya sang putra ketika Jelita pergi kala itu. Itu juga karena kebodohan mereka sebagai orang tua yang terlalu mudah percaya tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada sang putra. Kini mereka akan selalu mensuport apapun yang di lakukan sang putra selama itu dalam hal yang baik.


"Sudah siap Ken?" tanya sang mama kepada Kenny.


"Sudah ma, ayo kita berangkat. Jam 10 tepat akad akan di mulai, walau sekarang masih jam 8 tapi ada yang harus ken selesaikan sebelumnya, ayo ma pa kota segera berangkat." Ajak Kenny kepada kedua orang tuanya yang juga di ikuti oleh anggota keluarga yang lainnya.


*


*


*


Di rumah Jelita, Jelita di buat kaget dengan datangnya MUA pagi tadi. Walau tidak ada penolakan dari Jelita, namun cukup dibuat penasaran. "Bukannya hanya acara lamaran atau tunangan saja ya, kenapa harus di rias segala sih."itulah yang ada dalam fikiran Jelita, setelah menyelesaikan acara mandinya. Pihak MUA pun segera merias Jelita dengan segera.


Kini di depan cermin di meja riasnya, Jelita memandangi dirinya yang terbalut baju kebaya simple namun tetap terlihat mewah dan elegant.


CEKLEK


"Hai sayang....." sapa mommy Jelita dari balik pintu yang kini sudah terbuka.


"Hai Mom...."


"You are so beautiful dear..."

__ADS_1


"Thanks mom...."


"Hei are okay dear, kenapa hmm.... Apa ada tang sedang kamu fikirkan? Today is your special day be happy alright."


"Mom.... thank for all. Jelita kira hanya sebatas acara lamaran atau pertunangan saja. Namun sungguh Dia bisa menyiapkan dalam waktu sehari saja untuk sebuah pernikahan. Bagaimana dengan Daddy mom?"


"Daddy baik - baik saja sayang, don't worry okay. Just be happy, walau di awal Daddy mu sempet kaget dengan rencana Kenny. Namun itulah yang terbaik untuk kalian saat ini, sudah cukup mom sama dad melihatmu tersiksa selama ini sayang."


Tentu itu tidak semudah yang di katakan mommy Jelita, walaupun begitu ada perjuangan yang harus di lakukan Kenny untuk membuktikan keseriusannya.


Flashback On


Setelah menelphone Kawindra kakak dari Jelita, Kenny di minta untuk menghubungi sang Daddy yabg tentunya persetujuannya sangat berarti. karena jika tidak ada izin darinya maka pernikahan tidak akan terjadi.


Tuttttt


Tuttttt


" Ya Hallo... Dengan siapa ?" Tanya Daddy dati Jelita.


"Selamat malam Om?"


"Selamat malam, maaf dengan siapa?"


"Maaf Om menggangu waktu istirahatnya. Sebelumnya perkenalkan Om saya Kenny."


"Kenny.....?"

__ADS_1


"Saya putra Dari Harry atasan Jelita dulu ketika bekerja di perusahaan kami."


"Ohh... Kamu ternyata, punya nyali kuga kamu, ada apa kamu mencariku?"


"Saya.... Saya ingin meminta restu dan turut mengundang Anda sebagai wali dari Jelita di pernikahan kami besok." Walau di awal gugup menyerang, namun Kenny bisa mencoba menguasai dirinya agar tetap fokus pada tujuannya.


"Apa yang kamu bilang? Wali dari Jelita? Pernikahan?Cihhhh.... Pernikahan itu tidak akan terjadi apalagi sama laki - laki yang dengan mudahnya menyakiti putriku!" Ucap Daddy Jelita penuh penekanan.


"Saya sangat mencintai putri Anda Tuan, Maafkan atas kebodohan saya waktu itu. Sungguh saya sangat menyesal saya berjanji akan selalu mencintai, menyayangi dan menjaga Jelita seumur hidup saya. Berilah kesempatan kepada saya untuk membuktikannya Tuan." Kenny mencoba mengiba, jujur Kenny takut ini tidak akan berhasil. Namun tekadnya sudah bulat untuk menyelesaikan semua rencananya.


"Huffft.... Saya tau, Kamu adalah laki - laki yang sudah berhasil meluluhkan hati putri saya. Saya juga tau seberapa besar putri saya mencintaimu. Saya juga tau pengorbananmu selama ini ketika putri saya pergi meninggalkanmu. Tapi saya sebagai orang tua tidak mudah begitu saja percaya, Kami tidak ingin putri kami terluka untuk kedua kalinya."


"Saya mohon restui Kami Tuan, bagaimana cara saya membuktikan tanpa restu Anda Tuan."mohon Kenny, sungguh ini adalah pertama kalinya Kenny memohon pada orang lain. Demi memperjuangkan cintanya, Kenny berani menjatuhkan harga dirinya.


"Baiklah, Saya restui Kamu menikahi putri saya dengan syarat. Jika satu tetes saja air mata putri saya menetes karena luka, saya pastikan detik itu juga Saya akan mengambil putri saya kembali."


"Saya janji Tuan, Saya tidak akan mengecewakan Anda. Saya pastikan itu, Terima kasih Tuan."


Lega.... Itu yang di rasakan oleh Kenny, kini waktunya mempersiapkan apa yang perlu di persiapkan.


Flashback Off.


Kenny sudah duduk di depan penghulu dengan menjabat erat tangan Daddy Jelita.


"Sudah siap nak Kenny?" tanya pak penghulu di sebelah Daddy Jelita.


"Siap Pak!"

__ADS_1


"Bismillaah.........


__ADS_2