PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)

PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)
TIDAK DILANGGAR


__ADS_3

Ya aku tau jika kau akan mengatakan hal ini kepada ku, namun coba kau ingat - ingat lagi apakah ada hal yang mencurigakan dari Ronald, karena dari setiap wanita yang dia kencani selalu mengatakan bahwa mereka tidak di izinkan untuk mengantarkan Ronald masuk ke dalam kamar mandi."


Deg


Seketika itu Luisa tersadar bahwa apa yang telah dikatakan oleh Juan itu benar.


"Kenapa kau diam saja dokte Luisa? aku yakin saat ini pasti kau sedang teringat kejadian demi kejadian yang tidak biasa bukan?"


Luisa hanya bisa menatap tajam ke arah Juan.


"Apa yang membuat mas Ronald tega melakukan semua hal ini kepada ku?"


Sungguh saat Luisa mengatakan hal tersebut ke dua matanya sudah berkaca - kaca.


"Sederhana, karena dia dendam kepada mu Luisa."


Deg


Sungguh saat ini Luisa semakin tidak mengerti akan apa yang telah Juan katakan.


"Dendam? apa yang kau maksudkan itu?"

__ADS_1


"Untuk hal ini aku tidak bisa memberitahukan mu sekarang, yang perlu kau lakukan dalam waktu dekat ini adalah kau harus membuktikan dengan ke dua mata mu sendiri bahwa sebenarnya Ronald itu tidak lumpuh, baru setelah itu semua cerita akan terbuka satu per satu."


"Juan, kenapa kau mau membuka semua hal ini kepada ku? padahal kau dan mas Ronald adalah adik kakak."


Seketika itu juga Juan langsung tertawa sinis.


"Ya kau benar, kita memang adik kakak, namun di mata kita masing - masing kita seperti orang asing, pergilah Luisa, agar Ronald tidak curiga dengan kepergian mu kali ini."


Juan mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari temen duduknya dan langsung berjalan meninggalkan Luisa yang saat ini masih terduduk di kursi.


"Mas, sebenarnya permainan macam apa yang saat ini sedang kau rencanakan?"


Luisa mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya, tidak ada lagi yang harus membuat luisa untuk terus bertahan di cafe tersebut, dengan langkah yang gontai Luisa meninggalkan tempat makan tersebut menggunakan transportasi umum.


"Ah mas Ronald sudah tiba."


Luisa yang sore itu sedang duduk di balkon kamar langsung turun ketika mendengarkan dan melihat satu mobil mewah masuk ke dalam halaman rumah.


"Sore mas Ronald, kemarikan tas mu mas, biar aku saja yang membawakan."


Sesampainya di pintu ruang utama Luisa langsung menyambut Ronald dan membawakan tasnya.

__ADS_1


"Ayo mas kita ke kamar, para pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk kita di dalam kamar."


"Ya ayo."


Hanya beberapa kata keluar dari mulut Ronald serta ke dua mata Elangnya yang sampai saat ini masih menatap tajam ke arah Luisa.


Sesampainya di dalam kamar, seperti biasa Luisa melayani Ronald dengan sungguh - sungguh.


Luisa menyiapkan semua makan malam, dan melayani makan Ronald tersebut dengan tenang.


"Luisa, siapkan handuk, aku akan mandi."


"Ya mas Ronald."


Setelah makan malam selesai Ronald meminta Luisa menyiapkan semua keperluannya untuk mandi.


"Kau tidak boleh mengantarkan aku masuk ke dalam kamar mandi, kau tidak lupa akan hal ini bukan?"


Luisa yang sejak tadi ingin mendorong kursi roda Ronald menuju kamar mandi langsung mengurungkan niatnya.


"Iya mas, aku tau."

__ADS_1


Pada akhirnya hal itu yang Luisa katakan sambil membiarkan Ronald masuk ke dalam kamar mandi.


__ADS_2