
Hampir 2 bulan Kenny dengan sabarnya mengikuti seluruh apa yang Permata minta. Dia sama sekali tidak mengeluh, tujuannya hanya satu sebuah keinginan yang kuat untuk mempersunting sang Permata yang sangat di cintainya. Tidak hanya Kenny yang bersabar dengan kelakuan Permata, namun Permata juga di buat pusing oleh Kenny dengan kegigihannya yang tak menyerah sama sekali. Bagaiman tidak pusing, dia harus mencari ide untuk menjahili Kenny. Namun Kenny juga tidak ada kata jera.
"Nanti malam saya tunggu di Cafe rembulan jam 7, jangan terlambat dan pakailah baju terbaikmu."ucap Permata dengan nada sengaj dibuatnya sedikit ketus,"Capek juga jadi orang judes."Bathin Permata
"Baik, Saya akan datang nanti malam. Saya pastikan tidak akan terlambat."
"Bagus! Kalau begitu saya permisi sampai jumpa nanti malam."
"Sampai jumpa."
"Assalamu'alaykum."
"Wa...Wa'alaykumsalam."jawan Kenny
Kenny berbunga-bunga, seketika wajahnya cerah bak langit yang indah setelah di terpa hujan lebat. "Aku pastikan tidak akan terlambat sayang."gumam Kenny dalam hatinya. " Semoga malam ini adalah jawaban terbaik yang kudapat.
Setelahnya mereka kembali ke rutinitas harian mereka, Kenny kembali ke kantornya dengan hati yang berbunga-bunga. Walau Dia masih belum tau apa yang akan terjadi nanti malam, namun Dia tidak pesimis untuk itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang telah beranjak, sorepun telah menyapa. Kenny segera pulang dan meninggalkan kantornya demi undangan sang pujaan hatinya. Kenny berharap kali ini keberhasilan yang menyapanya. Setelah sampai di rumah, Kenny segera membersihkan dirinya, memakai baju terbaiknya sesuai dengan sang tercinta minta. Kini Kenny sudah selesai dengan setelan jas navynya dengan kemeja dan celana yang sesuai. Sungguh total penampilan Kenny malam ini, Dia tidak ingin mengecewakan sang pujaan hatinya.
Setelah sekian menit melihat pantulan dirinya di depan cermin, memastikan kesempurnaan dandannannya. Kenney segera berangkat dan menjalankan mobilnya menuju lokasi tempat yang sudah di tentukan oleh sang calon istri.
Tak jauh beda dengan Permata, yang juga menyiapkan dirinya dengan sempurna. Malam ini Dia akan mengakhiri masa ujian untuk lelaki yang dari dulu sudah berhasil mencuri hatinya. Malam ini Dia akan memberikan jawaban atas semua kerja keras sang laki-laki yang tidak pernah menyerah dengan segala ujian nyelenehnya. Permata menyiapkan diri, mencoba merilekskan dirinya, mencoba menghalau deguban di dadanya yang semakin kencang. Dari tempat duduknya sekarang Permata akan dengan sangat jelas melihat Kenny hadir atau tidaknya , akan lebih mudah melihat ekspresi sang laki- laki yang akan diterima dalam hidupnya.
Sudah terlihat diujung restoran, sosok lelaki yang sedari tadi di tunggunya. Permata terpesona dengan dengan dandannan sang pria. Sungguh tak percaya jika lelaki ini bisa sebegitu tampannya, tak ayal jika lelaki itu jadi bahan rebutan kala itu. Dan tak salah jika wanita yang ingin bersamanya kala itu melakukan berbagai cara untuk mendopatkannya.
Kenny sudah melihat dimana Permata sang pujaan hati menunggunya, tak ingin membiarkan wanitanya menunggu terlalu lama. Kenny bergegas jalan cepat menuju meja reservasi Permata.
"Assalamu'alaykum Sayang... ups... Maksud saja Nona Jelita."
"Wa'alaykumussalam, silakan duduk. Anda hampir saja terlambat, dan juka itu terjadi maka Anda tidak akan pernah melihat saya lagi."
__ADS_1
"Maafkan saya, karena jalanan terlalu macet."
"Kita makan terlebih dahulu baru setelahnya.... Aku akan mengatakan apa maksudku mengundangmu kemari!" hufft.... hati tolong dong pengertiannya ucap Permata dalam hatinya.
Mereka melanjutkan makan malam dengan menu yang sudah terhidang di meja yang sebelumnya sudah di pesan oleh Permata, dengan tanpa ada pembicaraan sama sekali. Setelah hampir 39 menit menyelesaikan makan malamnya. Kini mereka terlihat sangat canggung, iya bagaimanapun Permata tidak berhasil menekan rasa gugupnya.
"Apakah sudah bisa kita memulai pembicaraannya nona Jelita?" ucap Kenny
cukup lama Kenny menunggu jawaban Jelita, yang pada akhirnya jawaban Jelita sungguh membuat tulang belulang Kenny berasa tak berada di tempatnya.
"Halalkan Aku jika ingin hidup bersamaku, jika tidak Aku tidak bisa menerima hubungan di kuar pernikahan.
Kenny sangat bahagia hingga tak bisa berucap satu katapun, bahkan air matanya sudah meleleh membasahi pipinya. Perjuangannya telah berhasil, Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi.
"Besok Aku pastikan Kita sudah halal untuk saling mengenggam."
"Aku tunggu."
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Cinta tak akan pernah meminta pada siapa melabuhkan hatinya. Namun jika akhirnya Cinta berlabuh fi hati yang kita minta. Sungguh suatu kebahagiaan yang tidak bisa di ganti dengan apapun. Love is beautiful."