PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)

PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)
LEPASKAN


__ADS_3

Luisa yang sejak tadi ingin mendorong kursi roda Ronald menuju kamar mandi langsung mengurungkan niatnya.


"Iya mas, aku tau."


Pada akhirnya hal itu yang Luisa katakan sambil membiarkan Ronald masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku tidak mungkin seperti ini terus, bagaimanapun juga aku harus membuktikan ucapan dari Juan, ya harus."


Luisa mengatakan hal tersebut dengan berjalan mondar mandir di dalam kamar, sampai pada akhirnya Luisa memutuskan untuk mengambil tindakan yang sangat berani.


Dengan langkah cepat Luisa menuju ke pintu kamar mandi, dan langsung membuka pintu kamar mandi yang tidak pernah di kunci oleh Ronald.


Saat Luisa masuk ke dalam kamar mandi, terlihat pemandangan satu laki - laki telanjang yang sedang membersihkan dirinya di bawah guyuran air dingin.


Sungguh hati Luisa bergetar dengan hebat saat melihat laki - laki tersebut berdiri gagah dengan ke dua kakinya.


"Mas, mas Ronald."


Kata - kata itu yang pada akhirnya terucap pelan dari bibir Luisa.


"Apa yang kau lakukan disini, keluar!"


Ronald mengatakan hal tersebut dengan berteriak.


"Jadi selama ini mas Ronald sudah membohongi aku!"

__ADS_1


Luisa yang saat ini masih tercengang dengan pemandangan yang di lihat sama sekali tidak beranjak dari tempat dimana dia berdiri.


"Apa yang ingin kau ketahui sudah kau ketahui kan Luisa?"


Ronald mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sinis, dengan cepat Ronald mematikan air dingin, lalu mengambil handuk untuk membalut tubuhnya yang masih telanjang.


"Apa maksud dari semua ini mas Ronald, apa yang sebenarnya mas Ronald rencanakan dari ku?"


Luisa yang sampai saat ini tidak mengerti jalan pikiran dari Ronald kembali bertanya akan hal itu.


"Kau ingin tau rencana ku yang sebenarnya? baiklah, aku ingin membuat mu menderita Luisa!"


Deg


Kata - kata yang di ucapkan Ronald dengan ke dua matanya yang saat ini sangat sinis memandang sang istri.


Luisa mengatakan hal tersebut sambil berteriak di dalam kamar mandi.


Dengan cepat Ronald maju dan mendekat ke arah Luisa, ke dua tangannya mencengkram ke dua tangan Luisa dengan erat dan menyudutkan Luisa ke arah tembok.


"Kau ingin tau salah mu kepada ku!"


"Lepaskan mas Ronald ini sakit!


"

__ADS_1


Luisa mengatakan hal tersebut dengan meronta kuat karena saat ini Ronald semakin kuat mencengkram ke dua tangan Luisa.


"Aku jika akan melepaskan mu Luisa, jika perlu aku bisa mencekik leher indah mu saat ini juga!"


Sungguh tatapan penuh dendam Ronald tancapkan kepada hati Luisa yang paling terdalam.


"Mas, jangan biarkan setan menguasai pikiran mu mas!"


Luisa terus mengatakan hal tersebut dengan berteriak sambil berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Ronald.


"Bukan aku yang menjadi setan, namun kau dan keluarga mu adalah setan terbesar di dalam hidup ku!"


"Aku? keluarga ku? mas apa maksud dari semua ini! lepaskan aku mas!"


Luisa terus mencoba memberontak di dalam ke dua cengkraman tangan Ronald, namun Ronald sama sekali tidak berusaha untuk melepaskan sang istri.


"Aku akan menghukum mu malam hari ini Luisa!"


Ronald mengatakan semua hal tersebut dengan dendam yang sangat membara, dengan cepat Ronald menyeret Luisa ke atas tempat tidur.


"Lepaskan aku mas, lepaskan aku!"


Luisa yang saat ini sangat ketakutan berusaha untuk melawan Ronald yang sudah mengunci tubuhnya dengan erat.


"Aku ingin kau merasakan kembali satu malam yang telah berlalu bertahun - tahun yang lalu."

__ADS_1


Deg


__ADS_2