
Seketika gemetar seluruh tubuh Luisa melihat semua catatan hutangnya kini telah di kuasai oleh Ronald.
"Apa? kau mau mengatakan hal apa lagi? sungguh kau perempuan membuat malu aku!"
Dengan suara yang sangat nyaring Ronald mengatakan hal tersebut kepada Luisa.
"Mmmas, maafkan Luisa, maafkan Luisa mas, maafkan
"
Luisa mengatakan hal tersebut dengan berlutut di hadapan Ronald.
"Apa yang ada di dalam pikiran mu Luisa, saat kau melakukan semua hal ini!"
Ronald mengatakan hal tersebut dengan memukul - mukul mejanya sendiri.
"Luisa minta maaf mas, Luisa minta maaf."
Tidak ada kata - kata lagi yang bisa Luisa ucapan selain hal itu, ya ucapan yang berulang - ulang dia katakan kepada suaminya.
"Pembelaan apa yang akan kau berikan untuk semua hal yang telah kau lakukan ini? jumlah semua hutang mu ini sangat besar, untuk apa ha?"
"Untuk apa kau gunakan semua uangnya? pasti kau menggunakan uangnya untuk bersenang - senang dengan banyak laki - laki di luar sana bukan?"
__ADS_1
Deg
Sakit sekali hati Luisa, saat Ronald mengatakan hal itu kepadanya.
"Tidak mas, sama sekali tidak seperti yang mas tuduhkan kepadaku."
Dengan sekuat tenaga Luisa kembali menggelengkan kepalanya.
"Lantas apa yang sebenarnya kau lakukan dengan uang sebanyak ini? saat itu kau juga masih bekerja di dua tempat kan Luisa?"
Luisa kini hanya terdiam dengan setiap pernyataan Ronald.
"Apa yang mas Ronald katakan itu semuanya benar mas, namun yang mas lupa bahwa aku adalah orang tua tunggal dari Jovan, dan Jovan adalah yang spesial untuk ku."
"Sittt!"
Deg
"Kau kira aku laki - laki bodoh? kau kira aku percaya dengan semua kata - kata mu ini? aku tau Jovan adalah anak yang spesial dia penderita ayan !"
Deg
Sungguh saat ini Luisa langsung berdiri dengan kata - kata yang telah Ronald sebutkan.
__ADS_1
"Epilepsi mas, epilepsi!"
"Lalu apa yang di maksud kan pengobatan mahal ha? semua obat dari penyakit ini ditanggung oleh negara dan itu gratis! kau kira aku laki - laki bodoh!"
Seketika itu juga Luisa kembali menggelengkan kepalanya.
"Tidak semua obat di tanggung oleh negara mas, saat itu aku masih mengupayakan Jovan bisa sembuh dengan membawanya ke beberapa negara untuk berobat."
"Dan apa yang kau dapatkan? semuanya tidak ada bukan? kau dokter tapi bodoh!"
Sungguh perkataan Ronald saat ini sangat menyakitkan hati Luisa.
"Semua orang terkadang bisa menjadi tiba - tiba bodoh jika itu sudah menyangkut sesuatu hal yang kita sayang mas, aku sangat mencintai Jovan dan apapun akan aku lakukan untuk Jovan, jika perlu, jika bisa aku ingin aku yang mengantikan semua hal yang di derita oleh Jovan!"
Sungguh saat ini Luisa seperti mendapatkan kekuatan ekstra untuk menjawab semua perkataan dari Ronald.
"Apapun yang menjadi pembelaan mu, aki tidak akan pernah sudi untuk membayar semua hutang - hutang mu ini!"
Ronald mengatakan semua hal ini dengan melemparkan semua berkas tersebut ke wajah Luisa.
"Bukan hanya itu, mulai saat ini aku akan berhenti memberikan mu uang bulanan dalam bentuk apapun, semua keuangan akan kembali di pegang oleh salah satu asisten rumah tangga di sini yang bisa aku percaya."
"Kau tau, sekarang aku lebih percaya pembantu rumah tangga daripada istri ku sendiri!"
__ADS_1
Ronald mengatakan hal tersebut dengan tatapannya yang sangat tajam ke arah Luisa.
"Dan untuk semua pengobatan Jovan akan di urus oleh para pengawal ku!