PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)

PERNIKAHAN KU ( DOKTER LUISA 2)
ANAK HARAM


__ADS_3

Juan mengatakan hal tersebut sambil mengandeng tangan Luisa dan mengajaknya untuk menuju lantai ke dua.


"Juan bunyi apa ini?


"


Ketika mereka hendak menaiki tangga tiba - tiba terdengar suara yang cukup nyaring."


"Sittt ini alarm Luisa."


Juan mengatakan hal tersebut dengan mengumpat, rupanya Juan tidak mengetahui jika Ronald telah memperbaharui sistem keamanan di rumahnya.


"Lepaskan aku Juan, aku harus ke atas menyelematkan Jovan!x


Luisa mengatakan hal tersebut sambil menghempaskan tangan Juan yang hendak membawanya kabur.


"Tidak ada waktu lagi Luisa."


"Tapi bagaimana dengan Jovan, aku harus tetap ke atas."


Luisa mengatakan hal tersebut sambil terus berjalan menuju tangga.

__ADS_1


"Dengarkan aku!x


Juan yang sudah kesal menarik tangan Luisa dan menguncinya.


"Sudah sejak lama Ronald mengetahui jika Jovan adalah anak kandungnya, selama ini dia memperlakukan Jovan dengan memberikan obat atau apapun itu, sebenarnya bukan untuk mematikan anaknya sendiri namun untuk membuat mu khawatir."


"Kau tidak perlu khawatir dengan Jovan, Ronald tidak akan pernah melukainya, karena Jovan adalah anak kandungnya sendiri."


Juan mengatakan hal tersebut sambil berteriak-teriak.


"Kau mau tetap disini, atau ikut dengan ku sekarang juga, kau pilih di tangkap bersama dengan ku, lalu mendapatkan siksaan yang lebih dahsyat satu sekarang juga kita pergi, ayo Luisa tidak ada waktu untuk berpikir lagi!"


"Ayo Juan, kita pergi, aku tidak akan pernah bisa hidup di rumah ini lagi."


Dengan Cepat Juan dan juga Luisa masuk ke dalam mobil dan langsung melaju dengan kencang.


"Juan ini terlalu kencang."


"Kau pegang kursi mu saja kuat - kuat, aku harus melakukan hal ini untuk secepatnya menghilangkan jejak dari Ronald."


Luisa yang saat ini tidak dapat berkata - kata lagi, hanya bisa menganggukkan kepala dan memejamkan ke dua matanya.

__ADS_1


Sementara itu di kantor, nampak Ronald yang sedang marah sambil melemparkan satu gelas di arah tembok.


"Apa saja yang sebenarnya kalian lakukan di rumah ha?" kalian itu begitu banyak, namun kalah hanya dengan satu wanita saja sitt!"


Ronald yang masih marah mengumpan beberapa kali kepada semua pengawalnya.


"Maafkan kami pak, namun nyonya meninggalkan rumah bersama dengan mas Juan yang juga sudah mengenal sistem keamanan rumah."


Seketika itu juga Ronald terdiam.


"Aku mengerti sekarang ternyata otak semua hal yang saat ini terjadi adalah kau Juan, ya kau yang selama ini bertemu dengan Luisa secara diam - diam."


Ronald mengatakan hal tersebut dengan meremas salah satu tangannya yang masih terdapat pecahan kaca.


Saat ini Ronald sudah tidak peduli lagi jika tangannya terluka dan berdarah akibat apa yang telah dilakukan saat ini.


"Pengawal, siapkan aku satu mobil untuk menuju ke luar kota, malam ini kita akan berangkat, satu hal bawa Jovan juga ikut dengan ku, aku tau kemana Juan membawa Luisa pergi."


"Baik pak Ronald."


Setelah mengatakan hal tersebut satu per satu pengawal meninggalkan ruangan Ronald.

__ADS_1


"Juan kau boleh saja menang dari ku di dalam banyak hal, namun untuk kali ini kau juga yang akan menjadi musuh ku, kau hanyalah anak dari hasil perselingkuhan, anak haram, ya anal haram tidak akan pernah bisa menang melawan penguasa yang sebenarnya."


__ADS_2