
Ronald mengatakan hal tersebut dengan berkas - berkas yang tergeletak di atas meja sebagai tanda bukti.
"Betul pak, ada beberapa tunggakan kartu kredit, tunggakan pinjaman beberapa bank, tunggakan dari beberapa rentenir, bahkan sampai kepada pinjaman online yang jumlahnya kecil."
Ronald yang mendapatkan laporan tersebut kini hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Astaga bagaimana ini semua bisa terjadi? sejak kapan Luisa memiliki hutang seperti ini?"
"Sudah hampir lebih dari tiga tahun yang lalu pak, dan jumlahnya terus bertambah karena ibu Luisa hanya gali dan tutup lubang saja, semua uang yang selama ini ibu Luisa bayarkan hanya untuk menutup bunganya saja."
Tidak ada kata - kata lagi yang bisa terucap dari bibir Ronald kecuali tatapannya yang sangat tajam kepada beberapa kertas yang berisikan catatan hutang dokter Luisa.
"Pergilah, aku akan mengurus ini semua dengan istri ku."
Setelah mengatakan hal tersebut sang penjawal pun pergi dari hadapan Ronald.
"Ini adalah kejutan yang sangat luar biasa yang aku terima dari mu Luisa, ya selain aku menikah dengan seorang janda, aku juga menikah dengan wanita yang terlilit hutang."
Ronald mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya.
"Tunggu, seharusnya aku bisa memanfaatkan situasi ini bukan?"
Tiba - tiba saja senyuman licik kembali tersungging dari mulut Ronald.
__ADS_1
"Ya dan kau sangat bodoh ketika kau terhanyut di dalam masalah ini Ronald, ini adalah kesempatan."
Setelah mengatakan hal tersebut Ronald melipat semua laporan hutang istrinya tersebut dan langsung memasukan ke dalam tasnya.
"Pengawal panggil wanita itu untuk masuk."
"Baik pak Ronald."
"Sayang, kenapa kau menahan ku di luar cukup lama?"
Tak butuh waktu lama untuk sang pengawal memanggil wanita yang saat ini dikehendaki oleh Ronald.
"Maafkan aku Jasmine ada satu urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu sebelum menerima mu di dalam ruangan ini."
"Senangkan aku seperti biasanya sayang."
Ronald mengatakan hal tersebut sambil memasukkan tangannya ke dalam baju Jasmine.
"Pengawal, kalian boleh keluar, berjagalah di depan pintu dan jangan biarkan siapapun boleh untuk masuk ke dalam ruangan ini."
"Baik pak."
Tak butuh waktu lama pada akhirnya semua pengawal tersebut sudah keluar dari ruangan Ronald.
__ADS_1
"Jadi apakah kau sudah siap dengan sentuhan demi sentuhan mautku sayang ?"
"Tentu saja Jasmine."
Dan pergulatan panjang pun terjadi kembali di dalam ruangan, ya pergulatan dengan hasrat terlarang yang seharusnya tidak boleh untuk dilakukan.
Hari ini terjadi dua kegiatan yang berbeda, Luisa yang hari ini sibuk untuk mengurus Jovan, dan Ronald yang sibuk bermain - main dengan tubuh dari Jasmine.
Sungguh ke dua insan yang saat ini sedang tidak menyadari ada beberapa bahaya yang sedang mengintai di dalam rumah tangganya sendiri.
"Jelaskan kepada ku, apa ini!"
Sore harinya setelah Ronald tiba di rumah, Ronald segera memanggil Luisa ke dalam ruang kerjanya dan dengan kemarahan Ronald melemparkan berkas - berkas hutang Luisa tersebut ke atas meja.
"Mas."
Seketika gemetar seluruh tubuh Luisa melihat semua catatan hutangnya kini telah di kuasai oleh Ronald.
"Apa? kau mau mengatakan hal apa lagi? sungguh kau perempuan membuat malu aku!"
Dengan suara yang sangat nyaring Ronald mengatakan hal tersebut kepada Luisa.
"Mmmas, maafkan Luisa, maafkan Luisa mas, maafkan
__ADS_1
"