
Untuk kesekian kalinya aku membuat mu menderita Luisa, aku tidak perlu melakukan kekerasan, namun hal ini jauh menyakiti mu dari kekerasan fisik yang mungkin juga bisa aku lakukan kepada mu."
Ronald mengatakan hal tersebut dengan tersenyum tipis sambil terus memperhatikan cctv tersembunyi yang sengaja dia letakkan di dalam kamar mandi, untuk bisa melihat Luisa menderita dengan semua hal yang telah dia lakukan.
Malam hari ini kembali terjadi hal yang selalu terjadi, nafkah batin yang seharusnya bisa di berikan oleh ke dua belah pihak, namun kini nafkah batin tersebut tidak diberikan atas banyak dasar yang sampai saat ini belum diketahui keberadaanya.
Malam hari ini Luisa dan Ronald kembali terbaring di atas tempat tidur yang sama, ya hanya rasa dingin yang Luisa dapatkan ketika berada di samping suaminya sendiri.
Di dalam kebekuan hati, Luisa memeluk dirinya sendiri dan mencoba untuk memejamkan ke dua matanya.
Berat, ya sangat berat, namun Luisa terus mencoba untuk memejamkan ke dua matanya, semua itu dia lakukan agar esok hari terlihat lebih segar di hadapan putra kesayangannya.
"Jadi, apa yang akan kau katakan kepada ku?"
Pagi ini setelah Ronald berangkat, dan semua pekerjaan rumah sudah selesai, Luisa datang ke salah satu cafe di sudut kota untuk menemui Juan adik tiri dari Ronald.
"Duduklah dokter Luisa, kau harus mendengarkan semua hal tersembunyi ini dengan perlahan."
Dengan menghisap rokoknya dalam - dalam Juan mengatakan hal tersebut kepada Luisa yang saat ini masih dalam posisi berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Kau tau aku tidak memiliki waktu banyak untuk bertemu dengan mu, mas Ronald pasti akan curiga jika sampai dia mengetahui bahwa istrinya telah pergi dari rumah tanpa izin darinya
"
Mendengarkan perkataan Luisa, seketika itu juga Juan langsung tertawa dengan sangat kencang.
"Hentikan tawa mu itu Juan, semua orang melihat ke arah kita!"
"Ah maaf, maafkan aku Luisa, sungguh saat ini aku sedang berhadapan dengan wanita yang sangat naif, ya naif untuk terus melindungi sang suami yang sangat ingin menyingkirkan istrinya sendiri."
Deg
Seketika Luisa terdiam dengan semua perkataan dari Juan.
Luisa mengatakan hal tersebut dengan sangat geram, karena sampai detik ini Juan masih belum mengatakan untuk apa sebenarnya dia harus datang pagi - pagi ke cafe ini.
"Baiklah, aku tidak akan berbasa basi lagi Luisa, mengingat kau yang katanya tidak memiliki banyak waktu."
Juan menegakkan posisi duduknya, Juan mematikan rokok yang sejak tadi dia hisap.
__ADS_1
"Hal pertama yang ingin aku katakan kepada mu, bahwa selama ini kau telah di bohongi oleh suami mu sendiri, tunggu bukan hanya kau, namun semua orang yang mengenal Ronald dengan baik."
"Apa maksud perkataan mu Juan."
"Dengarkan aku!"
Juan mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan wajahnya ke arah Luisa.
"Suami mu itu tidak lumpuh!"
Deg
Hati Luisa tersentak ketika Juan mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Tidak mungkin aku tidak akan percaya dengan kata - kata mu Juan!"
Dengan menggelengkan kepalanya Luisa mengatakan hal tersebut kepada Juan.
"Ya aku tau jika kau akan mengatakan hal ini kepada ku, namun coba kau ingat - ingat lagi apakah ada hal yang mencurigakan dari Ronald, karena dari setiap wanita yang dia kencani selalu mengatakan bahwa mereka tidak di izinkan untuk mengantarkan Ronald masuk ke dalam kamar mandi."
__ADS_1
Deg
Seketika itu Luisa tersadar bahwa apa yang telah dikatakan oleh Juan itu benar.