
Namun kau tidak perlu takut Luisa, kau tidak perlu khawatir, aku akan membantu mu untuk bebas, karena kakak tiri ku itu sudah gila dia bisa melakukan segalanya untuk ambisinya yang gila!"
Juan mengatakan hal tersebut sambil mempersiapkan sebuah rencana untuk membebaskan Luisa dari cengkeraman Ronald.
Menjelang siang pada akhirnya Juan bergerak untuk mendekati kediaman Ronald.
"Aku ingin makan."
Juan mengatakan hal tersebut kepada para penjaga dengan sangat saat dirinya sampai di depan pintu gerbang.
Dan sang penjaga yang sudah mengetahui apa yang sering dilakukan oleh Juan segera membuka pintu gerbang dan membiarkan mobil Juan masuk ke halaman depan.
"Sebentar lagi kalian akan terlelap dengan sempurna."
Juan mengatakan hal tersebut sambil keluar dari dalam mobil dan tersenyum dengan sinis.
Dengan langkah yang mantap Juan masuk ke dalam ruang mewah milik kakak tirinya tersebut.
Dengan cepat Juan meletakkan beberapa batu kecil di sudut ruangan.
Batu kecil yang telah di persiapkan oleh Juan ternyata adalah batu khusus yang mengandung obat tidur tahap tinggi.
"Ini pak makanannya."
Satu pelayan mengatakan hal tersebut kepada Juan ketika Juan kini sudah ada di meja makan.
"Terima kasih bi, dimanakah dokter Luisa? hari ini aku belum melihatnya keluar."
__ADS_1
"Nyonya sedang ada di dalam kamar dan istirahat."
Sang pelayan mengatakan hal tersebut sambil salah satu jari telunjuknya menunjukkan ke satu ruangan.
"Ah seperti itu, apakah dokter Luisa baik - baik saja?"
"Tentu saja pak."
Mendengarkan jawaban dari salah satu pelayan, Ronald langsung tertawa kecil.
"Satu, dua, tiga."
Ronald menghitung dengan perlahan, dan dalam hitungan ke tiga semua pelayan di ruang tersebut langsung pingsan.
"Luar biasa efek obat ini, baiklah Juan kau tidak perlu susah - susah mencari dimana Luisa berada saat ini, karena para pelayan bodoh ini sudah memberitahukan semuanya."
"Luisa, hei Luisa apakah kau berada di dalam?"
Juan mengetuk pintu dan mencoba berkomunikasi dengan Luisa.
"Juan, apakah itu Juan?"
Luisa mengatakan hal tersebut dengan kembali bangkit dari tempat tidurnya.
"Juan, aku mohon Juan tolong aku, keluarkan aku dari sini, aku takut Juan."
"Sssstt, Luisa diam dan tenang lah, aku akan membantu mu keluar dari dalam sana, namun kau perlu tenang."
__ADS_1
Juan mengatakan hal tersebut dan mencoba untuk menenangkan hati Luisa.
"Iya Juan, aku akan mencoba untuk tenang."
Luisa yang sejak tadi panik kini mencoba untuk menenangkan dirinya.
Juan yang memang pintar mengeluarkan satu alat canggih yang dibuatnya sendiri, ya alat canggih yang gunakan untuk membuka pintu apapun yang dia inginkan.
Dengan cepat Juan berhasil membuka pintu kamar Luisa dan seketika itu juga Luisa yang sangat ketakutan langsung memeluk erat Juan.
"Juan, aku mohon bawa aku dan Jovan pergi dari rumah ini, aku mohon, rumah ini seperti neraka bagi ku."
di dalam pelukan dari Juan Luisa mengatakan hal tersebut sambil menangis.
"Tenanglah, ayo kita keluar, dimana kamar Jovan."
"Kamar Jovan ada di lantai dua."
"Baiklah, ayo kita kesana."
Juan mengatakan hal tersebut sambil mengandeng tangan Luisa dan mengajaknya untuk menuju lantai ke dua.
"Juan bunyi apa ini?
"
Ketika mereka hendak menaiki tangga tiba - tiba terdengar suara yang cukup nyaring."
__ADS_1
"Sittt ini alarm Luisa."