
HOTEL ALBERT CAMP.
*****
Setelah tiba di Hotel tersebut, Mereka disambut oleh Manajernya langsung.
Kamar yang dipesan Daddy Demian adalah kamar termewah dari segala tipe kamar hotel yaitu presidential suite, tapi Manajernya sudah menukar dengan kamar pribadi pemilik Hotel tersebut, yang jauh lebih mewah dari pada kamar yang di pesan Daddy nya Demian.
Karena kamar yang akan ditempati mereka sesungguhnya adalah kamar yang tidak pernah di sewakan pada siapa pun.
Karena pemilik hotel tersebut menyiapkan beberapa kamar dengan fasilitas mewahnya yang tida untuk disewakan, Pada siapa pun.
Biasanya kamar tersebut ini ada di lantai teratas sebuah hotel dengan pemandangan terbaik.Karena itulah kamar tipe ini juga disebut sebagai penthouse. Kamar yang mereka tempati akan memberikan kenikmatan, kenyamanan yang hakiki dari sebuah hotel.
Kamar dengan kelas paling tinggi memiliki desain kamar berlantai marmer, LCD TV 46 inch, IPod dock, kamar mandi mewah yang dilengkapi LCD TV, bahkan mobil limousine sebagai alternatif kendaraannya.
Presidential Suite di Hotel Albert Camp, dibanderol dengan harga sekitar Rp 56 juta untuk tipe kamar yang dipesan oleh orang tuanya Demian.
Manajer menunduk hormat pada Bos nya tapi tidak Vio gubris, melainkan Vio memberi kode agar cepat mengantarkan ke kamar Hotelnya.
karena gak mungkin menuju kamar hotelnya sendiri, bisa bahaya ujarnya dalam hati.
Vio mengucapkan terimakasih pada Manajer Hotel tersebut karena telah mengantarnya ke kamar masing-masing.
Sekilas Demian takjub saat pertama kali masuk kamar tersebut. Karena biasanya Demian juga suka menginap Di Hotel Albert dengan tipe kamar yang sama yang Daddy nya suka pesan.
Tapi Kamar ini sangat Mewah Dua kalilipat dari biasanya. Dan Kamar ini identik dengan warna Ungu. "(Jelas saja warna Ungu Pak Dem, orang kamar yang anda tempati kamar milik istri anda si Violet)" Autor aja yang jawab deh.Hahahaa.....
Tapi kenapa kamar dan fasilitasnya tidak seperti saat Demian menginap dengan orang tuanya ya. Fikir Demian dalam hati bertanya-tanya. Sudahlah lebih baik saya mandi untuk membersihkan badan yang sudah sangat lengket.
Hal yang sama pun dirasakan oleh Orang tua Demian, Dia pun sama kagetnya seperti putranya. Tn.Wisnu bertanya-tanya saat berada didalam kamar yang lebih mewah berkali-kali lipat. Besok dia hendak menemui Manajer Hotelnya guna menanyakan kamar yang ditempatinya. Fikir Tn Wisnu.
Papi Mami Vio,, langsung beristirahat karena sudah sangat lelah. Dan Violet rebahan di kasur miliknya, meluruskan badannya yang sangat pegal karena seharian berdiri terlalu lama, Vio melihat Demian masuk kamar mandi. Dia tidak peduli cuek Vio terhadap suaminya.
Demian pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fres, dan Dia telah berganti pakain santai dan rapih rupanya.
Demian hendak menyusul tiga orang tersebut kemarkas, ya Fadli sudah lebih dulu menyusul Kelvin dan Fandi saat Demian balik ke Hotel.
Demian mendekat menghampiri Vio dan berkata agar Vio tidak menunggunya kembali.
"Saya harus pergi, tidurlah duluan tidak usah menunggu saya pulang. Karena saya ada masalah di Perusahaan" Ucapnya Dusta.
Vio hanya membuka mata sekilas pura-pura tidur kembali. Dia malas menjawab ucapan Suaminya itu.
Demian yang merasa tidak dianggap pun akhirnya, langsung pergi dan membanting pintu dengan sangat keras.
"BRAAAKKK...." Suara pintu di banting.
Wajah Demian sudah memerah menahan emosi. Dia tidak habis fikir dengan wanita yang telah menjadi istrinya.
Bagaimana bisa wanita Si**an tersebut mengacuhkannya.Batin Demian dalam hati.
Vio pun kaget saat Demian membanting pintu dengan kasar. Tapi dia tidak peduli toh dia tidak meminta pria tersebut menikahinya.
Setelah kepergian Demian Vio Mengambil Laptop miliknya dan menghubungkan Vio kepada Geri dan Keyla yang sedang di markasnya.
Dia hendak menanyakan kabar anak buahnya yang terluka dan memeriksa keadaan markas miliknya yang berada dijakarta lewat Panggilan Vidio Call di laptopnya. Bisa saja dia pergi ke Markasnya malam itu, karena Demian pun tidak bersamanya. Tapi dia urungkan karena dia merasa sangat lelah.
Laptop dia pun terhubung langsung dengan Geri dan Keyla yang berada dimarkas milik Violet.
"Geri bagaimana keadaan markas dan anak buah yang terluka berapa orang ??"
"Markas dalam keadaan aman Bos, anak buah yang selamat berjaga diluar guna menghindari serangan musuh yang bisa datang tiba-tiba. Dan anak buah yang terluka berjumlah 15 orang tapi mereka semua tidak ada yang terluka serius Bos" Jawab Demian.
__ADS_1
Dan panggilan Vidio pun mereka akhiri.
Vio langsung bersih-bersih dan beristirahat tanpa menunggu Suaminya pulang, Jam menunjukan 01:30 Tapi dia tidak mau ambil pusing.
Saat Kelvin dan Fandi membawa pelaku kemarkas Demian, Keyla pun teringat bahwa anak buah Violet tidak memiliki tempat tinggal untuk sementara. Akhirnya Keyla dan Geri pun merundingkan lewat panggilan terhadap Vio dan sekalian menjelaskan kejadian diparkiran melalui ponsel anak buahnya yang berada didalam gereja tersebut.
Akhirnya Vio menugaskan mereka untuk membawa pasukannya ke salah satu Gedung miliknya yang baru Vio bangun setahun yang lalu di pusat kota. Dia sengaja menempatkannya di tengah-tengah kota agar bisa dengan mudah jika terjadi sesuatu.
Gedung tersebut memang rencana nya untuk markas pasukan Vio yang di Indonesia.
Vio berencana membawa sebagian pasukannya, untuk ditempatkan di Gedung tersebut yang akan menjadi Markas Vio yang kedua.
*****
Markas Demian
Tibalah Demian dimarkasnya, dan langsung menghampiri sahabatnya tersebut.
Dia menanyakan hasilnya, dan mereka bertiga menjawab bahwa mereka hanya disuruh orang yang tidak mereka kenal, dan diberi imbalan sebesar 1 Milyar, jelas Fandi.
Demian pun manghampiri kedua pelaku, dan mencoba melihatnya dari dekat. Mereka yang mengetahui Bos Mafia tersebut telah datang, saat itu juga mereka ketakutan, karena memang Demian terkenal dengan kekejaman nya terhadap Musuh.
Demian mengangkat dagu salah satu pelaku tersebut guna ingin melihat wajahnya, mata Demian menyipit melihat dengan sangat tajam kepada mereka.Aura Membunuh yang dimiliki Demian sangat mencekam ruangan tersebut.
"Siapa yang mengirim kalian, jawab jujur dan kalian akan saya lepaskan" Ujar Demian kepada mereka berdua.
Hening tidak ada suara yang menjawab.
Demian mulai menghajar mereka tanpa ampun, saat sedang menghajar mereka berdua, Demian melihat tanda yang berada di tangan salah satu pelaku.
Dan Dia menarik paksa tangan pelaku guna memperjelas penglihatan nya. Benar saja ditangannya ada tanda berlogo jangkar, Fandi dan Kelvin pun ikut memeriksa pelaku yang satunya, ternyata sama saja memiliki logo jangkar.
Demian tersenyum Licik. Rupanya ada yang mencoba bermain-main dengan saya.
Dia menetap di Kalimantan beberapa tahun terakhir.
Dia adalah musuh Demian sekaligus saingan Bisnis Demian dalam bidang Gas Bumi.
Antonio memilik Dendam pada Bos Mafia tersebut. ia telah menggagalkan Penyelundupan Antonio terhadap Gas Bumi milik Perusahaan Wijaya.
Waktu itu Demian sengaja menggagalkan karena dia memiliki hak penuh atas kepemilikan Gas Bumi tersebut karena itu semua miliknya.
Demian membantai pasukan Antonio tanpa tersisa dan juga membantai orang yang telah berhianat di Perusahaannya yang membantu Antonio melakukan penyelundupan.
Antonio yang gagal pun akhirnya menyimpan dendam, dia tidak mau kalah dengan Demian didunia Mafia dan juga didunia Bisnis.
Dan Antonio selalu menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, hingga akhirnya Antonio tau Demian akan melakukan Pemberkata disalah satu Gereja di jakarta dan Antonio mengutus dua orang anak buahnya untuk meledakan gereja.
Tapi disayangkan rencananya gagal total, karena gereja tersebut dalam keamanan yang sangat ketat. Dan akhirnya anak buah Antonio berinisiatif melemparkan geranat keparkiran mobil guna untuk mengecoh dan mencari celah agar bis menghabisi musuh Bosnya.
Siapa yang tau, ternyata saat anak buah Antonio hendak kabur karena penjagaan yang sangat ketat diluar dan didalam. Seorang Sniper menembak tepat sasaran dan menggagalkan kedua pelaku tersebut.
Demian mengetahui bahwa pelaku tersebut di gagalkan saat hendak kabur oleh tembakan seorang Sniper, Semua itu dilaporkan oleh Kelvin dan Fandi, dilihat dari peluru yang mengenai kaki pelaku. Tapi Demian bingung siapa sebenarnya Sniper tersebut sedangkan Demian tidak mengutus seorang Sniper diacara Pemberkatan dirinya.
Demian langsung mengambil senjata api di balik punggungnya yang selalu dia bawa kemana saja dia pergi. Dia langsung menembak ke arah kepala kedua pelaku tersebut tanpa belaskasih.
"Dorrrr..."Suara tembakan pertama.
"Dorrrr...." Dilanjut Suara tembakan kedua.
Kirim mayatnya ke Markas Antonio ucap Demian tegas, lemparkan dari atas helikopter.
Kelvin pun menyuruh anak buahnya untuk mengirim mayat anak buah Antonio menggunakan Helikopter milik Wijaya. Setelah mengurusnya mereka berempat bersantai di ruangan Demian yang berada di dalam markas karena sudah sangat lelah.
__ADS_1
*****
Ruangan Demian Didalam Markas
Fadli membuka lemari yang berada di pojok ruangan, dia mengambil Wiski dari dalam lemari. Dan menyiapkan empat gelas buat dirinya dan juga sahabatnya.
Fadli pun membuka tutup botol Wiski tersebut dan menuangkan pada setiap gelas.
Mereka bersama menikmati minumannya.
"Bro ini hampir pagi, lo gk balik ke Hotel ?" tanya fandi
"Ntar juga gw balik, gw masih ingin menimati minuman punya gw baru setelah itu gw balik" jawabnya
"Lah inikan Malam Pertama lo Dem" kata Fadli mengingatkan
"Iya bener, harusnya lo menikmati Malam Pertama lo bersama Violet Bro, kasian istri lo dianggurin dimalam pernikahannya.Hahahaa"
Ledek Fandi ketawa puas.
"Bener bro, Vio pasti nungguin lo sendirian"
Kelvin ikut mengingatkan.
"Bodo Amat, gw gak peduli" jawab Demian acuh.
"Tega bgt lo" balas fadli berdrama memasang muka sedih.hahaa
"Gw gak peduli, lagian juga gw nikahin tuh cewek karena paksaan mommy gw, kadang gw gk habis fikir sama nyokap, masa gw gk ngapa-ngapain mesti bertanggung jawab sama tuh cewek. Kaya gw ngehamilin anak orang aja. kalau gw gak dipaksa gw juga gk bakalan nikah sama tuh orang. Apa lagi dia bukan tipe gw bgt, Kalian semua kan tau tipe gw kaya apa" jelas Demian panjang lebar.
Ketiganya serentak mengangguk, mereka faham dengan kondisi Demian, dia gak mungkin tertarik sama Violet.
Banyak wanita canti dan sexy yang dengan rela memberikan tubuhnya pada Demian.
Demian memandang rendah Violet, begitupun ketiga temannya. Mereka semua menilai Vio tidak pantas dengan sahabatnya itu.
MASA SEORANG DEMIAN WIJAYA CEO TAMPAN KAYA RAYA DAN BOS MAFIA istrinya biasa aja. Fikir mereka berempat.
Mereka terus meminum Wiskinya hingga puas.
*****
Matahari pun terbit dari timur, Demian masih di Markasnya dia memilih tidak pulang dan akan langsung berangkat ke kantornya.
Demian mengirim pesan ancaman kepada wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Jangan pernah mencoba melapor saya tidak pulang semalam, paham ?" Ancam demian.
Drrrttt....Drrrrttt....
Tanda pesan masuk.
Vio langsung membuka pesan di ponselnya.
Dan membaca pesan dari Demian tersebut.
"Ok" Jawabnya singkat.
Demian membaca balasan pesan singkat dari Vio.Dia sulit mengerti jalan fikiran wanita tersebut. Karena wanita itu seperti tidak peduli dengannya.
Tapi Demian tidak terlalu ambil pusing, bagus juga kalau wanita itu tidak peduli sama pernikahannya, suatu saat jika tiba waktunya, saya gak akan susah mengajak dia cerai fikir demian.
Next....
__ADS_1