PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)

PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)
KEPUTUSAN RONALD


__ADS_3

Kau tau, sekarang aku lebih percaya pembantu rumah tangga daripada istri ku sendiri!"


Ronald mengatakan hal tersebut dengan tatapannya yang sangat tajam ke arah Luisa.


"Dan untuk semua pengobatan Jovan akan di urus oleh para pengawal ku!"


Setelah mengatakan hal tersebut Ronald mendorong Luisa dengan kursi rodanya dan pergi begitu meninggalkan Luisa di dalam ruangan.


"Mas, aku mohon ini bukan penyelesaian yang baik mas, mas kau memberikan penyelesaian yang sepihak kepada ku."


Luisa mengatakan hal tersebut dengan badannya yang tersungkur ke lantai.


"Untuk apa gunanya aku menikah jika pada akhirnya malah menjadi seperti ini."


Luisa mengatakan hal tersebut dengan memukul - mukul kan tangannya ke lantai kamar.


"Kau tau mas, sudah bertahun - tahun aku menghadapi permasalahan keuangan ku sendiri, aku rela gali lubang tutup lubang untuk semua hal ini, semua aku lakukan untuk Jovan mas."


Sungguh Luisa mengatakan semua hal tersebut dengan berteriak histeris, saat ini Luisa sudah tidak peduli lagi jika seluruh pelayan mendengarkan semuanya

__ADS_1


Hari ini hatinya begitu hancur ketika Ronald memberikan penyelesaian yang hanya dari satu pihak saja.


Seketika itu juga Luisa menjadi menyesal dengan pernikahan yang telah dia lakukan, seketika itu juga Luisa menyesal menerima Ronald sebagai suaminya.


"Tidak ada satu orang ibu pun di dunia ini yang menginginkan anaknya menderita epilepsi mas, aku akan melakukan segala macam cara untuk mengobatinya, meskipun harus menyakiti diri ku sendiri!"


Ke dua tangan Luisa mencengkram dengan sangat kuat ketika mengatakan hal ini kepada dirinya sendiri.


Seketika itu juga Luisa lupa jika dirinya adalah seorang dokter Psikiater, dimana seharusnya dengan profesi yang dimilikinya saat ini, mampu membuatnya lebih bisa meredam emosi.


"Ya, halo."


"Apa yang akan aku dapatkan jika aku menemui mu nanti?"


Luisa mengatakan hal tersebut dengan mencoba menghapus air matanya.


"Darimana kau tau jika saat ini aku sedang menangis?"


Seketika itu juga Luisa terkejut karena seseorang yang berbicara dengannya melalui sambungan telepon mengetahui jika saat ini dirinya sedang menangis.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan datang, namun jangan buang waktu ku dengan percuma, namun aku tidak bisa menemui mu saat ini juga, saat ini mas Ronald sedang ada di dalam rumah."


Setelah mengatakan hal tersebut Luisa terdiam karena mendengarkannya berbicara di dalam sambungan teleponnya.


"Baiklah esok hari jam delapan pagi."


Setelah mengatakan hal tersebut Luisa menutup percakapan singkatnya di ponsel, Luisa kembali menghapus sisa - sisa air matanya.


"Sebenarnya apa yang telah di maksudkan oleh Juan? mengapa aku harus mengetahui rahasia besar mas Ronald?"


"Apa yang sebenarnya di maksudkan oleh Juan? mengapa dia selalu mengatakan bahwa aku harus berhati - hati dengan suami ku sendiri?"


Luisa saat ini betul - betul bingung dengan apa yang telah Juan sampaikan.


"Mengapa seakan - akan Juan dan juga mas Ronald bukanlah dua orang yang memiliki hubungan baik?"


"Mengapa seakan - akan Juan ingin memberitahukan ku banyak hal?"


Saat ini semua yang telah di ucapkan oleh Luisa menjadi tanda tanya besar di dalam dirinya

__ADS_1


Bagaimana bisa seseorang adik yang tidak pernah diakui oleh kakaknya sendiri? dan bagaimana bisa seseorang adik yang kehidupannya sangat berbeda dengan sang kakak yang bergelimang harta.


__ADS_2